TRIBUN-TIMUR.COM - Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas), Abdullah Sanusi, dilantik sebagai Ketua Ikatan Alumni Britania Raya (IABA) Sulsel.
Pelantikan di Arsjad Rasjid Lecture Theater kompleks kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (16/5/2026).
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Chairman of IABA Indonesia periode 2025–2029 sekaligus Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, Ph.D.
Juga dirangkaikan peluncuran program sosial IABA for Impact dan buku “IABA English for Impact: Empowering Children Through Accessible English Education”.
Program tersebut dirancang untuk memperluas akses pembelajaran bahasa Inggris melalui metode yang lebih praktis, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan anak-anak maupun guru di berbagai daerah.
Baca juga: Akhirnya Prof Arismunandar Tahu Mengapa Rahmat Muhammad Belum Jadi Profesor di Unhas
Tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, pendekatan ini juga diarahkan untuk membangun rasa percaya diri dan membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.
Ketua IABA Sulsel, Abdullah Sanusi, menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk harapan dan mobilitas sosial masyarakat.
Menurutnya, akses belajar perlu dibuka seluas mungkin, termasuk bagi kelompok dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.
“Kami di IABA South Sulawesi mengadakan program IABA for Impact untuk memberikan kontribusi nyata, khususnya agar anak-anak yang memiliki akses terbatas mendapatkan kesempatan untuk bermimpi,” ujarnya.
Buku IABA English for Impact disusun sebagai media pembelajaran yang lebih inklusif dan mudah diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Program tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara komunitas alumni, pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan bahasa Inggris yang lebih inklusif dan aplikatif bagi anak-anak serta guru di berbagai daerah. Kami juga ingin membangun ekosistem yang kolaboratif dan membuka jalur kerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pihak lainnya,” jelasnya.
Dalam perspektif pendidikan, penguasaan bahasa asing dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan komunikasi, tetapi juga membuka akses terhadap pengetahuan global, teknologi, hingga peluang studi dan karier internasional.
Penguatan literasi bahasa Inggris sejak dini menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia.
Mewakili Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D., menilai kehadiran IABA Sulsel dapat menjadi jembatan informasi dan penguatan jejaring akademik bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri.
Ia juga mengapresiasi hadirnya agenda Scholarship Talks dan IELTS Preparation dalam rangkaian kegiatan tersebut karena dinilai memberi gambaran praktis mengenai persiapan studi lanjut dan beasiswa internasional.
Sementara itu, Triono Junoasmono, Ph.D., menyampaikan bahwa pembentukan IABA Sulawesi Selatan menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi alumni Britania Raya di Indonesia melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap tahun terdapat sekitar 3.000 alumni pendidikan Britania Raya di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sosial.
“IABA berdiri sejak 15 November 1990. Kami berharap IABA South Sulawesi dapat menjadi chapter terdepan, baik aktif secara organisasi maupun aktif memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Motto IABA adalah ‘Berdampak untuk Negeri’,” ujar Triono.