Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perusahaan dirgantara Turki Baykar mengumumkan telah menandatangani kontrak ekspor pertama drone tempur tanpa awak “Bayraktar Kızılelma” dengan Indonesia.
Pengumuman tersebut disampaikan pada 6 Mei 2026.
Menurut laporan media Jepang, pengiriman drone tempur tersebut kepada Indonesia dijadwalkan mulai dilakukan pengiriman pada tahun 2028.
Baykar menyatakan pihaknya berencana mengirimkan 12 unit pesawat tempur drone Kızılelma ke Indonesia.
Kontrak itu ditandatangani dalam ajang pameran pertahanan “SAHA EXPO 2026” di Istanbul, Turki.
Baca juga: Negara Teluk Kini Lirik Turki, Urusan Pertahanan Emoh Bergantung ke AS
Selain kontrak utama, perjanjian tersebut juga mencakup opsi tambahan untuk empat skuadron lagi yang terdiri dari total 48 drone tempur tambahan.
Jika direalisasikan penuh, jumlah total pesawat tanpa awak yang dapat diterima Indonesia menjadi cukup besar.
Bayraktar Kızılelma dikembangkan sebagai drone tempur dengan kemampuan siluman atau stealth sehingga lebih sulit terdeteksi radar.
Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 900 km/jam, menggunakan mesin jet, kemampuan manuver tinggi, serta dirancang dapat dioperasikan dari kapal induk.
Walaupun belum mencapai kecepatan supersonik, drone ini dianggap sebagai salah satu proyek drone tempur paling maju milik Turki.
Kızılelma dikategorikan sebagai “Collaborative Combat Aircraft (CCA)”, yaitu drone tempur yang dirancang untuk bekerja sama dengan pesawat tempur berawak dalam pertempuran udara.
Konsep ini mirip dengan proyek Amerika Serikat seperti YFQ-42A Dark Marlin dan YFQ-44A Fury.
Pada Desember 2025, Baykar bahkan mempublikasikan uji coba simulasi penembakan di luar jarak pandang (BVR) menggunakan rudal udara-ke-udara buatan Turki “Gokdogan” terhadap jet tempur F-16 sebagai target.
Dalam simulasi tersebut, sistem Kızılelma disebut berhasil memperoleh penilaian “direct hit” atau tembakan tepat sasaran.
Kızılelma pertama kali melakukan penerbangan perdana pada 14 Desember 2022 dan saat ini masih berada dalam tahap pengembangan serta pengujian.
Baca juga: Turki Pamer Rudal Hipersonik Pertama Yildirimhan, Jangkauan Mencapai 6.000 Km
Baykar menargetkan pengiriman pertama kepada militer Turki dimulai pada tahun 2026.
Jika jadwal tersebut berjalan sesuai rencana, maka Turki berpotensi menjadi negara pertama di dunia yang mengoperasikan drone tempur kolaboratif generasi baru secara penuh lebih cepat dibanding Amerika Serikat, China, maupun Rusia.
Kontrak dengan Indonesia ini juga menunjukkan semakin eratnya kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki dalam beberapa tahun terakhir.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com