TRIBUNGORONTALO.COM – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, disebut dipicu meluapnya sungai utama setelah hujan terus mengguyur dalam beberapa hari terakhir.
Genangan masih terlihat di sejumlah titik pada Minggu (17/5/2026), meski air di beberapa lokasi mulai surut dibanding sehari sebelumnya.
Pantauan TribunGorontalo.com di Jalan Cendrawasih menuju Jalan Sultan Botutihe, air masih menggenangi badan jalan dengan ketinggian bervariasi.
Beberapa pengendara memilih putar balik karena khawatir kendaraan mogok saat menerobos banjir.
Di lokasi juga tampak warga memasang tali melintang di jalan sebagai penanda agar kendaraan tidak melintas di titik genangan yang dalam.
Aktivitas warga terlihat belum sepenuhnya normal.
Sebagian warga masih berdiri di depan rumah memantau kondisi air, sementara anak-anak tampak bermain di sekitar genangan.
Seorang warga Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Nurdin Ismail, mengatakan kondisi banjir mulai memburuk sejak kemarin.
Ia menyebut hujan yang terus turun menjelang sore dalam beberapa hari terakhir membuat debit air meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
“Banjir ini karena hujan yang terus mengguyur Kota Gorontalo dalam beberapa hari terakhir ketika menjelang sore,” ujar Nurdin.
Menurutnya, air yang menggenangi kawasan tersebut berasal dari sungai di sekitar lokasi.
“Air dari sungai sini,” katanya.
Nurdin menjelaskan, meski terdapat tanggul di sekitar sungai, banjir tetap terjadi karena sungai utama di sisi lain sudah penuh sehingga aliran air tidak dapat tertampung dengan lancar.
Akibatnya, air meluber hingga ke rumah-rumah warga.
“Soalnya yang di sungai sebelah itu full, sehingga air tidak turun,” ungkapnya.
Ia mengaku rumahnya juga terdampak banjir. Namun dirinya memilih tetap bertahan di rumah karena tidak memiliki tempat lain untuk mengungsi.
Menurut Nurdin, kondisi seperti ini sudah beberapa kali mereka alami saat banjir melanda wilayah tersebut.
“Tidak mengungsi, sudah biasa begini,” ujarnya.
Pantauan lainnya, beberapa rumah warga di sekitar bantaran sungai masih digenangi air di bagian halaman hingga teras rumah.
Meski demikian, sebagian warga mulai membersihkan rumah merks.
Nurdin menilai kondisi banjir tahun ini masih lebih baik dibanding tahun lalu yang disebutnya lebih parah dan membutuhkan waktu lama untuk surut.
Sementara itu, warga Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kadir Hilimi, juga mengaku terdampak banjir.
Air disebut sempat masuk ke bagian dapur rumahnya yang berada dekat sungai.
“Bagian dapur, rumah kami dekat sungai,” kata Kadir.
Meski air masuk ke rumah, ia memilih tidak mengungsi karena kondisi rumahnya masih bisa ditempati.
“Belum ada bantuan, cuma tadi malam ada makanan yang diantarkan,” pungkasnya.
Warga terdampak banjir di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, berharap adanya bantuan makanan dan kebutuhan lainnya di tengah kondisi genangan yang belum sepenuhnya surut.
Banjir yang terjadi akibat hujan dalam beberapa hari terakhir merendam sejumlah kawasan, termasuk Kelurahan Moodu dan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Meski sebagian air mulai surut pada Minggu (17/5/2026), aktivitas warga disebut belum kembali normal.
Pantauan TribunGorontalo.com di Kelurahan Heledulaa Selatan, genangan air masih terlihat di sejumlah ruas jalan lingkungan dan halaman rumah warga.
Beberapa warga tampak membersihkan rumah dari lumpur dan sisa sampah yang terbawa banjir.
Baca juga: 2.698 Warga Terdampak Banjir di Kota dan Kabupaten Gorontalo, Moodu Jadi Wilayah Terparah
Sementara di jalann, kendaraan masih tersendat karena banyak pengendara memilih melambat saat melintas di area yang masih tergenang.
Seorang warga Kelurahan Moodu, Nurdin Ismail, mengatakan hingga saat ini bantuan yang diterima warga masih sangat terbatas.
Ia mengaku baru sekali menerima bantuan makanan dan itu diberikan sehari sebelumnya.
“Namanya bantuan tetap kami harapkan,” ujar Nurdin.
Menurutnya, banyak warga tetap bertahan di rumah meski banjir merendam lingkungan mereka.
Ia sendiri memilih tidak mengungsi karena sudah terbiasa menghadapi kondisi serupa saat musim hujan dan tidak memiliki tempat lain untuk dituju.
“Tidak mengungsi, sudah biasa begini,” katanya.
Pantauan di lokasi, sebagian warga terlihat masih beraktivitas di tengah genangan air.
Ada yang berdiri di sekitar jalan memantau debit air, ada pula yang tetap membersihkanrumah yang terkena banjir.
Warga lainnya di Kelurahan Heledulaa Selatan, Kadir Hilimi, mengaku rumahnya juga terdampak banjir meski air hanya masuk ke bagian dapur.
“Bagian dapur, rumah kami dekat sungai,” ujar Kadir.
Ia mengatakan hingga kini belum ada bantuan lain yang diterima selain makanan yang diantarkan pada malam sebelumnya.
“Belum ada bantuan, cuma tadi malam ada makanan yang diantarkan,” pungkasnya. (*)