Pilu Sang Adik Lihat Tubuh Pratu F Terbujur Kaku Tewas Ditembak, Uang Rp10 Ribu Kenangan Terakhir
Rusaidah May 17, 2026 01:41 AM

 

BANGKAPOS.COM – Seketika kabar itu meruntuhkan dunia keluarganya saat Faradita mendapat telepon bahwa kakak kandungnya, Pratu F (23), telah tiada. 

Sabtu (16/5/2026) seusai subuh, sekitar pukul 06.00 WIB, telepon genggam Faradita berdering.  

Sang tante membawa kabar buruk yang sulit dipercaya, kakak kandungnya, Pratu F (23), telah tiada. 

Lebih menyakitkan lagi, prajurit yang berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang itu tewas setelah diterjang timah panas yang diduga dilepaskan oleh sesama oknum TNI.

Antara tidak percaya dan berharap kabar itu salah, Faradita bergegas melangkah menuju Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang. 

Baca juga: Ayah Pratu F, Dari Belitung Terbang ke Palembang Dengar Anak Pertamanya Tewas Diduga Ditembak TNI

Namun, sesampainya di sana, kenyataan pahit harus ia telan bulat-bulat. 

Tubuh sang kakak sudah terbujur kaku.

"Ternyata benar, kakak saya meninggal dunia dengan luka tembak di perut," tutur Faradita dengan suara bergetar saat ditemui di rumah sakit.

Kematian yang begitu mendadak dan tragis di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead pada pukul 02.40 WIB dini hari itu menyisakan syok yang mendalam bagi seluruh keluarga. 

Bagi mereka, kepergian Pratu F terasa sangat tidak wajar dan menyakitkan.

Faradita mengenang, sama sekali tidak ada firasat buruk yang membayangi hari-hari mereka sebelumnya. 

Namun, ingatan Faradita langsung terbang ke momen belasan jam sebelum insiden berdarah itu terjadi.

Jumat sore, sekitar pukul 16.00 WIB, Pratu F tiba-tiba datang berkunjung ke rumah tantenya. 

Kedatangan yang tak disangka-sangka, mengingat mereka sudah cukup lama tidak bertatap muka. 

Di rumah itu, sang kakak meluangkan waktu hanya untuk sekadar mengobrol dan menanyakan kabar keluarga.

"Sudah lama tidak ketemu. Nah, kemarin sore tiba-tiba kakak main ke rumah tante nanya kabar," kenang Faradita.

Dalam pertemuan singkat yang hangat itu, Faradita sempat merengek manja dan meminta uang jajan sebesar Rp 10 ribu kepada kakaknya. 

TKP - Pan Head Palembang, lokasi tempat seorang anggota TNI tewas ditembak sesama TNI, Sabtu (15/5/2026) dini hari. Lokasi di gerbang nampak sepi.
TKP - Pan Head Palembang, lokasi tempat seorang anggota TNI tewas ditembak sesama TNI, Sabtu (15/5/2026) dini hari. Lokasi di gerbang nampak sepi. (Tribun Sumsel/Google Play/Angga Azka)

Pratu FAA pun memberikan uang tersebut tanpa tahu bahwa itu akan menjadi pemberian terakhirnya. 

Tak lama berselang, sang kakak pamit untuk pergi lagi sebuah pamitan yang ternyata menjadi langkah terakhirnya meninggalkan keluarga selamanya.

Sambil menahan duka yang mendalam di lorong Rumah Sakit Bhayangkara, Faradita menyimpan satu harapan besar di tengah kabut duka yang menyelimuti keluarganya. 

Baca juga: Sosok Pratu F, Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan Sendiri di Kafe, Luka Satu Lubang di Perut

Ia menuntut keadilan yang seadil-adilnya atas nyawa sang kakak yang hilang.

"Kami keluarga sangat syok dengan peristiwa ini. Kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," pungkas Faradita penuh harap.

Detik-detik Insiden Penembakan 

Kapolsek IB I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.

Pratu F tewas dibunuh oleh rekannya yakni RN (23), di mana keduanya yakni korban dan pelaku diduga oknum anggota TNI.

Peristiwa yang merenggut nyawa Pratu F bermula sekitar pukul 02.40 WIB.

Kejadian berawal saat terduga pelaku menghampiri korban yang sedang berjoget.

Namun, sebuah kesalahpahaman kecil akibat senggolan saat berjoget memicu perselisihan yang fatal.

Dalam suasana yang memanas, korban Pratu F dikabarkan terlibat perkelahian dengan RN.

Pelaku yang diduga dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya langsung mencabut senjata api dari pinggangnya dan melepaskan satu kali tembakan ke arah korban.

Baca juga: Rekam Jejak Cemerlang AKP Yohanes Bonar Hutapea, Perwira Alumni Akpol 2015 Terjerat Kasus Narkoba

Korban yang mengalami luka tembak di perut sebelah kanan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Mendapat laporan tersebut, piket SPKT bersama Tim Opsnal Polsek IB I Palembang yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Rafiq langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengevakuasi korban.

Korban tiba di RS Permata untuk mendapatkan tindakan medis.

Namun, pada pukul 03.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia dengan luka tembak satu lubang di perut sebelah kanan.

"Sesampainya di sana, kami langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi di lokasi, dan mengevakuasi korban ke RS Permata. Setelah sempat mendapatkan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Fauzi.

Fauzi menambahkan, berdasarkan pemeriksaan luar pada tubuh korban, ditemukan satu lubang bekas tembakan yang bersarang di perut sebelah kanan.

Menurut kesaksian warga mendengar ambulans di sekitar Pan Head, sebuah kafe di Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Prawiranegara No. 61, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (16/5/2026) dini hari, tempat seorang anggota TNI tewas.

"Itu kan subuh, ya. Jadi saya tidak tahu (suara tembakan atau bukan). Ada suara kepanikan teriak-teriak gitu, tapi saya gak tau apa itu. Tiba-tiba saya dengar suara ambulans, pasti terjadi sesuatu," ujarnya.

Baca juga: Bersenggolan saat Joget, Detik-detik Pratu F Tewas Diduga Ditembak Rekan TNI di Kafe Palembang

Menurutnya Pan Head merupakan tempat hiburan malam yang menyajikan Cafe, Resto, Bar and Live Music.

"Saya tahunya kalau malam pasti ramai," tutupnya.

Kini, situasi kafe Panhead tampak sepi. 

Namun beberapa kendaraan, baik mobil dan roda dua, terlihat memasuki area Pan Head.

Juga terlihat area Pan Head di dalam dijaga oleh pihak Polisi Militer yang tengah berjaga di halaman.

Ayah Langsung Terbang dari Belitung

Insiden maut yang menewaskan Pratu F (23), korban penembakan di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang menyisakan duka bagi keluarga, terutama bagi sang ayah.

Diketahui sang ayah yang sedang berada di Belitung langsung bertolak ke Palembang usai mendengar kabar kematian sang anak.

Pratu F disebut merupakan anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak terselamatkan dengan mengalami luka tembak pada perut sebelah kanan.

Ia diketahui adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan baru saja menyelesaikan tugas dinas di Papua.

Firasat Sang Paman 

Paman (Wak) korban mengungkapkan bahwa keponakannya tersebut baru sekitar empat hingga lima bulan kembali ke Palembang setelah pulang dari penugasan di Papua. 

Ia juga mengaku sempat mendapatkan firasat tidak enak berupa suara dentuman misterius dari luar rumahnya pada Jumat (15/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa jam sebelum insiden penembakan terjadi.

"Sempat berbunyi 'duar' dari luar rumah. Saya tanya itu bunyi apa, keluarga menjawab tidak tahu. Firasat saya saat itu sudah tidak enak dan cemas," ujar wak korban saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Sempat Sembunyi Ketakutan, Bahroni Penembak Brigadir Arya yang Ditembak Mati Ternyata DPO Curanmor

Kecemasan tersebut menjadi kenyataan saat pihak keluarga menerima kabar duka pada Sabtu subuh. 

Mendengar informasi tersebut, ia langsung bergegas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk memastikan kondisi korban. 

Sementara itu, ayah kandung Pratu F dilaporkan sedang dalam perjalanan dari Belitung menuju Palembang setelah menerima kabar kematian anaknya.

Saat ini, pihak keluarga telah membawa jenazah Pratu F dari rumah sakit menuju ke rumah duka di kawasan Sematang Borang, Palembang. 

Rencananya, jenazah akan langsung dimakamkan di tempat pemakaman setempat setelah proses fardu kifayah selesai.

"Jenazah dimandikan dan disalatkan dulu, baru nanti langsung kita kuburkan di pemakaman Sematang Borang," pungkasnya.

Meninggalkan kabar bak petir di siang bolong tersebut, Faradita langsung bergegas menuju RS Bhayangkara Moh. Hasan untuk memastikan kebenarannya.

"Sesampainya di rumah sakit, ternyata benar kakak saya sudah meninggal dunia dengan luka tembak di bagian perut," katanya.

Faradita menambahkan, kepergian kakaknya yang mendadak akibat tindakan kekerasan ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga.

"Kakak meninggal dengan cara yang tidak wajar karena ditembak, jadi kami semua sangat syok," ungkapnya.

KEPALA PENERANGAN KODAM -- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya Letkol Inf Yordania kepada awak media, Sabtu (16/5/2026) terkait penembakan oknum TNI yang tewaskan oknum TNI di sebuah kafe di Palembang. 
KEPALA PENERANGAN KODAM -- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya Letkol Inf Yordania kepada awak media, Sabtu (16/5/2026) terkait penembakan oknum TNI yang tewaskan oknum TNI di sebuah kafe di Palembang.  (Tribun Sumsel/Google Play/Arief Basuki Rohekan)

Ketika disinggung mengenai firasat sebelum kejadian, Faradita mengaku tidak merasakan tanda-tanda aneh.

Namun, ia mengenang pertemuan terakhir mereka pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB di rumah bibinya.

"Kami sudah agak lama tidak bertemu. Nah, kemarin sore tiba-tiba Kakak datang ke rumah Tante untuk menanyakan kabar. Saat itu, saya sempat meminta uang Rp10 ribu kepada Kakak. Setelah itu, Kakak pamit pergi lagi," kenang Faradita.

Baca juga: Bukan Sosok Sembarangan, Rekam Jejak Mentereng Kevin Gusnadi Lulusan UI Dekat dengan Ayu Ting Ting

Mewakili keluarga besar, Faradita berharap agar keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya dalam proses hukum yang sedang berjalan di POM TNI AD.

Pihaknya meminta agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.

"Kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," tegas Faradita.

Kasus ini kini telah dilimpahkan dan berada dalam penanganan Polisi Militer TNI AD (POM AD) Palembang.

Kodam II Sriwijaya pun dijadwalkan akan menggelar pers rilis untuk memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menewaskan pemuda 23 tahun tersebut.

Pelaku Masih Diperiksa

Kodam II Sriwijaya membenarkan peristiwa penembakan terhadap oknum TNI yang tewas tertembak Pratu F (23) sesama oknum TNI  di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Sabtu (16/5/2026), sekitar pukul 02.40 wib.

"Kita tunggu sampai sore nanti. Masih pemeriksaan," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya Letkol Inf Yordania kepada awak media, Sabtu (16/5/2026).

Pelakunya sendiri, saat ini dikabarkan masih dalam periksaan insentif di Pomdam II Sriwijaya, untuk mengetahui motif dan sebagainya.

Diketahui, korban mengalami luka tembak di bagian perut yang sempat dibawa kerumah sakit namun naas nyawanya tak dapat ditolong.

(TribunSumsel.com Aggi Suzatri/Andyka Wijaya/Angga Azka/Arief Basuki Rohekan) (Sripoku.com/Bangkapos.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.