Maia Estianty Tetiba Minta Maaf pada Al Ghazali dan Alyssa Daguise Imbas Baby Soso: Gangguin Terus
Murhan May 18, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Musisi Maia Estianty minta maaf pada Al Ghazali dan Alyssa Daguise setelah lahirnya Soleil Zephora Ghazali atau Baby Soso.

Memang, Maia Estianty tengah menikmati momen bahagia setelah resmi menjadi seorang nenek.

Hal ini dirasakan Maia sejak kelahiran cucu pertamanya dari pasangan Al Ghazali dan Alyssa Daguise.

Baby Soso lahir pada Minggu, (10/5/2026). Kehadiran Baby Soso, sapaan akrabnya, langsung membawa kebahagiaan baru bagi Maia dan keluarga besar.

Melalui akun media sosial pribadinya, Maia membagikan bagaimana euforia dirinya setelah kini menyandang status sebagai oma. 

Ia bahkan menyebut dirinya dengan panggilan Oda atau Oma Bunda.

Baca juga: Akui Marahi ART, Erin Mantan Istri Andre Taulany Tegas Tak Mau Damai, Rekaman CCTV yang Jadi Pemicu

Maia mengaku sejak Baby Soso lahir, banyak hal dalam hidupnya terasa berubah. 

Ia merasakan kebahagiaan yang membuat harinya menjadi lebih berwarna.

"Euphoria jadi Oma...Dari sejak kamu lahir... semua terasa lebih hangat, hati terasa lebih lembut," tulisnya.

Tak hanya itu, Maia juga menceritakan bagaimana kehadiran sang cucu memengaruhi rutinitasnya sehari-hari. 

Menurutnya, tangisan dan senyuman kecil Baby Soso membawa perasaan yang sulit dijelaskan.

"Tangisan dan senyuman kecilmu mengubah semua rutinitas, membuat seorang oma kembali berdebar seperti jatuh cinta untuk pertama kali," tuturnya.

Kini, Maia mengaku kesehariannya tak pernah lepas dari Baby Soso. 

Bahkan, ia selalu memulai dan mengakhiri harinya dengan melihat video sang cucu.

"Kini hari-hari dimulai dan ditutup dengan melihat video-videomu," ujarnya.

Ibu tiga anak ini juga mengungkapkan rasa rindunya yang begitu besar kepada Baby Soso.

Ia mengaku selalu ingin segera bertemu meski hanya sebentar untuk memeluk dan mencium sang cucu.

"Dan hari terasa selalu ingin cepat ketemu walopun cuma untuk cium atau memeluk sebentar," ungkapnya.

Menurut Maia, hanya dengan memandang sang cucu sudah mampu membawa aura kebahagiaan tersendiri dalam hidupnya. 

Momen itu menjadi bagian dari euforia yang kini ia rasakan sebagai seorang oma.

"Gini nih yang namanya bau surga (membawa aura kebahagiaan) dengan hanya memandang Baby Soso," katanya.

Selain itu, Maia juga menghaturkan permintaan maaf pada Alyssa dan Al karena sering datang ke rumah untuk menengok Baby Soso

"Maaf ya @alyssadaguise dan @alghazali7 kalo Omanya gangguin terus dateng ke rumah. Ortu yang hebat, sigap kapan aja...love you," tutupnya.

Alyssa Akui Persalinan Impian

 Sudah sepekan sejak Alyssa Daguise melahirkan putri pertamanya, Soleil Zephora Ghazali, pada Minggu (10/5/2026). 

Kini, Alyssa akhirnya membagikan cerita lengkap perjuangannya menjalani persalinan normal yang disebut sebagai “dream birth”, termasuk momen mengejutkan saat dirinya berhasil melahirkan tanpa mengalami robekan maupun jahitan sedikit pun.

Alyssa mengungkapkan bahwa kontraksi sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak tiga hari sebelum persalinan. 

Namun, kontraksi tersebut masih belum teratur sehingga ia dan Al memilih tetap tenang sambil terus berkonsultasi dengan doula mereka.

Doula adalah pendamping persalinan profesional yang membantu ibu hamil secara emosional, fisik, dan mental sebelum hingga saat melahirkan. 

Berbeda dengan dokter atau bidan, doula tidak melakukan tindakan medis, melainkan membantu ibu tetap tenang, nyaman, serta memberi arahan selama proses persalinan.

“Awalnya sebenarnya kontraksi itu aku udah ngerasain kontraksi tiga hari berturut-turut. Dan itu malam, kayak subuh, nonstop, tapi masih jauh banget,” ujar Alyssa dikutip melalui Youtube The Als, Minggu (17/5/2026).

Sementara itu, Al Ghazali mengaku sempat panik dan hampir membawa sang istri ke rumah sakit lebih cepat. Namun setelah berkonsultasi, mereka diminta menunggu hingga kontraksi lebih teratur.

“Ya kita udah mau hampir lari ke RS. Terus aku dengar katanya kalau belum per lima menit, santai dulu aja,” kata Al.

Pada (9/5/2026), Alyssa akhirnya menjalani pemeriksaan ke rumah sakit dan diketahui masih mengalami pembukaan dua. 

Setelah observasi beberapa jam tanpa perkembangan signifikan, pasangan itu memutuskan pulang ke rumah demi membuat Alyssa lebih nyaman dan rileks agar kontraksi berkembang secara alami.

Malam harinya, kontraksi mulai semakin intens dengan jarak rata-rata lima menit. Al dan Alyssa pun kembali menuju rumah sakit setelah dokter meminta Alyssa segera datang untuk pemeriksaan lanjutan.

Sesampainya di rumah sakit, Alyssa diketahui sudah memasuki pembukaan tiga dan diminta segera rawat inap. 

Meski demikian, Alyssa mengaku rasa sakit yang dialaminya jauh lebih hebat dari yang ia bayangkan sebelumnya.

“Ada satu wave keluar dari toilet, aku kayak ‘wah sakit banget’. Aku langsung nangis,” ungkap Alyssa.

Karena rasa sakit yang semakin kuat, Alyssa akhirnya memutuskan menggunakan epidural setelah sebelumnya sempat menolak tawaran tersebut. Al bahkan mengungkapkan sang istri sempat trauma dan merasa cukup memiliki satu anak saja karena proses kontraksi yang begitu menyakitkan.

Memasuki pembukaan delapan hingga sembilan, proses persalinan sempat berjalan lambat karena posisi kepala bayi yang belum turun sempurna. 

Alyssa pun melakukan berbagai posisi latihan seperti menggunakan peanut ball hingga kneeling position demi membantu proses persalinan.

Di tengah rasa lelah karena tidak tidur selama dua hari, Alyssa tetap berusaha fokus mengejan selama sekitar 45 menit. 

Dukungan Al Ghazali di sampingnya pun menjadi penyemangat terbesar.

“Ayo kamu bisa aku yakin kamu bisa. Fokusin napas,” ucap Al kepada istrinya saat proses persalinan berlangsung.

Momen paling emosional terjadi ketika Soleil Zephora Ghazali akhirnya lahir ke dunia. Al mengaku dirinya justru menangis lebih dulu sebelum mendengar tangisan sang bayi.

“Aku sebelum tangisan pertama sih aku udah nangis duluan,” kata Al.

Tak hanya berhasil melahirkan normal, Alyssa juga dibuat syok saat dokter menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tidak mengalami robekan maupun jahitan setelah persalinan. Padahal, menurut Alyssa, hal itu menjadi ketakutan terbesar selama kehamilan.

“Jujur aku shock karena itu di birth plan aku benar-benar hal yang aku paling takutin itu adalah tearing,” ungkap Alyssa.

Alyssa menyebut keberhasilannya menjalani persalinan normal tanpa robekan tak lepas dari persiapan fisik yang dilakukan selama hamil, mulai dari gym, pilates, yoga, hingga latihan pernapasan. 

Ia juga percaya bahwa keyakinan terhadap tubuh sendiri menjadi salah satu faktor penting selama proses melahirkan.

“Lahiran pervaginam itu workout, itu marathon. Aku yakin semua yang aku lakuin ended up in the perfect birth,” tutup Alyssa.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.