Di Museum Marsinah, Prabowo Minta Aparat Rela Mati untuk Rakyat Bukan Sebaliknya
Desy Selviany May 17, 2026 05:50 AM

TRIBUNBEKASI - Di museum Marsinah, Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan agar aparat harus mati demi rakyat bukan justru menindas rakyat. 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi. 

Prabowo mengingatkan asal-usul dari seluruh fasilitas, pembiayaan, hingga pangkat yang melekat pada institusi bersenjata tersebut. 

Prabowo juga menegaskan bahwa seluruh elemen aparat merupakan anak bangsa yang dipilih dan dibiayai langsung oleh kontribusi rakyat. 

"Aparat, tentara, polisi, anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat, dibeli sepatu oleh rakyat, dibeli topi oleh rakyat, diberi pangkat oleh rakyat," ujar Prabowo seperti dimuat Tribunnews.com. 

Atas dasar itulah, Prabowo meminta agar TNI-Polri tidak mengkhianati amanat masyarakat. 
Ia menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk memastikan tidak ada lagi oknum anggotanya di lapangan yang justru mempersulit kehidupan warga negara. 

"Karena itu sebenarnya, kalau dasar bernegara ini dipikirkan dan diresapi, tidak perlu, dan alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, kita perbaiki," kata Prabowo.  

"Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat. Saya tidak mau dengar lagi, Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat ya, yang, yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran ya. Tidak boleh backing-backing macam-macam,” sambungnya. 

Baca juga: Bekasi Bakal Diguyur Hujan Sedari Pagi Pada Minggu 17 Mei 2026

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengimbau kepada seluruh jajaran untuk senantiasa melakukan koreksi internal dan menjaga nama baik institusi.  

Penegakan hukum yang bersih tanpa keterlibatan oknum dalam bisnis ilegal, menurutnya, merupakan kunci agar institusi tersebut kembali dicintai oleh publik.
"Mari kita bersama-sama memperbaiki. Tetapi, seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara, harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing," ucapnya. 

"Saya menghimbau, saya menghimbau atas nama rakyat. Jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat, yang dicintai rakyat,” tutupnya. 

Diketahui Marsinah adalah buruh di era Orde Baru yang saat ini telah diberi gelar Pahlawan Nasional. 

Marsinah ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rumah kosong di kawasan Jawa Timur usai gencar melakukan unjuk rasa menuntut keadilan upah dan jam kerja. 

Meski sudah diberi gelar pahlawan, belum jelas siapa dalang dibalik kematian Marsinah. 

Pengusutannya pun berhenti di tengah jalan setelah mantan atasan Marsinah sempat dituduh menjadi dalang pembunuhan. 

Isu keterlibatan ABRI saat itu dalam kematian Marsinah pun sempat menguat meski hingga kini belum terungkap.

(Tribunbekasi/Des/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.