SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Rombongan Bhikkhu atau biksu dari empat negara yang tergabung dalam perjalanan spiritual "Indonesia Walk For Peace 2026" tiba di Mojokerto, pada Minggu (17/5/2026).
Perjalanan ini dalam rangka menyambut puncak peringatan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Kedatangan mereka disambut antusias oleh masyarakat Mojokerto, yang memenuhi tepi jalan raya meskipun cuaca begitu terik.
Warga tampak membawa bunga, makanan dan minuman untuk diberikan kepada para biksu yang melintas di depan rumah mereka.
Sebagai penghormatan, warga juga membentangkan bendera merah putih sebagai simbol keberagaman dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Baca juga: Rombongan Bhikkhu Indonesia Walk For Peace 2026 Singgah di Grahadi Surabaya
Rombongan biksu berjalan kaki sekitar 15 KM, dimulai dari Kelenteng Hok Sian Kion Kota Mojokerto menuju Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Trowulan.
Sebelumnya, para biksu menempuh perjalanan kaki dari Surabaya.
Para biksu sempat beristirahat di Balai Desa Watesumpak, Trowulan kemudian melanjutkan perjalanan pukul 14.00 WIB.
Setibanya di Maha Vihara Mojopahit pukul 15.53 WIB, para biksu disambut langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama Ketua Yayasan Lumbini Mahavihara Mojopahit, pejabat dan lainnya.
Ketua Yayasan Lumbini Mahavihara Mojopahit, Rudy Budiman mengatakan para biksu melakukan ritual berjalan kaki membawa pesan kedamaian khususnya untuk Indonesia dan perdamaian dunia.
"Indonesia Walk For Peace 2026, untuk menunjukkan jati diri mereka berjalan dengan penuh kesadaran. Untuk mengingatkan pada dunia khususnya Indonesia, bahwasanya kedamaian dan kebahagiaan itu adalah nomor satu" ujar Rudy.
Rudy mengungkapkan, para biksu yang bergabung dalam kegiatan tersebut dari empat negara, meliputi 43 biksu dari Thailand, 4 dari Malaysia, 3 dari Laos dan 8 biksu dari Indonesia.
"Jumlah semuanya adalah 58 Bikkhu," ungkapnya.
Baca juga: Penuh Kehangatan, Bhikkhu Jalan Kaki Disambut Antusias Ratusan Umat Buddha di Surabaya
Perjalanan Thudong ini ditempuh sekitar 660 KM, yang dimulai dari Brahma Vihara Arama di Buleleng, Bali, melintasi Jawa Timur, Jawa Tengah menuju Candi Borobudur.
Setibanya di Trowulan, para biksu telah menempuh separuh perjalanan menuju lokasi tujuan.
Rencananya para biksu akan beristirahat semalam di Vihara Mojopahit, dan esoknya melanjutkan perjalanan kaki menuju Jombang singgah di Pendopo dan Pondok Pesantren Tebu Ireng.
"Mungkin masih separuh perjalanan sampai di Maha Vihara Mojopahit, Trowulan dan besok pagi pelepasan ke Kabupaten Jombang," pungkas Rudy.
Ditambahkan Rudy, rombongan spiritual Indonesia Walk For Peace 2026 akan singgah semalam di Jombang, Nganjuk, Caruban (Madiun), Ngawi dan Sragen.
"Waktu itu kami dari Jawa Timur menyerahkan kepada Jawa Tengah dan berlanjut perkiraan 28 Mei sudah tiba di Borobudur, istirahat selama 3 hari. Kemudian, 31 adalah puncak Waisak" pungkas Rudy.
Baca juga: Momen Hangat di Katedral Surabaya, Bhikkhu Tudong Disambut Doa Bersama dan Pesan Damai
Warga Trowulan, Oktavia (29) mengaku dirinya penuh haru turut menyambut puluhan biksu dalam rangkaian perjalanan spiritual menyambut puncak Hari Raya Waisak di Candi Borobudur.
"Mungkin kita jarang ya melihat rombongan biksu yang jalan kaki, apalagi cuaca panas. Mereka hebat bisa menempuh perjalanan dari Bali ke Mojokerto sampai nanti tujuannya ke Borobudur," ucap Okta panggilan akrabnya.
Ia bangga Mojokerto terutama Trowulan menjadi salah satu tempat singgah biksu.
"Ya bangga Mojokerto selalu jadi tempat penting. Semoga perjalanan spiritual lancar dan selamat sampai tujuan," tutupnya. .