BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Capaian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dalam menekan angka kematian ibu dan anak mendapat perhatian positif dari tim pengampuan RSUD Ulin Banjarmasin saat melakukan visitasi ke RSUD H. Damanhuri Barabai, Senin, (18/05/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari evaluasi dan penguatan layanan KJSU Kanker serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di rumah sakit rujukan milik Pemkab HST itu.
Dalam visitasi itu, tim pengampuan RSUD Ulin menilai capaian layanan KIA di HST cukup baik dibanding sejumlah daerah lain di Kalimantan Selatan. Indikator tersebut terlihat dari angka kematian ibu dan anak yang dinilai relatif lebih rendah.
Meski demikian, penguatan layanan dinilai tetap penting, terutama dalam penanganan kanker dan peningkatan mutu layanan rumah sakit berbasis standar nasional.
Direktur RSUD H. Damanhuri Barabai, dr. Nanda Sujud Andi Yudha Utama, Sp.B mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan mutu pelayanan, termasuk melalui pengembangan layanan digital rumah sakit.
Baca juga: BREAKING NEWS: Sungai Barabai Meluap, Jalan Umum dan Permukiman di Bantaran Sungai di HST Terdampak
“Kami terus berupaya meningkatkan mutu layanan melalui berbagai inovasi, khususnya pada layanan KJSU kanker dan KIA,” ujarnya.
Tim Pengampuan Kanker yang diwakili Dr.dr. Ika K. Oktaviyanti turut memaparkan sejumlah catatan hasil visitasi. Beberapa rekomendasi strategis disampaikan untuk memperkuat layanan kanker agar mampu memenuhi standar pelayanan rujukan yang lebih optimal.
Sementara Tim Pengampuan KIA menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan melalui tahapan akreditasi rumah sakit, mulai tingkat madya hingga paripurna.
Visitasi itu juga dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten HST, Dinas Kesehatan HST, DPRD HST, manajemen rumah sakit, serta para dokter spesialis.
Program pengampuan tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem rujukan nasional melalui skema Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), dengan tujuan memperluas akses dan pemerataan kualitas layanan kesehatan di daerah. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)