Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi|Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Masyarakat Selamat Indah dan Desa Lawe Serke meminta Bupati Aceh Tenggara melalui dinas terkait untuk segera memperbaiki jembatan darurat yang terbuat dari kayu kelapa.
Jembatan itu berada di Desa Lawe Serke Kecamatan Lawe Sigala-gala menghubungkan ke Kampung Selamat Indah Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara.
Kondisi jembatan tersebut mulai lapuk dan dikawatirkan akan ambruk apabila tidak secepatnya diperbaiki dengan jembatan permanen.
Apalagi jembatan itu sarat vital masyarakat yang setiap saat melintas untuk menuju perkebunan dan ada yang membawa hasil bumi dari ladangnya untuk dipasarkan.
"Kami berharap jembatan ini diperbaiki karena setiap saat dilintasi masyarakat menuju ke perkebunan dan membawa hasil panen.
Jembatan berkonstruksi kayu ini dikawatirkan ambruk kalau tidak secepatnya diperbaiki," kata salah seorang warga Selamat Indah yang melintas di jembatan itu.
Sementara itu Camat Semadam, Diki Alfitra Desky SSTP kepada TribunGayo.com, Minggu (17/5/2026) mengatakan, jembatan itu menghubungkan Desa Lawe Serke menuju Selamat Indah.
Awalnya jembatan tersebut semi permanen. Namun, rusak akibat banjir.
"Lalu masyarakat dengan anggaran swakelola masyarakat membangun jembatan alternatif yang terbuat dari kayu agar memudahkan masyarakat melintas termasuk kendaraan bermotor," katanya.
Menurutnya, saat ini kondisi jembatan itu mulai miring atau rusak karena dilintasi truk.
Padahal jembatan itu hanyalah jembatan alternatif yang bebannya tidak bisa terlalu berat untuk dilintasi truk. (*)
Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara Turun, Hari Ini Tercatat Rp 57.000/Kg
Baca juga: Jelang Lebaran Idul Adha 2026, Harga Ikan Laut di Aceh Tenggara Melonjak
Baca juga: Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara Desak Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sahila Khairunisa