Balita di Curup Tengah Bengkulu Meninggal Dunia dengan Suspect Campak
Ricky Jenihansen May 18, 2026 04:43 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong mencatat satu kasus balita meninggal dunia dengan suspect campak di wilayah Kecamatan Curup Tengah setelah sebelumnya mengalami bronco pneumonia atau peradangan paru-paru.

Sejak awal tahun 2026, terdata ada lebih dari 40 kasus suspect campak di Kabupaten Rejang Lebong.

Korban diketahui merupakan seorang anak berusia 4,5 tahun.

Kasus ini saat ini masih dalam penanganan dan investigasi lebih lanjut oleh pihak kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg Asep Budiman melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Titin Julita mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

“Tim kami sudah melakukan investigasi ke rumah sakit. Anak ini juga memiliki penyakit BP atau Bronco Pneumonia, yakni peradangan paru-paru,” sampai Titin saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Senin (18/5/2026).

Menurutnya, kondisi bronco pneumonia yang dialami korban diduga semakin diperparah dengan adanya suspect campak yang menyerang anak tersebut.

“Bisa jadi dari BP diperparah dengan adanya campak,” katanya.

Sejak Awal Tahun Ada Sekitar 40 Kasus Suspect Campak

Dinas Kesehatan Rejang Lebong mencatat, sejak awal tahun 2026 terdapat sekitar 40 kasus suspect campak di Kabupaten Rejang Lebong.

Dari jumlah tersebut, satu kasus dinyatakan meninggal dunia.

Meski demikian, hingga saat ini pihak Dinkes belum dapat memastikan apakah korban sebelumnya telah mendapatkan vaksin campak atau belum.

“Terkait itu kami belum bisa bertanya karena keluarganya masih berduka,” ungkap Titin.

Namun, dari hasil penelusuran sementara, korban diketahui terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Yang pasti anak ini terlambat dibawa ke faskes,” jelasnya.

Dinkes Minta Warga Segera Bawa Anak ke Fasilitas Kesehatan

Sebagai langkah antisipasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi, Dinas Kesehatan Rejang Lebong akan meningkatkan promosi kesehatan melalui seluruh puskesmas terkait gejala dan bahaya penyakit campak.

Masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam hilang timbul, muncul bercak merah dari area telinga dan wajah lalu menyebar ke tubuh, gangguan pernapasan, hingga diare.

“Jangan menunggu parah baru dibawa ke fasilitas kesehatan. Kalau ada gejala langsung bawa ke faskes,” ujar Titin.

Ia juga memastikan masyarakat kurang mampu tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).

“Kalau terkendala biaya, UHC siap dibantu dibuatkan asalkan ada dokumen seperti KK atau KTP,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.