TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah blank spot karena belum memiliki SMA maupun SMK negeri, kini akhirnya memiliki sekolah menengah atas baru.
Pembangunan SMAN Kemalang telah rampung dan sekolah tersebut dipastikan segera membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Kehadiran sekolah baru ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Kemalang yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh demi melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Pembangunan unit sekolah baru (USB) tersebut disebut berlangsung relatif cepat.
Hal itu tidak lepas dari besarnya dorongan masyarakat setempat serta dukungan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam pengadaan lahan sekolah.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto mengatakan keberadaan sekolah baru ini merupakan jawaban atas aspirasi warga Kemalang yang sejak lama menginginkan SMA negeri di wilayah mereka.
Baca juga: Polemik Lomba Cerdas Cermat, Disdik Kalbar Sebut Speaker Error, MPR Minta Maaf & Nonaktifkan Juri
“Ini menjawab permintaan masyarakat, pak kadesnya meminta tahun ini buka SPMB," ujar Sunarto usai Kick Off Meeting Pengawasan SPMB di Semarang, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan sekolah tersebut didanai melalui APBD Jawa Tengah tahun 2025 sehingga izin operasionalnya telah terbit dan siap menerima peserta didik baru tahun ini.
"Saat ini SMAN Kemalang sudah jadi, karena ini sudah dibangun oleh APBD Jawa Tengah 2025, maka 2026 izin operasional sudah terbit, maka sudah SPMB tahun ini.”
Pada tahun ajaran perdana nanti, SMAN Kemalang akan membuka tiga rombongan belajar (rombel) bagi calon siswa yang tinggal di Kecamatan Kemalang dan sekitarnya.
“Ketentuan unit sekolah baru di dalam peraturan menteri adalah maksimal tiga rombel. Kami akan buka SPMB di sana nanti tiga rombel. Berarti itu 36 murid kali tiga rombel,” lanjutnya.
Sebelum adanya SMAN Kemalang, para pelajar usia SMA di wilayah tersebut diketahui harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terhubung dengan SMA Negeri 1 Karangnongko.
Kini, dengan hadirnya sekolah baru di wilayah kecamatan sendiri, para siswa diharapkan dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih mudah, dekat, dan nyaman.
“Insyaallah sampai tanggal 19 itu peresmian SMA Negeri Kemalang,” imbuhnya.
Baca juga: Disalahkan Juri Cerdas Cermat, Josepha Alexandra Kini Bernasib Mujur, Dapat Beasiswa S1 ke Tiongkok
Dengan itu, titik sekolah blank spot di Jateng berkurang menjadi 23 kecamatan.
Sunarto mendorong agar pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya belum memiliki SMA/SMK segera mengajukan lahan untuk pembangunan sekolah baru di titik blank spot.
“Pembangunan USB (di blank spot) itu Pak Gubernur berkomitmen situ. Maka kami dorong kabupaten/kota itu menyediakan tanah. Kalau sudah disediakan tanah oleh pemerintah kabupaten/kota, kami membangun sekolahnya dan menyediakan tenaga gurunya,” ungkapnya.
Saat ini Disdik Jateng megupayakan pembangunan SLB dan SMA/SMK di sejumlah daerah blank spot. Rencananya tahun ini SLB di Jepara akan mulai dibangun.
Bila tanah memenuhi syarat pengadaan USB, maka Pemprov akan mengalokasikan anggaran dari APBD.
“Kedua itu SLB di Wonosobo ini masih proses verifikasi tanah, tapi mereka sudah ajukan. Terus di Kabupaten Batang itu sudah mengusulkan SMA dan SLB, maka ini kami verifikasi. Sehingga kalau dipastikan siap bangun maka Pemprov hadir untuk membangun,” tegasnya.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Titis Anis Fauziyah)