Turnamen MLSC Surabaya Seri 2 Tuntas, Dua Juara Baru Lahir Lewat Laga Sengit dan Adu Penalti
Hasiolan Eko P Gultom May 17, 2026 09:30 PM

MLSC Surabaya Seri 2 Tuntas, Dua Juara Baru Lahir Lewat Laga Sengit dan Adu Penalti

TRIBUNNEWS.COM - Penyelenggaraan turnamen sepak bola kelompok usia dini bertajuk MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 resmi mencapai puncaknya pada Minggu (17/5/2026). 

Turnamen sepak bola putri usia dini yang berlangsung di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, itu melahirkan dua juara baru, yakni SDN Pacarkeling V/186 B di kategori KU 12 dan SDN Manukan Kulon di kategori KU 10.

Baca juga: MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2, Coach Timo Puji Talenta Putri Kota Bengawan

Final Dramatis di Kategori KU 12

Partai final KU 12 mempertemukan SDN Pacarkeling V/186 B melawan SDN Manukan Kulon. Pertandingan berlangsung sengit hingga harus ditentukan lewat adu penalti.

SDN Manukan Kulon lebih dulu unggul melalui gol kapten tim Emily Zitara pada menit kelima. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum meski kedua tim saling melancarkan serangan.

SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-19 melalui tendangan keras Locita Waranggaini Olah Nismara. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai.

Pada babak adu penalti, kedua tim kembali bermain imbang 5-5.

Sesuai regulasi, penentuan pemenang dilanjutkan melalui coin toss untuk menentukan giliran penendang dan penjaga gawang. 

SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya memastikan kemenangan 6-5 setelah Darleine Maryam Khairunisa sukses menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor.

Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya yang mayoritas masih berusia 10 tahun.

“Saya tidak memprediksi bisa sampai final karena usia pemain rata-rata masih 10 tahun. Ini hasil kerja keras latihan jangka panjang dan mental para pemain yang luar biasa,” ujar Septyan.

Sementara itu, Locita yang terpilih sebagai Best Player KU 12 menyebut semangat pantang menyerah menjadi kunci kemenangan timnya.

“Waktu tertinggal 0-1 saya tidak menyerah. Kami terus menyemangati satu sama lain sampai akhirnya bisa menang,” kata Locita.

ADU PENALTI - Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 harus berlanjut ke babak adu penalti, bahkan hingga coin toss, untuk menentukan pemenang.

KU 10 Berlangsung Sengit dan Penuh Gol

Final kategori KU 10 juga berlangsung dramatis. SDN Manukan Kulon berhasil menjadi juara setelah mengalahkan SDN DR. Sutomo V/327 lewat adu penalti.

SDN DR. Sutomo V/327 sempat unggul cepat 2-0 melalui gol Shezan Azarine Fahima dan Nayla Nur Hafizah.

Namun SDN Manukan Kulon bangkit lewat aksi Keyvara Malayeka yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sebelum turun minum.

Di babak kedua, SDN DR. Sutomo V/327 kembali menjauh menjadi 3-1 lewat gol Adiba Utomo Putro.

Tapi Keyvara kembali tampil gemilang dengan mencetak dua gol tambahan untuk melengkapi hat-trick sekaligus menyamakan skor menjadi 3-3.

Skor imbang bertahan hingga waktu normal selesai dan pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. SDN Manukan Kulon akhirnya keluar sebagai juara setelah unggul dalam drama tos-tosan.

Keyvara mengaku motivasi dari pelatih membuat timnya tidak menyerah meski sempat tertinggal dua gol.

“Pelatih bilang jangan menyerah dan terus mengejar gol sampai akhirnya berhasil. Senang sekali bisa juara,” ujar Keyvara.

Bangun Ekosistem Sepak Bola Putri

Sebagai catatan, kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut diikuti 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya dan sekitarnya.

Total terdapat 73 tim KU 10 dan 77 tim KU 12 yang ambil bagian selama lima hari pelaksanaan sejak 12 Mei 2026.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas pemain di Surabaya cukup matang karena ditopang ekosistem sepak bola putri yang sudah berkembang selama beberapa tahun terakhir.

Menurut legenda Persebaya Surabaya itu, kompetisi seperti MLSC sangat penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia.

“Potensi anak-anak Surabaya sangat besar. Jika dibina dan dilatih dengan baik, mereka bisa berkembang luar biasa,” ujar Jacksen.

Ia berharap para pemain terus mendapatkan jam terbang melalui kompetisi maupun latihan rutin di sekolah sepak bola.

Senada dengan itu, Panitia Pelaksana MLSC 2025-2026, Edi Supriyanto, mengatakan pembinaan berjenjang menjadi kunci terciptanya ekosistem sepak bola putri yang kuat.

Perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Jawa Timur.

“Kompetisi seperti ini menjadi langkah besar untuk pembinaan sepak bola wanita di Jawa Timur dan Indonesia,” kata Arief.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025 - 2026:

Kategori Usia 10

Champion:   SDN Manukan Kulon 
Runner-up:   SDN DR. Sutomo V/327
Semifinalis:   SDN Ketabang I, SDN Ngagel Rejo I/ 396
Top Scorer:   Atsilah Dhia Syarafana (31 gol) - SDN Ngagel Rejo I/ 396
Best Player:   Keyvara Maleyeka - SDN Manukan Kulon
Best Goalkeeper:  Almahyra Sheza Arifin - SDN Manukan Kulon 
Fairplay Team:  SDN Sawahan 4 

Kategori Usia 12

Champion:   SDN Pacarkeling V/ 186 B
Runner-up:   SDN Manukan Kulon 
Semifinalis:   SDN Manukan Kulon II/499 B, SDN Tanah Kalikedinding I/251
Top Scorer:   Anindita Lesmana (29 gol) - SDN Manukan Kulon II/499 B
Best Player:   Locita Waranggaini Olah Nismara - SDN Pacarkeling V/186 B
Best Goalkeeper:  Ainur Fitriani - SDN Pacarkeling V/168 B
Fairplay Team:  SDN Pakis 1/368

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.