Tribunlampung.co.id, Palembang - Pratu Ferischal Alfarizky Albesa, personel Denkesyah 02.04.04 Palembang, sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Permata Palembang setelah menjadi korban penembakan di Panhead Cafe, Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Prawira Negara, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Meski mendapat tindakan medis, nyawa Pratu Ferischal tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kodam II/Sriwijaya membenarkan insiden penembakan yang menewaskan anggota TNI berusia 23 tahun itu.
Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, menyampaikan bahwa Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini.
Menurut Letkol Inf Yordania, Denpom 2/IV Palembang kini tengah memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, menelaah rekaman CCTV, melakukan autopsi, mengumpulkan barang bukti, hingga mengambil data dari ponsel saksi.
Koordinasi dengan Polda Sumsel juga terus dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan transparan.
"Proses ini membutuhkan waktu. Untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama," jelasnya.
Peristiwa ini diduga bermula dari senggolan antara Pratu Ferischal dan seorang rekan sesama anggota TNI, RN, saat berjoget di kafe.
Bentrokan itu berujung pada pengambilan senjata oleh RN, yang kemudian menembak Pratu Ferischal sekali pada perut bagian kanan.
Korban langsung dilarikan ke RS Permata untuk tindakan medis, namun nyawanya tak tertolong.
Kapolsek IB I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, menegaskan kronologi evakuasi korban.
"Sesampai di sana (RS Permata), kita langsung memberikan tindakan medis, namun korban akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak pada perut sebelah kanan," ujarnya.
Hingga saat ini, pelaku penembakan telah diamankan dan kasus masih dalam proses pemeriksaan.
Yordania menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara mendalam untuk mengungkap seluruh fakta di lapangan.
Dalam langkah antisipatif, Pangdam II/Sriwijaya juga menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam untuk meningkatkan pengawasan internal.
"Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pangdam telah menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam II/Sriwijaya melaksanakan pengawasan dan pengendalian di satuannya secara optimal," pungkas Letkol Inf Yordania.
Sumber: TribunSumsel.com