Rekam Jejak Profesor Sigit yang Diminta Prabowo Buat Mobil Kepresidenan Berbahan Kaca, Asli Pacitan
Musahadah May 18, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah rekam jejak Sosok Profesor Sigit Puji Santosa, Direktur Utama PT Pindad yang diminta Presiden Prabowo Subianto untuk membuatkan mobil khusus kepresidenan yang berbahan kaca agar ia dapat terlihat saat sedang menyapa rakyat.

Permintaan Prabowo itu diucapkan saat berpidato di acara peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). 

Mulanya, Prabowo mengaku kelelahan karena harus terus-terusan berdiri di sunroof mobil untuk menyapa dan menyalami masyarakat yang menyambutnya ketika berkunjung ke suatu daerah.

“Karena rakyat begitu banyak di pinggir jalan, masa Presiden di dalam kendaraan? Kan enggak lucu. Terpaksa aku berdiri, benar enggak? Benar aku berdiri, si rakyat kita itu mau kasih tangan, masa kita enggak kasih tangan? Jadi aku coba kasih tangan,” ujar Prabowo.

Meski lelah, Prabowo mengaku senang dan terharu setiap berkunjung ke daerah dan disambut oleh masyarakat.

Baca juga: Setuju dengan Pernyataan Prabowo Soal Orang di Desa Gak Pakai Dolar, Ini Sosok Mukhamad Misbakhun

Ia pun memaklumi masyarakat yang begitu bersemangat menyambut dirinya bahkan sampai harus menunggu berjam-jam di bawah teriknya matahari.

Prabowo juga berseloroh bahwa dirinya perlu menggunakan minyak khusus setelah berjabat tangan dengan banyak orang.

“Tapi, aduh ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya tuh keras-keras. Rupanya deh, rupanya Jawa Timur banyak petaninya ya, Bu, ya, emak-emaknya juga keras tangannya. Habis dua-tiga kali kunjungan, waduh harus pakai minyak khusus aku. Tapi itulah risiko,” kata dia.

Oleh karena itu, Prabowo mencetuskan ide agar Pindad membuat desain khusus mobil presiden yang berbahan kaca.

Ia ingin mobil itu menyediakan kursi untuknya duduk, tetapi didesain agar seolah-olah ia sedang berdiri menyapa masyarakat.

Prabowo pun menyinggung usianya yang sudah 75 tahun tetapi masih ingin menyapa masyarakat yang ramai-ramai menunggunya.

“Ini saya lagi mikir minta Pindad, mana itu Profesor Sigit (Sigit P Santosa, Direktur Utama Pindad)? Ada Sigit? Enggak ada. Coba didesain mobil khusus untuk Presiden, pakai kaca gitu, yang ada kursi tapi kelihatan aku berdiri gitu loh. Boleh dong? Eh gue ini sudah 75 tahun nih gila, tapi aku kasihan rakyat menunggu lama ya. Tapi saya semangat,” imbuh Prabowo.

Siapakah Profesor Sigit? 

Dikutip dari pindad.com, Profesor Sigit memiliki nama lengkap Sigit Puji Santosa. 

Sigit lahir di Pacitan, menyelesaikan pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Mesin pada 1991. 

Dia lalu melanjutkan pendidikan di Department of Mechanical Engineering di Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, dan menyelesaikan program master (1997) dan doktor (1999).

Sebelum menduduki jabatannya sekarang, Sigit pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama merangkap Direktur Teknologi dan Pengembangan (2023), General Motors Co, USA, menduduki jabatan sebagai EGM pada pengembangan produk kendaraan EV/PHEV (2010-2013).

Kemudian bergabung sebagai staf di ITB sejak tahun 2014 dan menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB (LPIK-ITB) tahun 2018 hingga 2021.

Sigit diangkat sebagai Direktur Utama berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-300/MBU/12/2024 dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Len Industri selaku Pemegang Saham PT Pindad Nomor: 009/KRUPS/LEN-PINDAD/XII/2024 tanggal 16 Desember 2024.

Sigit sendiri memiliki lima titel akademis, rinciannya:

Dr. merupakan gelar akademik doktor yang menunjukkan bahwa Sigit telah menyelesaikan pendidikan jenjang doktoral atau strata tiga (S3).

Gelar ini diperoleh setelah menyelesaikan riset ilmiah dan mempertahankan disertasi di perguruan tinggi.

Ir. adalah singkatan dari Insinyur, gelar profesi di bidang teknik yang diberikan kepada lulusan pendidikan teknik.

Gelar ini menandakan kompetensi dan keahlian profesional dalam disiplin ilmu keteknikan.

MSME merupakan singkatan dari Master of Science in Mechanical Engineering, yaitu gelar magister di bidang Teknik Mesin.

Gelar ini menunjukkan bahwa ia telah menyelesaikan pendidikan tingkat master pada bidang rekayasa mekanik.

Sc.D. adalah singkatan dari Doctor of Science, gelar doktor sains yang umumnya diberikan oleh perguruan tinggi internasional, termasuk Massachusetts Institute of Technology.

Gelar ini setara dengan doktoral (Ph.D.) dan menandakan pencapaian akademik tingkat tinggi di bidang sains dan teknologi.

IPU merupakan singkatan dari Insinyur Profesional Utama, yaitu sertifikasi profesi insinyur tertinggi di Indonesia yang diberikan oleh organisasi profesi keteknikan.

Gelar ini menunjukkan pengakuan atas pengalaman, kompetensi, serta profesionalisme tinggi dalam bidang keinsinyuran.

Harta Kekayaan

Sigit memiliki harta kekayaan mencapai Rp7.845.000.000.

Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024.

Berikut rincian lengkapnya:

Tanah dan Bangunan Rp10.831.000.000

Tanah dan Bangunan seluas 240 M2/225 M2 di Kab/Kota Bandung Barat, hasil sendiri Rp2.700.000.000

Tanah dan Bangunan seluas 27 M2/29 M2 di Kab/Kota Bandung, hasil sendiri Rp550.000.000

Tanah dan Bangunan seluas 30 M2/30 M2 di Kab/Kota Tangerang, hasil sendiri Rp462.000.000

Tanah dan Bangunan seluas 1.065 M2/500 M2 di Kab/Kota Pacitan, Rp1.700.000.000

Tanah dan Bangunan seluas 240 M2/200 M2 di Kab/Kota Bandung, hasil sendiri Rp5.419.000.000

Alat Transportasi dan Mesin Rp390.000.000

Mobil, Chevrolet Trax Tahun 2018, hasil sendiri Rp160.000.000

Mobil, Honda HRV Tahun 2020, hasil sendiri Rp230.000.000

Harta Bergerak Lainnya Rp455.000.000

Surat Berharga Rp----

Kas dan Setara Kas Rp660.000.000

Harta Lainnya Rp----

Sub Total Rp12.336.000.000

Utang Rp4.491.000.000

Total Harta Kekayaan (II-III) Rp7.845.000.000

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.