Awal Mula Kulit Wanita 68 Tahun Jadi Hitam usai Minum Antibiotik untuk Jerawat
GH News May 18, 2026 08:08 AM
Jakarta -

Seorang wanita berusia 68 tahun di Amerika Serikat mengalami kondisi medis yang langka usai mengonsumsi antibiotik. Hal itu dilakukan untuk mengobati peradangan kulit di wajahnya.

Awalnya, wanita tersebut diresepkan antibiotik oral jenis Minosiklin (minocycline) dengan dosis 100 mg per hari. Dikutip dari Live Science, obat itu untuk mengatasi gejala rosacea atau kondisi peradangan kronis yang menyebabkan wajah memerah dan timbul bintil-bintil kemerahan mirip jerawat.

Obat minosiklin dipilih karena memiliki efek antiinflamasi yang kuat untuk meredakan penyakit tersebut. Namun, dalam waktu dua minggu setelah rutin mengonsumsinya, muncul gejala yang aneh.

Muncul bercak gelap mulai terlihat. Dalam waktu enam minggu, bercak tersebut meluas ke seluruh lengan dan kaki yang mirip dengan memar.

Warna yang muncul mulai dari biru tua keunguan hingga hitam pekat.

Jalani Pemeriksaan ke Dokter

Ketika menjalani pemeriksaan fisik, dokter menemukan adanya 'hiperpigmentasi' biru dan abu-abu di bagian tulang kering, lengan bawah, hingga ke sisi samping lidahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang ditulis oleh Aari Maharaj dari University of Florida, wanita tersebut didiagnosis mengalami Hiperpigmentasi Terinduksi Tipe II. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna abu-abu pada kulit normal di area luar lengan dan kaki.

Sebenarnya, efek samping perubahan warna kulit akibat obat ini sudah diketahui dalam dunia medis. Tetapi, di kasus ini tergolong sangat unik karena prosesnya yang instan.

"Kondisi ini biasanya baru berkembang setelah berbulan-bulan menjalani pengobatan (jangka panjang). Namun dalam kasus yang jarang terjadi, bisa muncul dalam durasi pengobatan yang sangat singkat," tulis laporan yang dipublikasi dalam jurnal medis The New England Journal of Medicine.

Hal ini terjadi karena hasil pembuangan atau metabolit dari antibiotik tersebut mengikat zat besi di dalam tubuh, lalu menumpuk di dalam sel imun kulit. Obat ini memicu sel penghasil melanin atau pigmen warna kulit menjadi terlalu efektif, sehingga menciptakan gumpalan pigmen gelap yang tertinggal di jaringan kulit.

Proses Pemulihan yang Lama

Dalam kasus ini, tim dokter meminta pasien untuk segera menghentikan konsumsi Minoskilin. Pasien juga disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari, karena sinar ultraviolet dapat memperburuk kondisi pigmen gelap tersebut.

Setelah enam minggu pengobatan dihentikan dan dilakukan evaluasi selama setengah tahun, bercak-bercaknya mulai memudar meski terlihat jelas. Dalam dunia medis, pigmentasi gelap di kulit memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sampai bisa hilang total setelah berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Bahkan, di beberapa kasus, perubahan warna kulit bisa bersifat permanen dan tidak akan hilang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.