TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Data rekapitulasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang hingga April 2026 menunjukkan anomali menarik dalam potret kedaruratan kota.
Di saat angka peristiwa kebakaran tercatat sekitar 100 kejadian dalam empat bulan pertama tahun ini, grafik aksi penyelamatan non kebakaran justru melonjak drastis hingga mencapai 951 kasus.
Angka ini menegaskan bahwa korps baju biru kini lebih banyak menghabiskan waktu operasionalnya untuk misi kemanusiaan dan mitigasi konflik ruang antara manusia dan satwa.
Eksistensi personel rescue ini bahkan menjadi salah satu bagian yang paling sibuk dalam aktivitas harian mereka belakangan ini.
Hal tersebut diakui langsung oleh pihak internal Dinas Damkar Kota Padang.
Kepala Dinas Damkar Kota Padang melalui Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Sarpras), Rinaldi, membenarkan pergeseran tren laporan tersebut.
Menurutnya, misi penyelamatan non-kebakaran kini menjadi tugas yang sangat dominan.
Rinaldi menjelaskan bahwa tim penyelamatan (rescue) hampir tidak pernah absen dari lapangan setiap harinya.
Mereka terus diterjunkan untuk mengulurkan tangan kepada warga yang berada dalam kondisi sulit.
"Penyelamatan itu ada masalah ular, tawon, orang hilang, sampai pelepasan cincin," ujar Rinaldi, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Curhat Sopir Antre Solar di Padang, Jika Tak Dapat Langsung Balik Rumah, Cari Info dan Antre Lagi
Cakupan tugas yang diemban oleh para personel di lapangan memang terbilang sangat beragam. Mereka dituntut memiliki keahlian teknis khusus untuk menyelesaikan masalah yang bervariasi tersebut.
Rinaldi menegaskan bahwa seluruh aksi penyelamatan yang dilakukan bukan sekadar tugas tambahan.
Baginya, ini adalah bentuk pelayanan rutin yang wajib diberikan Damkar demi kenyamanan masyarakat Kota Padang.
Menariknya, jika melihat data rekapitulasi performa Damkar Padang hingga April 2026, angka aksi penyelamatan justru jauh melampaui kasus kebakaran murni.
Perbandingannya terlihat sangat kontras di lapangan.
Untuk peristiwa kebakaran sendiri, Damkar Kota Padang mencatat ada sekitar 100 kejadian yang berhasil ditangani sepanjang empat bulan pertama di tahun 2026 ini.
Baca juga: Toni Terpaksa Cari Solar ke Solok Akibat Tak Dapat BBM di Padang
Namun, jumlah tersebut ternyata langsung tenggelam jika disandingkan dengan total aksi penyelamatan non-kebakaran.
Permintaan bantuan dari warga untuk hal-hal darurat lainnya justru meledak tinggi.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi penyelamatan satwa liar atau yang dikenal dengan animal rescuemenjadi kategori yang paling sering diadukan oleh masyarakat setempat.
Sepanjang periode Januari hingga April 2026 saja, tim rescue Damkar Padang sudah melakukan aksi penyelamatan sebanyak 951 kali.
Angka yang hampir menyentuh seribu kasus ini didominasi oleh gangguan hewan berbisa dan pencarian orang.
Warga paling sering meminta bantuan untuk mengevakuasi gangguan ular yang masuk rumah, sarang tawon, sengatan lebah, ancaman biawak, hingga keterlibatan dalam operasi pencarian orang hilang.
Jika dibedah per bulan, intensitas kerja pasukan berseragam biru ini terlihat sangat padat. Pada bulan Januari 2026, tercatat ada 245 kejadian non-kebakaran yang berhasil ditangani.
Baca juga: Solar Kosong, 3 SPBU di Jalur Padang-Solok Kawasan Indarung Sepi Antrean Truk
Kondisi ini berlanjut pada bulan Februari dengan total 237 kejadian. Sementara itu, grafik sempat mengalami kenaikan cukup signifikan pada bulan Maret yang menyentuh angka 270 kejadian.
Memasuki bulan April, intensitas laporan sedikit menurun namun tetap berada di angka yang tinggi, yakni sebanyak 199 kejadian penyelamatan.
Melihat tingginya tingkat ketergantungan warga ini, Rinaldi memastikan bahwa jajarannya tidak akan mengendurkan kesiapsiagaan.
Mereka berkomitmen penuh untuk selalu hadir kapan pun masyarakat membutuhkan pertolongan darurat.
"Damkar Kota Padang selalu siaga memberikan pertolongan bagi warga," pungkas Rinaldi.(*)