Pelecehan di Tengah Kemeriahan Surabaya Vaganza 2026, Pria Undaan Babak Belur Dihajar Massa
Sarah Elnyora Rumaropen May 18, 2026 11:45 AM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Febrianto Ramadani/Bobby Koloway

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Di tengah gemerlap dan suksesnya gelaran Surabaya Vaganza 2026 yang menyedot perhatian ribuan warga, sebuah insiden kriminal menodai festival tahunan tersebut pada Sabtu (16/5/2026) malam.

Seorang pria paruh baya berinisial IRF (40), warga Undaan, babak belur diamuk massa setelah nekat melakukan aksi pelecehan asusila terhadap seorang gadis di bawah umur.

Tindak kejahatan yang memanfaatkan situasi padat penonton ini, terjadi di kawasan Jalan Kenari, Kecamatan Genteng, tepatnya di pertigaan samping Hotel Majapahit, saat korban tengah asyik menikmati parade lampu.

Kemeriahan Surabaya Vaganza 2026

Mengusung tema Festival of Lights: Garden of Hope, Surabaya Vaganza 2026 merupakan perayaan tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, yang menghadirkan parade penuh cahaya, bunga, seni budaya, hingga atraksi marching band yang memukau.

Sejak sore hari, masyarakat telah memadati kawasan Tugu Pahlawan hingga Monumen Bambu Runcing yang menjadi rute utama parade.

Warga tampak antusias menyaksikan deretan mobil hias dengan ornamen bunga warna-warni dan dekorasi lampu yang mempercantik suasana malam Kota Surabaya.

Baca juga: Jalan Kaki 330 KM dari Bali ke Mojokerto, Kedatangan 58 Biksu 4 Negara Disambut Haru Warga

Suasana semakin semarak dengan penampilan marching band yang tampil kompak dan energik sepanjang parade.

Iringan musik dan koreografi yang rapi sukses menghibur pengunjung dan memancing tepuk tangan penonton di sepanjang jalan.

Berbagai pertunjukan seni multi etnis juga turut menambah kemeriahan Surabaya Vaganza tahun ini.

Ragam kostum budaya nusantara berpadu dengan tata cahaya modern, menciptakan suasana festival yang atraktif dan penuh warna.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tampil kompak bersama Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriani.

Cak Eri mengatakan, pelaksanaan Surabaya Vaganza pada malam hari menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini Vaganza mengangkat tema Garden of Hope. Makane bengi-bengi iki rek gawe festival gawe lampu. Iki ndedokno bedone ambek sing biyen-biyen,” ujar Eri dalam sambutannya.

Eri menjelaskan, parade tahun ini dimulai dari Tugu Pahlawan dan berakhir di Monumen Bambu Runcing agar masyarakat lebih nyaman menikmati jalannya acara.

“Malam hari ini menyambut Hari Ulang Tahun Surabaya ke-733, kita adakan Surabaya Vaganza pada malam hari yang menunjukkan indahnya suasana Kota Surabaya dan kuatnya rasa kekeluargaan warga Surabaya,” tandas Cak Eri.

Apresiasi Kementerian Pariwisata RI

Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas penyelenggaraan event tersebut.

Kementerian Pariwisata menilai Surabaya Vaganza menjadi bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam memajukan sektor pariwisata melalui event berkualitas.

“Kami dari Kementerian Pariwisata ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Surabaya atas inisiasi menyelenggarakan event yang sangat keren ini, yaitu Surabaya Vaganza Festival of Light 2026,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran di Lantai 5 RSUD dr Soetomo Surabaya: Petugas Evakuasi Pasien ke Luar Gedung

Reza juga menyampaikan, ucapan selamat atas terpilihnya Surabaya Vaganza 2026 sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara 2026.

"Ini merupakan bukti bahwa event ini telah terkurasi sebagai salah satu event terbaik di Indonesia,” katanya.

Reza berharap, Surabaya Vaganza dapat menjadi signature event Kota Surabaya yang mampu menarik wisatawan serta memperkuat posisi Surabaya sebagai kota kreatif dan destinasi pariwisata berkelas dunia.

Aksi Pelecehan Terciduk Warga

Namun, kemeriahan acara Surabaya Vaganza pada Sabtu malam, tercoreng oleh aksi perbuatan asusila.

Pelaku inisial IRF (40), warga Undaan, melecehkan seorang gadis di bawah umur, AGTN (15), warga Kalianak, Kota Surabaya.

Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada, menjelaskan, tindak kejahatan tersebut terjadi sekira jam 20.00 WIB, di Jalan Kenari, Kecamatan Genteng.

“Korban tengah menonton Surabaya Vaganza bersama dengan saudaranya, di Jalan Kenari, tepatnya di pertigaan samping Hotel Majapahit,” jelas Kompol Grandika, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Banyuwangi Diserbu 47 Ribu Wisatawan saat Libur Panjang Mei 2026, Hotel dan Destinasi Wisata Penuh

Grandika menuturkan, pelaku tiba tiba memepet korban dari arah belakang seorang diri, dan terjadilah perbuatan pelecehan itu.

Sadar atas aksi tersangka, korban langsung berteriak di tempat kejadian.

“Sadar atas aksi tersangka, korban berteriak hingga mengundang perhatian massa. Korban langsung melaporkan insiden yang dialami, ke pihak berwajib,” tuturnya.

Pelaku Diamuk Massa

Teriakan korban langsung memicu respons dari warga di sekitar Jalan Kenari yang sedang memadati rute parade festival.

Akibatnya, pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga sebelum petugas kepolisian mengamankan situasi.

“Pelaku sempat diamuk massa hingga mengalami luka luka. Petugas datang di TKP langsung mengamankan yang bersangkutan,” imbuh Kompol Grandika.

Usai diamankan, tersangka selanjutnya mendapat penanganan medis oleh Tim Dokkes Polrestabes Surabaya sebelum akhirnya diserahkan ke unit penanganan khusus pada malam itu juga untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Setelah diperiksa, kemudian diserahkan ke Unit PPA Polrestabes Surabaya malam itu juga, oleh pihak kepolisian,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.