TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan pahit di final Liga Champions Asia 2 menjadi hantaman besar bagi Al Nassr.
Al Nassr yang digadang bakal mendapatkan trofi pertamanya musim ini di tingkat Asia justru gagal memanfaatkan keadaan.
Padahal Al Nassr sudah tampil di kandang sendiri, yaitu Al Awwal Park, saat menghadapi Gamba Osaka di babak final pada Minggu, 17 Mei 2026, dini hari.
Al Nassr tetap saja kalah dengan skor 0-1 dari wakil Jepang tersebut yang akhirnya pulang dengan trofi di tangan.
Sedangkan Al Nassr dan para pemainnya tertunduk menerima kalungan medali perak sebagai runner up turnamen.
Kekecewaan boleh saja terpancar dari para pemain Al Nassr yang tak jadi merayakan gelar juara.
Baca juga: 4 Momen Al Nassr Gagal Juara Liga Champions Asia 2: CR7 Tantrum Tolak Medali, Jesus Banting Papan
Penggemar pun boleh jadi merasakan hal yang sama.
Tribune Al Awwal yang mulanya sesak dengan penggemar Al Nassr, langsung lowong ketika wasit mengakhiri pertandingan.
Tindakan pun langsung diambil sang pemimpin kelompok suporter Al Nassr, Fahd Al Hozaim.
Al Hozaim tak ingin para penggemar meninggalkan tim di saat mereka berada di titik rendah.
Justru pada saat itu mereka membutuhkan dukungan lebih militan dari para penggemar untuk hadir di stadion.
Penggemar boleh jadi kecewa dengan kegagalan mendapatkan trofi di Asia, tetapi perjuangan Al Nassr masih belum usai.
Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan masih punya kesempatan meraih trofi di medan tempur lainnya.
Al Hozaim ingin para penggemar tetap memadati Al Awwal Park saat Al Nassr menjalani pertandingan terakhir di Liga Arab Saudi nanti.
Kemenangan akan memastikan Al Nassr mendapatkan gelar liga yang mereka dambakan sejak lama.
"Kita memiliki pertandingan penting di depan. Para pemain membutuhkan kalian. Ayo penuhi stadion di laga terakhir," kata Al Hozaim di tribune stadion, dikutip dari Nassr Tribune.
"Kita semua sudah bekerja keras sepanjang musim, tinggal satu pertandingan lagi. Apakah kalian akan membiarkan itu lepas begitu saja?"
"Tengah pekan ini adalah momen kita. Tetaplah fokus, bernyanyilah yang kencang, dan bersemangat. Gelar liga tidak akan lolos dari kita," sambungnya.
Kekalahan di final Liga Champions Asia 2 bukan akhir dari segalanya.
Demikian pula dari sudut pandang pelatih Al Nassr, Jorge Jesus.
Pelatih asal Portugal ini masih punya keyakinan kuat timnya bisa menjadi juara di kompetisi domestik,
"Sebagai pelatih, saya menang dan kalah di banyak pertandingan. Itu normal sebagai bagian dari pekerjaan saya. Saat ini tidak ada gunanya untuk bersedih dan meratap," kata Jorge Jesus dikutip dari Nassr Tribune.
"Fokus utama saya saat ini adalah kebugaran dan kesiapan para pemain. Kami harus siap kembali bermain untuk pertandingan selanjutnya."
"Hanya 5 hari lagi untuk pertandingan penentu gelar juara liga, dan para pemain sudah tidak sabar untuk itu," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Guruh)