TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diakoperindag) menggelar Pekan Plut KUMKM.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan mulai Senin (18/5/2026) akan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Kemudian menggelar Market Day UMKM, serta Kopikustik.
Kegiatan bertajuk UMKM kuat Bondowoso hebat itu bertujuan untuk membantu pelaku UMKM untuk naik kelas dengan go eksport dan go global.
Menurut Kepala Diskoperindag Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, berdasarkan data Diskoperindag tahun 2023, jumlah UMKM di Bondowoso mencapai sekitar 40 ribu usaha mikro. Namun, UMKM yang pernah melakukan ekspor diperkirakan belum mencapai 50 pelaku usaha dan sebagian masih melalui jasa titip atau agregator dari kota lain.
Baca juga: Membludak, Turnamen Catur Piala Bupati dan Ketua DPRD Pasuruan Diikuti 250 Pecatur
Seperti arang, tape krispi, dan sambel kecombrang, pernak-pernik dari batok kelapa, dan lainnya. Rerata dieksport ke Malaysia, dan negara-negara timur tengah.
“Banyak pengusaha besar mengambil barang dari Bondowoso, tetapi dijual atas nama mereka sendiri, bukan atas nama Bondowoso. Akhirnya nilai tambahnya sangat kurang,” tuturnya.
Untuk itulah melalui kegiatan ini, pihaknya akan membuka wawasan tentang ekspor dengan berbagai tahapannya.
Sekaligus, membantu meningkatkan nilai tambah produk UMKM agar sesuai dengan permintaan pasar ekspor.
Harapan besarnya pelatihan tersebut dapat mengubah pola pikir pelaku usaha yang selama ini menganggap ekspor sulit dan rumit. Diskoperindag juga menggandeng perbankan agar UMKM memiliki dukungan pembiayaan dan tidak terburu-buru menjual produk mentah.
“Harapannya ada wawasan secara legalitas, administrasi dan pasar sehingga nanti bisa match dengan produk yang ada di Bondowoso,” ucapnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bondowoso, Dr Hj Khodijatul Qodriyah Hamid, menerangkan pelatihan yang diberikan dalam kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk membuka wawasan sekaligus memperluas jejaring usaha bagi para pelaku UMKM.
Dengan pelatihan-pelatihan seperti ini otomatis akan semakin membuka peluang dan wawasan, termasuk untuk membuka jejaring.
Baca juga: Tinjau Jembatan Bokwedi Pasuruan, Menteri PU Pastikan Bisa Dilalui Saat Nataru
"Kalau secara mentalitas dan kualifikasi kita sudah masuk, otomatis bisa naik kelas hingga tingkat global,” kata istri Bupati Abdul Hamid Wahid itu.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas produk menjadi faktor utama agar UMKM lokal mampu bersaing di pasar internasional. Selain itu, pelaku usaha juga perlu memperluas wawasan terkait kebutuhan dan tren pasar global.
“Yang penting adalah meningkatkan kualitas, kemudian pembukaan wawasan untuk bisa bersaing secara global,” pungkasnya. (*)
(Sinca Ari Pangistu/TribunMataraman.com)