TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Sebanyak 200 anak yatim dari tiga yayasan berbeda merasakan langsung kehangatan aksi kepedulian yang diinisiasi oleh PT Modal Saham Asia Investama. Perusahaan yang populer dikenal publik sebagai ModalSaham ini menggelar satu kegiatan berbagi terintegrasi di wilayah Bekasi dan Bogor.
Langkah nyata ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat dibangun melalui cara yang sederhana tetapi mampu memberikan dampak yang mendalam bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak dirancang sebagai seremoni singkat. Anak-anak menerima beras, minyak goreng, gula, telur, mie instan, air mineral, snack, souvenir, dan uang santunan, sementara pengurus yayasan memperoleh dukungan operasional agar aktivitas pembinaan dapat berjalan lebih tenang.
Yayasan Azka Gading Indonesia di Jatisari, Kota Bekasi, memiliki cerita yang menarik karena ruang geraknya tidak berhenti pada rumah yatim.
Yayasan ini menggabungkan layanan sosial, pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dukungan kepada anak-anak juga tersambung dengan penguatan lingkungan sosial yang lebih luas.
Yayasan Alam Islamy Center di Ciangsana, Kabupaten Bogor, melengkapi jejaring binaan melalui pembinaan pendidikan dan keagamaan anak.
Lingkungan seperti ini penting karena banyak anak membutuhkan tempat yang mengarahkan mereka untuk belajar, mengaji, bergaul sehat, dan membangun akhlak dalam keseharian.
Yayasan Alaudin At-Taufiq di Jatimulya, Kabupaten Bekasi, menjadi gambaran tentang kerja pengasuhan yang berlangsung setiap hari.
Sebagai panti asuhan yatim piatu dan dhuafa, yayasan ini tidak hanya mengurus kebutuhan makan anak, tetapi juga membangun rutinitas ibadah, sekolah, kedisiplinan, dan rasa aman.
Bagi ModalSaham, tiga yayasan tersebut memperlihatkan bahwa setiap lembaga sosial memiliki kekuatan dan tantangan sendiri. Ada yang kuat pada pembinaan agama, ada yang dekat dengan pengasuhan panti, dan ada yang bergerak lebih luas dalam layanan sosial masyarakat, tetapi semuanya membutuhkan dukungan yang konsisten agar anak-anak tetap tumbuh dalam lingkungan yang layak.
ModalSaham sendiri memiliki perjalanan yang cukup dekat dengan gagasan pertumbuhan. Perusahaan ini berdiri pada Februari 2019 sebagai platform equity crowdfunding, lalu berkembang menjadi private equity yang membantu pembiayaan, pendampingan bisnis, dan peningkatan nilai perusahaan.
Setelah bergerak lebih luas, ModalSaham mengembangkan pembiayaan pada sektor produktif dan membantu perusahaan membaca kebutuhan modal, struktur bisnis, serta kesiapan untuk naik kelas.
Muhammad Reza Alkhawarismi sebagai CEO ModalSaham membawa latar belakang bisnis, pasar modal, investasi, dan organisasi pengusaha muda dalam arah perusahaan.
Dengan pengalaman tersebut, Reza menempatkan kegiatan berbagi bukan sebagai kegiatan tambahan, tetapi sebagai ruang untuk mempertemukan pertumbuhan bisnis dengan manfaat sosial.
“Kami sering mendampingi perusahaan agar mereka tidak hanya besar di omzet, tetapi juga sehat secara struktur. Dalam kegiatan ini, pelajarannya terasa lebih dalam. Anak-anak juga perlu struktur dukungan yang sehat. Mereka perlu makan, pendidikan, perhatian, ibadah, dan orang-orang yang tidak lelah mengingatkan bahwa mereka berharga. ModalSaham ingin hadir di titik itu, meski dengan langkah yang sederhana”, tandas Reza.
Reza menegaskan bahwa kegiatan bersama tiga yayasan ini menjadi pengingat bahwa nilai perusahaan tidak hanya dibentuk oleh pertumbuhan bisnis, tetapi juga oleh keberanian untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan langsung.
“Tumbuh Kembang Bersama tidak boleh hanya terdengar indah di materi perusahaan. Kalimat itu harus punya bentuk. Hari ini bentuknya adalah sembako, santunan, tausiah, pengajian, makan bersama, dan dukungan kepada pengurus yayasan. Besok bentuknya bisa berkembang menjadi pendampingan yang lebih luas. Yang penting, anak-anak melihat bahwa dunia di luar yayasan masih menyimpan banyak orang baik”, pesan Reza.
Kehadiran Reza juga memperkuat pesan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari budaya perusahaan.
Dengan membawa langsung nilai bisnis ke ruang sosial, ModalSaham ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan yang baik perlu meninggalkan jejak manfaat pada orang lain.
“Di Yayasan Azka Gading Indonesia, kami melihat bahwa anak-anak membutuhkan lingkungan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menumbuhkan keberanian mereka. Dukungan ModalSaham memberi kesan bahwa anak-anak tidak hanya diperhatikan oleh pengurus yayasan, tetapi juga oleh masyarakat yang lebih luas. Ini penting bagi rasa percaya diri mereka. Anak-anak perlu sering mendengar bahwa mereka mampu, layak bahagia, dan punya kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang baik”, papar Rosidi, Pengurus Yayasan Azka Gading Indonesia.
Rosidi menilai bahwa kegiatan ModalSaham memberi dampak yang tidak hanya terlihat pada kebutuhan bahan pokok, tetapi juga pada rasa dihargai yang dirasakan anak-anak selama acara berlangsung.
“Kami berharap langkah ModalSaham menjadi contoh bahwa kepedulian kepada anak yatim tidak harus berhenti pada bantuan satu hari. Anak-anak membutuhkan makanan, pendidikan, kesehatan, kegiatan keagamaan, dan lingkungan yang konsisten memberi teladan. Ketika dunia usaha ikut hadir dengan cara yang dekat dan manusiawi, yayasan merasa memiliki mitra dalam menjaga masa depan anak-anak.
Semoga dukungan seperti ini terus membuka jalan bagi anak-anak untuk tumbuh mandiri, berakhlak, dan kelak mampu meneruskan kebaikan kepada orang lain”, tutupnya.
Pada akhirnya, program berbagi ini membuat hubungan antara tujuan bisnis dan dampak sosial terasa lebih jelas. ModalSaham tetap bergerak di dunia investasi dan pembiayaan, tetapi cerita bersama 200 anak yatim menunjukkan bahwa pertumbuhan yang paling mudah dipahami adalah pertumbuhan yang membuat hidup orang lain sedikit lebih ringan.