Komitmen Sosial ModalSaham, Integrasikan Aksi Peduli bagi Ratusan Anak Yatim
Siti Fatimah May 16, 2026 11:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI -  Sebanyak 200 anak yatim dari tiga yayasan berbeda merasakan langsung kehangatan aksi kepedulian yang diinisiasi oleh PT Modal Saham Asia Investama. Perusahaan yang populer dikenal publik sebagai ModalSaham ini menggelar satu kegiatan berbagi terintegrasi di wilayah Bekasi dan Bogor.

Langkah nyata ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat dibangun melalui cara yang sederhana tetapi mampu memberikan dampak yang mendalam bagi masyarakat.

Kegiatan ini tidak dirancang sebagai seremoni singkat. Anak-anak menerima beras, minyak goreng, gula,  telur, mie instan, air mineral, snack, souvenir, dan uang santunan, sementara pengurus yayasan  memperoleh dukungan operasional agar aktivitas pembinaan dapat berjalan lebih tenang. 

Yayasan Azka Gading Indonesia di Jatisari, Kota Bekasi, memiliki cerita yang menarik karena ruang  geraknya tidak berhenti pada rumah yatim.

Yayasan ini menggabungkan layanan sosial, pendidikan,  keagamaan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dukungan kepada anak-anak juga  tersambung dengan penguatan lingkungan sosial yang lebih luas. 

Yayasan Alam Islamy Center di Ciangsana, Kabupaten Bogor, melengkapi jejaring binaan melalui  pembinaan pendidikan dan keagamaan anak.

Lingkungan seperti ini penting karena banyak anak  membutuhkan tempat yang mengarahkan mereka untuk belajar, mengaji, bergaul sehat, dan  membangun akhlak dalam keseharian. 

Yayasan Alaudin At-Taufiq di Jatimulya, Kabupaten Bekasi, menjadi gambaran tentang kerja pengasuhan  yang berlangsung setiap hari.

Sebagai panti asuhan yatim piatu dan dhuafa, yayasan ini tidak hanya  mengurus kebutuhan makan anak, tetapi juga membangun rutinitas ibadah, sekolah, kedisiplinan, dan  rasa aman. 

Bagi ModalSaham, tiga yayasan tersebut memperlihatkan bahwa setiap lembaga sosial memiliki kekuatan  dan tantangan sendiri. Ada yang kuat pada pembinaan agama, ada yang dekat dengan pengasuhan panti, dan ada yang bergerak lebih luas dalam layanan sosial masyarakat, tetapi semuanya membutuhkan  dukungan yang konsisten agar anak-anak tetap tumbuh dalam lingkungan yang layak. 

ModalSaham sendiri memiliki perjalanan yang cukup dekat dengan gagasan pertumbuhan. Perusahaan  ini berdiri pada Februari 2019 sebagai platform equity crowdfunding, lalu berkembang menjadi private  equity yang membantu pembiayaan, pendampingan bisnis, dan peningkatan nilai perusahaan.

Setelah  bergerak lebih luas, ModalSaham mengembangkan pembiayaan pada sektor produktif dan membantu  perusahaan membaca kebutuhan modal, struktur bisnis, serta kesiapan untuk naik kelas. 

Muhammad Reza Alkhawarismi sebagai CEO ModalSaham membawa latar belakang bisnis, pasar modal,  investasi, dan organisasi pengusaha muda dalam arah perusahaan.

Dengan pengalaman tersebut, Reza  menempatkan kegiatan berbagi bukan sebagai kegiatan tambahan, tetapi sebagai ruang untuk  mempertemukan pertumbuhan bisnis dengan manfaat sosial. 

“Kami sering mendampingi perusahaan agar mereka tidak hanya besar di omzet, tetapi juga sehat  secara struktur. Dalam kegiatan ini, pelajarannya terasa lebih dalam. Anak-anak juga perlu struktur  dukungan yang sehat. Mereka perlu makan, pendidikan, perhatian, ibadah, dan orang-orang yang tidak  lelah mengingatkan bahwa mereka berharga. ModalSaham ingin hadir di titik itu, meski dengan langkah  yang sederhana”, tandas Reza. 

Reza menegaskan bahwa kegiatan bersama tiga yayasan ini menjadi pengingat bahwa nilai perusahaan  tidak hanya dibentuk oleh pertumbuhan bisnis, tetapi juga oleh keberanian untuk hadir di tengah  masyarakat yang membutuhkan dukungan langsung. 

“Tumbuh Kembang Bersama tidak boleh hanya terdengar indah di materi perusahaan. Kalimat itu harus  punya bentuk. Hari ini bentuknya adalah sembako, santunan, tausiah, pengajian, makan bersama, dan  dukungan kepada pengurus yayasan. Besok bentuknya bisa berkembang menjadi pendampingan yang  lebih luas. Yang penting, anak-anak melihat bahwa dunia di luar yayasan masih menyimpan banyak  orang baik”, pesan Reza. 

Kehadiran Reza juga memperkuat pesan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari budaya  perusahaan.

Dengan membawa langsung nilai bisnis ke ruang sosial, ModalSaham ingin menunjukkan  bahwa pertumbuhan yang baik perlu meninggalkan jejak manfaat pada orang lain. 

“Di Yayasan Azka Gading Indonesia, kami melihat bahwa anak-anak membutuhkan lingkungan yang  tidak hanya memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menumbuhkan keberanian mereka. Dukungan  ModalSaham memberi kesan bahwa anak-anak tidak hanya diperhatikan oleh pengurus yayasan, tetapi  juga oleh masyarakat yang lebih luas. Ini penting bagi rasa percaya diri mereka. Anak-anak perlu sering  mendengar bahwa mereka mampu, layak bahagia, dan punya kesempatan untuk tumbuh menjadi  pribadi yang baik”, papar Rosidi, Pengurus Yayasan Azka Gading Indonesia. 

Rosidi menilai bahwa kegiatan ModalSaham memberi dampak yang tidak hanya terlihat pada kebutuhan  bahan pokok, tetapi juga pada rasa dihargai yang dirasakan anak-anak selama acara berlangsung. 

“Kami berharap langkah ModalSaham menjadi contoh bahwa kepedulian kepada anak yatim tidak harus  berhenti pada bantuan satu hari. Anak-anak membutuhkan makanan, pendidikan, kesehatan, kegiatan  keagamaan, dan lingkungan yang konsisten memberi teladan. Ketika dunia usaha ikut hadir dengan cara  yang dekat dan manusiawi, yayasan merasa memiliki mitra dalam menjaga masa depan anak-anak. 

Semoga dukungan seperti ini terus membuka jalan bagi anak-anak untuk tumbuh mandiri, berakhlak,  dan kelak mampu meneruskan kebaikan kepada orang lain”, tutupnya. 

Pada akhirnya, program berbagi ini membuat hubungan antara tujuan bisnis dan dampak sosial terasa  lebih jelas. ModalSaham tetap bergerak di dunia investasi dan pembiayaan, tetapi cerita bersama 200  anak yatim menunjukkan bahwa pertumbuhan yang paling mudah dipahami adalah pertumbuhan yang  membuat hidup orang lain sedikit lebih ringan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.