BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang suami memergoki istrinya selingkuh dengan oknum aparat desa. Hal ini terjadi di area kamar mandi rumahnya.
Adanya kasus dugaan perselingkuhan itu terjadi di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Kini, oknum Kepala Dusun (Kasun) Karobelah berinisial S resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Jombang.
Sang istri pelapor juga kini ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinaan.
Kasatreskrim Polres Jombang, Dimas Robin Alexander, membenarkan penetapan status tersangka terhadap keduanya.
Penetapan tersebut dilakukan pada 22 April 2026.
Baca juga: Pimpinan Ponpes Nyaris Diamuk Warga, Diduga Cabuli Santriwati, Ayah Korban: Anak Sekarang Trauma
"Sudah, istri dan perangkat desanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," ucap Dimas dalam keterangan yang diterima Tribunjstim.com pada Minggu (17/5/2026).
Meski demikian, polisi tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka.
Menurut Dimas, ancaman hukuman dalam perkara dugaan perzinahan tersebut maksimal satu tahun penjara sehingga penyidik tidak melakukan penahanan.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah seorang warga Mojoagung berinisial J (48) melaporkan dugaan hubungan terlarang antara istrinya dengan oknum kasun tersebut ke Polres Jombang.
J mengaku telah lama menaruh curiga terhadap hubungan keduanya.
Ia menyebut dugaan perselingkuhan itu telah berlangsung selama sekitar lima tahun.
Kecurigaan pertama muncul saat dirinya memergoki seseorang diduga S masuk ke area rumah melalui kamar mandi ketika dirinya sedang berjualan di luar rumah.
"Waktu saya pulang, terlihat ada kaki di atas tembok kamar mandi. Setelah ketahuan langsung kabur," kata J.
Menurut J, dirinya juga beberapa kali memergoki oknum perangkat desa tersebut berada di sekitar rumah dan diduga mengintip istrinya.
Namun saat itu ia belum memiliki bukti kuat sehingga persoalan hanya disampaikan ke pemerintah desa dan berakhir damai.
Kasus kembali mencuat setelah anak-anak J merekam dugaan pertemuan keduanya pada 15 Desember 2025.
Dalam rekaman itu, S disebut terlihat keluar dari kamar rumah korban sebelum melarikan diri.
"Sekarang ada rekaman video sebagai bukti," ungkapnya.
Setelah memperoleh bukti tersebut, J kembali mengadukan persoalan itu ke pemerintah desa.
Ia mengaku sempat memberi pilihan kepada oknum kasun untuk mengundurkan diri dari jabatan atau menghadapi proses hukum.
Namun karena tidak ada penyelesaian, keluarga akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi.
Laporan tersebut tercatat dalam laporan pengaduan Nomor LP/B/436/XII/2025/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 17 Desember 2025 terkait dugaan tindak pidana perzinahan.
Peristiwa yang menjadi dasar laporan disebut terjadi pada Senin, 15 Desember 2025. Saat itu, anak perempuan korban memergoki keberadaan seorang pria di dalam kamar ibunya.
Kecurigaan keluarga memuncak setelah pintu kamar terkunci dari dalam dan sosok pria tersebut kemudian keluar lalu melarikan diri melalui bagian belakang rumah.
Pihak kepolisian kini masih melanjutkan proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.
Masalah perselingkuhan belakangan ini semakin jadi sorotan publik, terlebih beberapa kasusnya melibatkan profesi tertentu.
Sebut saja yang baru-baru ini viral di media sosial terkait perselingkuhan antara pilot dan pramugari dari satu maskapai, hingga dokter koas yang bertugas di rumah sakit yang sama.
Belum lagi baru-baru ini banyak ulasan beredar mengenai riset terkait profesi tertentu yang rawan melakukan perselingkuhan.
Menurut survei terbaru yang dilakukan di Inggris, misalnya, disebutkan profesi seperti sales, guru, dan petugas kesehatan adalah profesi yang rentan selingkuh dari pasangannya, seperti dikutip dari Kompas.com.
Beberapa hal itu pun seolah membentuk stigma di masyarakat kalau orang-orang atau profesi tertentu berpotensi melakukan atau terjebak dalam perselingkuhan. Lantas, benarkah demikian?
Terlepas dari profesi para pelakunya, psikolog Ikhsan Bella Persada, M. Psi., dari situs konseling online yang berbasis di Jakarta mengatakan, perselingkuhan pada dasarnya tidak berkaitan secara langsung dengan profesi seseorang.
Masalah perselingkuhan bisa terjadi di antara individu karena dipicu oleh banyak faktor, mulai dari latar belakang, kondisi hubungan, pekerjaan hingga tingkat pendidikan, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun.
"Sebenarnya masalah perilaku selingkuh itu bisa disebabkan banyak faktor, jadi bukan berarti karena dia profesi A, pasti ada kemungkinan dia melakukan selingkuh," ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini.
Dengan kata lain, terjadinya perselingkuhan itu melibatkan banyak aspek dan tidak berkaitan dengan profesi tertentu.
Tetapi ada beberapa hal yang dikatakan Ikshan bisa memengaruhi seseorang yang untuk berselingkuh dari pasangan sahnya, antara lain:
1. Self esteem yang rendah
Perilaku selingkuh lebih sering dikaitkan dengan individu dengan self-esteem rendah.
Mereka akan terus menerus mencari peluang supaya dirinya merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.
"Contoh dia merasa tidak percaya diri karena pasangannya terlalu mandiri dan independen, jadi dia merasa kurang berharga, sehingga mencari alternatif agar tetap berharga dengan mencari pasangan lain yang bergantung padanya," tutur Ikhsan.
2. Kebutuhan tidak terpenuhi
Perselingkuhan lebih mungkin terjadi karena ada kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Misalnya, kebutuhan akan rasa cinta, rasa aman, kebutuhan seksual, kebutuhan akan apresiasi atau kebutuhan lainnya.
"Dia merasa pasangannya tidak memenuhi kebutuhan, sehingga pelaku mencari kebutuhan itu dari orang lain," tambahnya.
3. Tidak memiliki self-control yang baik
Self-control dapat menjadi faktor yang memengaruhi perilaku seseorang, termasuk kemungkinan terlibat dalam perselingkuhan.
Self-control merupakan kemampuan untuk mengelola, mengendalikan emosi.
Di dalam situasi yang rentan, misalnya ketidakpuasan dalam hubungan, mereka cenderung memilih "jalan pintas" demi memenuhi apa yang diinginkan.
"Padahal jika punya kontrol diri yang baik, mungkin dapat menahan dorongan negatifnya itu, mencari alternatif pemecahan masalah dan memilih untuk mengkomunikasikannya kepada pasangan apa yang dirasa perlu dilakukan untuk hubungan yang dijalani," tutup Ikshan.
(Banjarmasinpost.co.id/TribunJatim.com)