Kisah Hendro, Remaja Tuna Rungu Tembus Kerumunan Demi Serahkan Lukisan ke Prabowo
Evan Saputra May 17, 2026 11:26 AM

BANGKAPOS.COM -- Kisah mengharukan datang dari seorang remaja penyandang tuna rungu asal Jawa Timur bernama Hendro Prasetyo yang berhasil menyerahkan lukisan buatannya langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Di tengah ribuan warga yang memadati lokasi kunjungan Presiden, Hendro sukses menarik perhatian kepala negara dengan lukisan sketsa hitam putih wajah Prabowo yang dibuat menggunakan pensil.

Peristiwa itu berlangsung ketika Presiden menghadiri peresmian Museum Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Sejak pagi, warga hingga kalangan buruh telah memenuhi kawasan desa untuk menyambut kedatangan Presiden.

Baca juga: Kapal Iran Tetap Lolos di Selat Hormuz Meski AS Perketat Blokade

Di balik keramaian tersebut, Hendro datang bersama ayahnya, Slamet, dengan satu tujuan sederhana, yakni menyerahkan langsung hasil karya lukisannya kepada Presiden.

Meski memiliki keterbatasan pendengaran, Hendro dikenal berbakat dalam bidang seni lukis dan cukup dikenal di lingkungan tempat tinggalnya.

Perjuangan Hendro Menembus Kerumunan

Slamet mengaku sengaja mengajak putranya datang ke lokasi acara agar bisa bertemu langsung dengan Presiden.

"Lukisan tersebut bikinan anak saya, Hendro," katanya.

Namun usaha mereka tidak langsung berhasil. Hendro dan ayahnya sempat mencoba masuk melalui area tenda utama acara peresmian museum, tetapi padatnya pengunjung membuat mereka gagal mendekat.

"Awalnya kami membawa lukisan ini di pintu masuk tenda peresmian. Namun, gagal," ujarnya.

Tidak menyerah begitu saja, Slamet kemudian mengajak Hendro menunggu di pinggir jalan Desa Nglundo, tempat rombongan kendaraan Presiden melintas.

Mobil Presiden Berhenti Saat Hendro Angkat Lukisan

Saat iring-iringan Presiden melintas, Hendro langsung mengangkat lukisan tersebut tinggi-tinggi agar terlihat dari dalam mobil Presiden.

Aksi itu ternyata menarik perhatian Prabowo. Mobil yang ditumpangi Presiden mendadak berhenti dan Hendro dipanggil mendekat.

Di hadapan warga yang memadati lokasi, Prabowo menerima lukisan tersebut dan sempat mengangkatnya di depan masyarakat.

Suasana pun langsung disambut sorakan antusias warga.

Usai menerima lukisan, Presiden juga memberikan amplop putih berisi uang kepada Hendro.

"Alhamdulillah diterima dengan baik sama Pak Prabowo," tutur Slamet.

Hendro Bangga Lukisannya Diterima Presiden
Bagi Hendro, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

Remaja asal Kertosono itu mengaku bangga karena karya buatannya akhirnya bisa sampai langsung ke tangan Presiden RI.

Ia mengatakan lukisan sketsa hitam putih tersebut dibuat sendiri menggunakan pensil selama kurang lebih dua pekan.

"Saya bangga. Saya memberikan lukisan hitam putih dari pensil karya saya," terangnya.

Kisah Hendro pun menjadi perhatian banyak warga karena menunjukkan semangat dan rasa percaya diri seorang penyandang disabilitas dalam menampilkan bakatnya di ruang publik.

Simbol Semangat dan Dukungan Keluarga
Perjalanan Hendro bukan sekadar tentang pertemuan dengan Presiden. Kisah ini juga menggambarkan bagaimana karya seni dapat menjadi media komunikasi bagi penyandang tuna rungu.

Di tengah keterbatasan yang dimiliki, Hendro menunjukkan ketekunan untuk mengejar keinginannya.

Peran sang ayah yang setia mendampingi sejak awal juga menjadi bagian penting hingga impian tersebut akhirnya terwujud.

Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan semakin terbukanya ruang apresiasi bagi karya penyandang disabilitas di Indonesia.

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Kedatangan Presiden disambut meriah oleh ribuan warga dan kelompok buruh yang telah memadati lokasi sejak pagi.

Suasana penyambutan berlangsung semarak dengan iringan musik perkusi dan nyanyian dari massa buruh di sepanjang jalan desa.

Prabowo terlihat melambaikan tangan kepada warga dari sunroof mobil Maung yang ditumpanginya.

Sebelum menghadiri acara peresmian, Presiden juga menyempatkan diri mengunjungi rumah masa kecil Marsinah yang berada di samping museum.

Dalam kegiatan itu, Prabowo turut didampingi Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan sejumlah pejabat lainnya.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden dalam peresmian museum tersebut.

"Kami segenap warga Nganjuk bangga. Terima kasih Pak Presiden Prabowo sudah mengangkat warga Nganjuk, dari rakyat kecil yang bekerja sebagai buruh menjadi pahlawan nasional," ungkapnya.

Peresmian Museum Marsinah dan rumah singgah itu dinilai menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai tokoh perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. (Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.