SURYA.co.id – Nama Kamaruddin Simanjuntak kembali menjadi perhatian publik setelah video terbaru dirinya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, pengacara senior yang pernah menjadi sorotan saat menangani kasus Ferdy Sambo itu tampak terbaring lemah di atas kasur sambil menggunakan alat bantu pernapasan.
Video tersebut memicu beragam reaksi warganet karena kondisi fisik Kamaruddin dinilai jauh berbeda dibanding saat dirinya aktif tampil di televisi dan konferensi pers beberapa tahun lalu. Banyak publik mengaku terkejut melihat perubahan penampilannya yang kini tampak lebih kurus dan pucat.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang wanita mencoba mengajak Kamaruddin berbicara untuk memastikan kondisinya.
"Bapak, siapa namanya, Pak?," tanya seorang wanita, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
"Kamaruddin," jawabnya.
Wanita tersebut kemudian meminta Kamaruddin Simanjuntak mengangkat kedua tangannya. Meski terlihat lemas, ia masih mampu mengikuti instruksi tersebut.
Dalam rekaman itu, lengan kiri Kamaruddin tampak terpasang jarum infus, sedangkan tangan kanannya dipasangi alat pengukur saturasi oksigen.
Ia juga terlihat menggunakan selang oksigen di bagian hidung untuk membantu pernapasan.
"Apa keluhannya sekarang, Pak?," tanya wanita itu lagi.
Kamaruddin tampak berpikir sejenak sebelum menjawab. Terdengar pula suara wanita lain yang berbisik pelan di dekatnya.
"Mual, sesak," jawabnya.
Baca juga: Ingat Kamaruddin Simanjuntak yang Pernah Lawan Ferdy Sambo? Penampilannya Kini Jadi Sorotan
Nama Kamaruddin Simanjuntak sempat masuk dalam trending topic media sosial pada Selasa (12/5/2026).
Perhatian publik tertuju pada kondisi kesehatannya setelah sejumlah video memperlihatkan dirinya dijenguk rekan-rekan dekat.
Salah satu video yang diunggah akun X BangPino__ memperlihatkan Kamaruddin duduk sambil mendengarkan ucapan orang-orang di sekitarnya.
Dalam momen tersebut, ia terlihat lebih banyak diam dan hanya sesekali tersenyum serta menganggukkan kepala.
Penampilan terbaru itu langsung memancing beragam komentar dari netizen.
Banyak yang membandingkan kondisi Kamaruddin saat ini dengan penampilannya dahulu ketika aktif menangani kasus-kasus besar dan tampil percaya diri di depan publik.
Sebelumnya, Kamaruddin dikenal memiliki tubuh lebih berisi dengan raut wajah yang segar saat sering muncul dalam berbagai wawancara media maupun konferensi pers.
Beredar informasi bahwa Kamaruddin Simanjuntak tengah menjalani pemulihan akibat sakit. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait detail penyakit atau kondisi kesehatan yang dialaminya.
Dalam video viral tersebut, salah satu rekan Kamaruddin juga menyampaikan doa dan dukungan untuk kesembuhannya.
"Pak Kamaruddin semakin hari semakin sehat, semakin segar, Puji Tuhan. Bahwa kabar-kabar yang dulu menyatakan dia meninggal, penyakitnya lah yang meninggal. Sekarang sudah hidup baru ya pak Kamaruddin," ungkap teman Kamaruddin, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah isu yang sempat beredar di media sosial mengenai kabar meninggalnya Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin Simanjuntak adalah advokat, pengacara, dan politikus yang berasal dari Tapanuli, Sumatra Utara (Sumut).
Ia lahir di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumut, pada 21 Mei 1974.
Nama Kamaruddin Simanjuntak mencuat setelah dirinya menjadi pengacara untuk membela Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dia ditunjuk Samuel Hutabarat, ayah mendiang Brigadir J, untuk menjadi kuasa hukum dalam kasus tewasnya sang anak di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Kamaruddin Simanjuntak mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Siborongborong.
Praktisi Hukum di Firma Hukum Viktoria ini lulus SMA pada tahun 1992.
Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Universitas Kristen Indonesia.
Di kampus tersebut, dia masuk Fakultas Hukum pada tahun 2000.
Sebelum menjadi pengacara terkenal, Kamaruddin Simanjuntak sempat bekerja serabutan untuk bertahan hidup di Jakarta.
Pada 1993, pria berkumis itu bekerja sebagai costumer service di sebuah restoran.
Setelah menjadi costumer service, ia menjajal menjadi seorang sales.
Setelah melewati pahit getirnya perjalanan hidup, Kamaruddin akhirnya bisa kuliah hukum di Universitas Kristen Indonesia.
Dia baru bisa kuliah untuk menggapai cita-citanya menjadi pengacara pada tahun 2000.
Selama kariernya sebagai pengacara, Kamarudin Simanjuntak pernah menangani beberapa kasus ternama di tanah air.
Ia pernah menjadi kuasa hukum Muhammad Kece yang terjerat kasus penodaan agama.
Selain itu, dia juga pernah menjadi kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri saat berseteru dengan Fadlan Muhammad pada 2016.
Sukses menjadi pengacara, Kamaruddin Simanjuntak kemudian mendirikan partai politik bernama Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera (PDRIS).
Ia mendirikan partai tersebut pada 7 Juli 2020 dan menjadi Ketuam Umum PDRIS.
Sosok Kamaruddin Simanjuntak pernah viral di tahun 2022 lalu.
Kamaruddin jadi sorotan lantaran menjadi pengacara keluarga Brigadir J.
Lantang di persidangan, Kamaruddin tak gentar membongkar aksi pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap kliennya, Brigadir J alias Yosua.
Kamaruddin ngotot menyebut bahwa yang jadi dalang di balik kematian Yosua adalah Ferdy Sambo.
Hingga akhirnya majelis hakim pun memutuskan vonis berat untuk mantan Kadiv Propam Polri tersebut.
Hakim memvonis Ferdy Sambo dengan hukuman mati dalam kasus pembunuhan berencana Yosua.
Sementara istri Sambo, Putri Candrawathi divonis penjara 20 tahun.
Perjuangannya membela keluarga Brigadir Yosua tak sia-sia, Kamaruddin mengurai responnya usai mendengar vonis Sambo pada Februari 2023 lalu.
Kamaruddin menyesalkan Sambo dan Putri yang ogah mengakui perbuatannya membunuh Yosua.
"Soal putusan hukuman mati Ferdy Sambo, pertama saya sedih dan menangis. Tahun lalu saya menawarkan kepada Ferdy Sambo bahkan dan Putri Candrawathi supaya menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga," ungkap Kamaruddin tiga tahun lalu.
"Coba dia dengar saran saya. Saya sudah meminta waktu saat itu, tetapi tidak direspons karena kecongkakannya," sambungnya.
Kala itu Kamaruddin sangat bersyukur karena aksinya membela keluarga Yosua didukung penuh rakyat Indonesia.
"Ini adalah titik balik bahwa Indonesia harus bangkit dan berdiri lawan segala kezaliman, lawan kejahatan, lawan mafia hukum. Kita harus bersatu padu," imbuh Kamaruddin.