TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kebahagiaan tengah dirasakan Sarjono (51), seorang peternak sapi asal Jati Wonokromo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.
Sapi yang diberi nama Mbah Iran itu merupakan jenis Peranakan Ongole (PO) dengan bobot mencapai sekitar satu ton.
Ukurannya yang besar dan kondisi fisik yang prima membuat sapi tersebut berhasil menarik perhatian hingga lolos sebagai hewan kurban pilihan presiden.
Bagi Sarjono, terpilihnya Mbah Iran menjadi sapi kurban Presiden Prabowo menjadi kebanggaan tersendiri setelah bertahun-tahun menekuni usaha peternakan.
Ia mengungkapkan, proses awal pemilihan sapi miliknya bermula dari pengajuan yang dilakukan dokter hewan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul.
Setelah melalui proses pemeriksaan, sapi tersebut kemudian diajukan ke tingkat pusat di Jakarta.
Baca juga: Polemik Lomba Cerdas Cermat, Disdik Kalbar Sebut Speaker Error, MPR Minta Maaf & Nonaktifkan Juri
"Awalnya dari dokter hewan yang mengajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, langsung dimasukkan ke Jakarta," kata Sarjono di Yogyakarta, Minggu (17/5).
Kabar terpilihnya Mbah Iran sebagai hewan kurban presiden pun membawa kebanggaan tidak hanya bagi Sarjono, tetapi juga warga sekitar.
Sapi jenis Peranakan Ongole memang dikenal memiliki postur tubuh besar dan kualitas yang baik sehingga kerap menjadi pilihan untuk hewan kurban berukuran jumbo.
Kini, Mbah Iran menjadi salah satu sapi yang mencuri perhatian menjelang perayaan Idul Adha 2026.
Sarjono mengetahui sapi miliknya terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo setelah dihubungi seorang utusan dari Jakarta melalui sambungan telepon pada Mei.
Setelah kabar itu diterima, petugas dari Dinas Pleret, Bantul, datang ke kandang untuk melakukan pengecekan langsung.
Petugas juga memberikan vitamin dan obat cacing agar kondisi sapi tetap sehat menjelang pengiriman.
"Selanjutnya dari Dinas Pleret (Bantul) survei ke sini dan memberi vitamin hewan serta obat cacing agar sapi sehat," katanya.
Baca juga: Disalahkan Juri Cerdas Cermat, Josepha Alexandra Kini Bernasib Mujur, Dapat Beasiswa S1 ke Tiongkok
Menurut Sarjono, Mbah Iran merupakan salah satu sapi klangenan yang sudah ia rawat selama dua tahun.
Ia membeli sapi itu ketika masih berusia sekitar tiga tahun.
Kini, usia Mbah Iran diperkirakan sudah mencapai lima tahun.
Sarjono mengaku bangga karena sapi rawatannya dibeli untuk kurban orang nomor satu di Indonesia.
"Senang, karena dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia, (dibeli) Rp 90 juta," kata Sarjono.
Nama Mbah Iran ternyata berasal dari pemilik sapi sebelumnya.
Sarjono mengatakan, sapi itu dulu ia beli dari seorang peternak asal Kebumen, Jawa Tengah, yang dikenal dengan nama Mbah Iran.
Sejak saat itu, nama tersebut melekat pada sapi tersebut.
"Dulu belinya saya dari Mbah Iran, terus saya namakan Mbah Iran," katanya.
Sarjono mengatakan, perawatan sapi kini dilakukan lebih khusus setelah Mbah Iran dipastikan menjadi hewan kurban Presiden Prabowo.
Ia rutin menjaga kebersihan sapi, memandikannya, serta memperhatikan pakan yang diberikan.
"Perawatan ya juga khusus sekarang semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo itu," katanya
Sarjono mengaku sudah memelihara sapi sejak kecil.
Saat ini, ia memiliki sekitar delapan ekor sapi di kandang dekat rumahnya.
Sarjono mengatakan, sapi miliknya juga pernah dilirik untuk dijadikan hewan kurban oleh mantan Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu.
Namun, saat itu, sapi tersebut belum lolos karena ada syarat yang belum terpenuhi.
"Dulu pernah itu untuk Pak Jokowi yang tahun berapa itu, tapi tidak lolos karena ada syarat yang belum terpenuhi," katanya.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Tri Indriawati)