Tiga CJH Kabupaten Tulungagung Gagal Berangkat, 1.175 Jemaah Dilepas Plt Bupati Ahmad Baharudin
Rendy Nicko May 17, 2026 09:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengibarkan bendera start sebagai penanda pemberangkatan bus Calon Jemaah Haji (CJH), Minggu (17/5/2026) sore di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Rombongan pertama yang berangkat ini adalah kelompok terbang (Kloter) 102 embarkasi Surabaya.

Sedangkan Kloter 103, 104, dan 105 akan diberangkatkan pada Minggu malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

“Total jemaah haji kita yang berangkat sebanyak 1.175 orang. Dan 3 orang yang gagal berangkat,” jelas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tulungagung, Suryani.

Baca juga: Dikenal Humanis, Ini Profil Letkol Dhavid Dandim 0809/Kediri yang Dituding Terlibat Jual Beli KDKMP

Lanjutnya, sebelumnya ada 1.178 CJH yang siap berangkat, namun 1 orang meninggal dunia.

Sedangkan 1 CJH opname di rumah sakit sehingga istrinya yang juga CJH juga memutuskan tidak berangkat.

Dengan demikian dari 1.178 yang siap berangkat, tersisa 1.175 orang yang jadi berangkat.

Sebelumnya ada CJH dari Kabupaten Tulungagung berangkat ikut Kloter 32 dan 34, masing-masing 2 orang.

Selain itu ada 6 orang CJH Kabupaten Tulungagung yang bergabung dengan Kloter 112.

“Kloter 102 ini rencana masuk asrama haji pukul 8 malam. Terbang besok pukul 9 malam,” ungkap Suryani.

Sementara Kloter 103 masuk asrama haji Senin (18/5/2026) pukul 06.00 WIB, dan akan langsung terbang.

Sedangkan Kloter 104 masuk asrama haji Hari Senin pukul 06.25 WIB, dan akan langsung terbang.

Sedangkan Kloter 105 bersama CJH Kabupaten Trenggalek, diperkirakan terbang pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Ada 12 calon jemaah haji kita yang menggunakan kursi roda. Ini bukan kursi roda yang melekat, jadi tidak dipakai selama dalam perjalanan,” tambah Suryani.

Secara umum, calon jemaah haji diminta untuk menjaga kesehatan, terutama detik-detik menjelang keberangkatan.

Baca juga: Bupati Mas Ipin Terkesan Trenggalek Menari: Terus Ngrembaka dan Nyawiji

Suryani berharap tidak ada lagi CJH yang tertunda karena alasan kondisi kesehatan.

Diakuinya, banyak CJH yang menerima tamu sebelum berangkat sehingga tidak ada waktu untuk istirahat.

“Tamunya terus berdatangan sehingga waktu istirahatnya kurang. Padahal mereka harus jaga kondisi,” tegasnya.

Suryani berpesan kepada CJH untuk menjaga kesehatan selama di tanah suci karena waktunya mepet. Ibadah-ibadah sunah bisa dikerjakan setelah haji selesai. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.