TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kebakaran yang melanda pusat perbelanjaan Megamall Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu, 16 Mei 2026, menyebabkan lima orang menjadi korban.
Megamall Manado adalah pusat perbelanjaan yang berada di kawasan bisnis dan pusat perdagangan Megamas, tepatnya di Jalan Piere Tendean Boulevard, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Lokasinya berada di kawasan pesisir Boulevard yang dikenal sebagai pusat bisnis dan kuliner Kota Manado.
Jarak Megamall ke pusat Kota Manado sangat dekat, hanya sekitar 5-10 menit perjalanan kendaraan karena masih berada di kawasan inti perdagangan kota.
Sementara jarak dari Megamall menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sekitar 14-17 kilometer, dengan waktu tempuh normal sekitar 30-40 menit tergantung kondisi lalu lintas.
Lokasi strategis ini membuat Megamall menjadi salah satu pusat perbelanjaan utama yang mudah dijangkau baik dari pusat pemerintahan maupun dari akses bandara.
Namun pada Sabtu malam sekitar 21.00 Wita, Megamall Manado terbakar.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengungkapkan, kelima korban sempat terjebak di lantai atas, tepat di lokasi utama munculnya api.
Dari lima korban tersebut, satu orang berjenis kelamin perempuan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara empat korban lainnya yang semuanya laki-laki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Manajemen Megamas Manado juga memastikan seluruh korban merupakan pegawai internal pusat perbelanjaan tersebut.
Direksi Megamas, Amelia Tungka, menjelaskan bahwa kelima korban merupakan staf engineering yang sedang bertugas saat insiden terjadi.
“Mereka karyawan mal, staff engineering,” ujar Amelia setelah proses evakuasi selesai.
Ia mengatakan, sebelum terjebak di lantai paling atas, para korban awalnya berada di bawah dan berusaha naik untuk memadamkan api menggunakan cooling water yang berada di area atas gedung.
“Mereka awalnya di bawah, lalu ke atas berupaya memadamkan api dari cooling water kami di paling atas,” jelasnya.
Amelia mengaku sangat terpukul atas musibah tersebut karena kejadian itu menjadi duka bagi seluruh keluarga besar Megamas, baik pihak manajemen maupun para pekerja.
“Kita tidak pernah mau ada musibah seperti ini,” katanya dengan nada sedih.
Terkait operasional pusat perbelanjaan, Amelia menegaskan Megamall Manado untuk sementara belum akan dibuka kembali sampai waktu yang belum ditentukan.
“Untuk operasional kita lihat nanti, seperti apa,” pungkasnya.
Empat korban selamat tersebut, berdasarkan pernyataan kapolresta pasca evakuasi ialah:
Empat warga tersebut selamat tanpa mengalami luka bakar.
Saat ini mereka menjalani perawatan di RS Bhayangkara Manado.
Sementara, korban meninggal atas nama Pricilia Tamawiwy.
Korban ditemukan meninggal di tempat.
Jenazah Pricilia juga dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan tindakan lanjutan.
"Kami menyatakan turut berdukacita untuk korban meninggal," kata Irham.
Terkait itu, Kapolresta Manado menyatakan Megamall belum dapat beroperasi.
"Sehubungan dengan peristiwa ini, status quo, menunggu hasil penyelidikan," ujarnya lagi.
Kapolresta menyatakan, penyebab kebakaran dan sumber api belum bisa dipastikan.
"Kami belum bisa pastikan. Demikian juga nilai kerugiannya. Masih akan didalami," katanya lagi.
Ia memastikan, olah TKP akan dilaksanakan Minggu 17 Mei 2026.
Prosedur ini akan melibatkan tim gabungan Dirkrimum dan Bidlabfor Polda Sulut dan Reskrim Polresta.
Akibat kebakaran, Mall pertama di kota Manado tersebut untuk sementara menghentikan operasinya.
Pengumuman itu beredar di medsos.
Direksi Megamas, Amelia Tungka membenarkan hal tersebut.
Dirinya memastikan Megamall Manado belum beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan.
"Untuk operasional kita lihat nanti, seperti apa," kata dia.
Amelia menyatakan, musibah itu memukul segenap keluarga besar Megamas.
Baik manajemen maupun karyawan.
(TribunManado.co.id/Ndo/Ind)