Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Deretan sapi kurban berukuran jumbo tampak memenuhi sebuah kandang penjualan hewan kurban di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/5/2026).
Namun bukan hanya ukuran sapi yang mencuri perhatian warga, melainkan kehadiran para Sales Promotion Girl (SPG) dan pekerja kandang yang tampil nyentrik bak koboi di film-film Amerika.
Mengenakan topi koboi, kemeja flanel kotak-kotak, syal merah hingga sepatu boots, para 'koboi sapi' itu sukses membuat lokasi penjualan hewan kurban ramai dikunjungi warga.
Baca juga: Hewan Kurban di Purwakarta Terancam, Tiga Sapi Bergejala PMK Diisolasi
Banyak pengunjung sengaja datang untuk berfoto selfie sebelum mengunggahnya ke media sosial.
Pantauan Tribun di lokasi memperlihatkan suasana kandang yang berbeda dari biasanya.
Di pintu masuk terlihat spanduk besar bertuliskan 'Supplier Sapi Potong, Supplier Daging Sapi, Supplier Sapi Qurban'.
Tepat di samping kandang, seorang wanita berpakaian ala koboi berdiri sambil membawa papan promosi penjualan sapi kurban.
Di dalam kandang, beberapa SPG tampak berinteraksi langsung dengan sapi-sapi berukuran besar.
Ada yang mengelus kepala sapi, memberi makan rumput, hingga menemani pengunjung melihat-lihat sapi kurban dari dekat.
Salah seorang pengunjung, Novi (44) mengaku, sengaja datang karena penasaran dengan konsep koboi sapi yang viral di media sosial.
“Karena katanya di sini penjualnya pakai style koboi gitu loh, SPG koboi. Makanya penasaran. Ternyata lucu ya, unik,” ujar Novi, saat diwawancarai di lokasi, Minggu (17/5/2026).
Ia mengaku baru pertama kali melihat penjualan hewan kurban dengan konsep seperti itu.
“Baru, baru pertama kali lihat yang begini,” ucapnya.
Tak hanya melihat-lihat, Novi mengaku tertarik membeli sapi kurban karena kondisi kandang dinilai bersih dan sapi-sapinya terlihat sehat.
“Mau lihat-lihat, mau beli juga. Sapinya juga oke-oke. Di samping sapinya bagus, tempatnya unik, bersih juga. Sehat-sehat sepertinya, lucu, keren,” jelas dia.
Menurutnya, konsep koboi tersebut menjadi daya tarik tersendiri dibanding tempat penjualan sapi lainnya.
Baca juga: DPRD Jabar Pastikan Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariat dan Standar Kesehatan
“Unik, iya. Nambah daya tarik,” katanya.
Tak hanya menghadirkan konsep koboi, kandang penjualan sapi itu juga memiliki sapi jenis Simmental berukuran jumbo yang menjadi perhatian pengunjung.
Sapi berukuran besar tersebut bahkan dapat dinaiki dengan pengawasan khusus.
Pemilik usaha penjualan hewan kurban, Abung Kusman mengatakan, konsep koboi sengaja dibuat agar menarik perhatian masyarakat.
“Karena di tempat lain belum ada yang pakai style koboi seperti ini. Kita sengaja bikin biar orang penasaran, ‘Oh ini ada apa nih kok rame?’,” ujar Kusman.
Ia mengaku terinspirasi dari konsep peternakan luar negeri yang identik dengan koboi penggiring sapi.
“Kalau di peternakan luar kan ada koboi buat giring sapi. Nah, kita terapin di sini,” ucapnya.
Menurut Kusman, strategi tersebut terbukti efektif mendatangkan pengunjung sekaligus calon pembeli sapi kurban.
Untuk harga, ia menyebut sapi yang dijual dibanderol mulai Rp 16 juta hingga lebih dari Rp 120 juta tergantung jenis dan ukuran sapi.
“Jenisnya ada Simmental, Brahman, PO, Limosin, Pegon, sapi Bali, Madura, ada semua. Tergantung request shohibul qurban,” jelas dia.
Ia juga memastikan, seluruh sapi dalam kondisi sehat karena telah menjalani vaksinasi untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Sebelum masuk kandang kita vaksin dulu buat menghindari PMK. Kalau ada gejala langsung kita obati. Jadi dijamin kesehatannya,” katanya.
Bahkan, pihaknya memberikan garansi bagi pembeli jika kondisi sapi mengalami penurunan bobot sebelum hari penyembelihan.
“Kalau pas hari H sapinya kurus, kita ganti yang lebih gemuk sesuai kondisi awal waktu dibeli,” ujarnya.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden RI dari Ciamis: Si Bison Tembus 1,15 Ton dan Dirawat Khusus 2 Orang
Sementara itu, salah seorang SPG koboi bernama Putri Salsabila mengaku pengalaman bekerja di kandang sapi menjadi hal baru baginya.
Biasanya ia bekerja di ruangan ber-AC, namun kali ini harus beraktivitas langsung di area kandang.
“Biasanya kan tempatnya AC, ruangan ber-AC. Tapi di sini beda, lumayan bau kata orang-orang. Tapi kita harus enjoy aja sih,” ucap Putri, sambil tertawa.
Meski sempat merasa gugup, Putri mengaku menikmati pekerjaannya sebagai SPG koboi.
“Deg-degan juga sih, tapi seru. Jadi pengalaman pertama saya,” jelas dia.
Belakangan diketahui, kandang yang mampu menampung sekitar 60 sapi itu kini telah terisi lebih dari setengah jumlah pemesanan jelang Idul Adha.
Adapun harga sapi yang ditawarkan berkisar antara Rp 16 juta hingga Rp 100 juta lebih, bergantung jenis dan ukuran sapi pilihan pembeli.