Suami Bacok Istri Hingga Tewas di Depan Ibu Mertua, Dilakukan Usai Jemput Anak, Setahun Pisah Rumah
Murhan May 18, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang suami tega membacok istrinya sampai tewas. Ini terjadi di Dusun Krajan, Desa Ngaren, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Minggu (17/5/2026) siang.

Dalam peristiwa itu, korban berinisial DRS, ibu dengan dua anak.

Sementara terduga pelaku berinisial K yang bermukim di Desa Traji, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Menurut Kepala Dusun Krajan Abdulah Safii, K datang ke rumah korban sebanyak dua kali.

Yang pertama dia menjemput kedua anaknya dan membawa mereka ke rumah K di Desa Traji.

Begitu sampai ke rumah DRS kembali, K diduga membacok korban di ruang tamu.

Baca juga: Ibu Aniaya Anak Kandung Hingga Tewas, Mulut Disumpal Rambut, Berdalih Pengobatan Spiritual Korban

"Mereka sudah tidak tinggal bersama satu tahunan lebih. Kejadian jam 12-an tadi," ucapnya kepada Kompas.com, Minggu.

Menurut Abdulah, saat kejadian, korban sedang bercengkerama dengan ibunya di teras rumah.

Setelah membacok korban, K disebut kabur dengan menggunakan sepeda motor.

Adik DRS, Faza (18) sempat mengejar kakak iparnya itu tapi tidak tertangkap.

"Saya lagi di kamar. Saya dengar ibu saya teriak-teriak minta tolong. Ternyata kakak sudah (terluka)," ujarnya.

Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Putra mengonfirmasi terduga pelaku pembunuhan masih buron.

Komang menjelaskan, DRS dan K merupakan pasangan istri dan suami.

"Terduga pelaku memakai sabit," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa DRS meninggal di tempat setelah mengalami luka pada leher dan pundak.

Cekik Istri

Kasus lain, pembunuhan yang terjadi antara suami dan istri juga terjadi di tempat lain. Kini, istri dicekik suami sampai tewas.

Hal ini menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial IK (30) di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Dia tewas dicekik oleh Jauhari (35), suaminya, lantaran dipicu status media sosial korban.

Kini, Jauhari sebagai pelaku tunggal atas kejadian tersebut dibawa ke Polres Pagar Alam untuk diperiksa. 

Menurut Kasat Reskrim Polres Pagar Alam AKP Angga Kurniawan, kejadian tersebut berlangsung di Gang Cempaka, RT 20, RW 10, Kelurahan Nendagung pada pukul 20.30 WIB, Kamis (14/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, kejadian itu bermula saat IK dan Jauhari terlibat cekcok terkait status media sosial korban.

Keributan itu membuat pelaku menjadi emosi hingga akhirnya mencekik leher istrinya sampai tewas di tempat.

“Setelah kejadian pelaku menghubungi ketua RT setempat untuk mengakui perbuatannya. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke kami sehingga malam itu juga langsung ke TKP,” kata Angga, Jumat (15/5/2026).

Saat polisi tiba, Jauhari langsung dibawa petugas tanpa perlawanan.

Barang bukti di lokasi kejadian berupa baju, ponsel dan kalung milik korban kini diamankan polisi untuk mengungkap kasus tersebut.

Sementara itu, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Dugaannya terkait status WA yang menjadi pemicu keributan, namun kami masih mendalami apakah ada faktor lain dari peristiwa ini,” ujarnya.

Selain itu, petugas mengumpulkan keterangan para saksi yang berada tak jauh dari tempat tinggal korban.

Seluruh keterangan itu dikumpulkan untuk mengungkap motif pembunuhan itu secara jelas.

“Kami juga masih menunggu hasil visumnya seperti apa, termasuk keterangan saksi yang lain,” ucap Angga. 

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.