Tertinggal sampai 8,8 Detik dari Veda, Curhat Pole Sitter Moto3 Catalunya yang Menderita
Wahid Fahrur Annas May 19, 2026 02:33 AM

MOTO3.TECH3RACING.FR
Pembalap KTM Tech3, Valentin Perrone (no 73) dalam balapan Moto3 Catalunya 2026.

BOLASPORT.COM - Pembalap Red Bull KTM Tech3, Valentin Perrone, mengdapatkan nestapa dalam balapan meski start pertama pada Moto3 Catalunya 2026.

Perrone padahal menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi dengan catatan waktu lap 1 menit 46,679 detik.

Namun, balapan berubah menjadi bencana saat pembalap Argentina tidak melakukan start dengan sempurna.

Perrone mengaku melakukan kesalahan dalam pemilihan ban. Dia mengaku tak percaya diri ban belakang lunak dapat menyelesaikan 18 lap.

Dia akhirnya memilih ban belakang medium untuk balapan yang justru menjadi nestapa baginya.

"Saya merasa percaya diri saat kualifikasi dan optimis kami bisa bersaing untuk posisi pole," kata Perrone, dilansir BolaSport.com dari laman resmi tim Tech3.

"Jadi saya sangat senang bisa mendapatkannya, tapi balapannya sangat rumit," ujar Perrone.

"Kami membuat kesalahan dalam pemilihan ban, saya telah mencoba kompon belakang yang lunak di FP2."

"Tetapi saya tidak merasa sangat nyaman dan tidak yakin ban itu akan bertahan selama 18 lap penuh," tuturnya.

"Berdasarkan hal itu, kami memutuskan untuk menggunakan ban medium dalam balapan."

"Tetapi kami tidak memiliki banyak informasi mengenai ban tersebut dan setelah melakukan start yang buruk, saya terjebak di tengah rombongan," ujarnya.

Perrone mengaku kesulitan bisa mengikuti para pembalap yang sangat cepat dan harus rela finis di posisi ke-12 untuk empat poin.

Dia bahkan tertinggal sampai 8,821 detik dari pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama.

Veda tetap tampil mengesankan setelah kesulitan sepanjang akhir pekan dengan finis ke-8 usai start ke-20 dan hanya terpaut 0,9 detik dari pemenang balapan, Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team).

“Para pembalap di depan sangat cepat dan mustahil untuk mengikuti mereka, saya mengalami kesulitan besar dan benar-benar berada di batas kemampuan," kata Perrone lagi.

"Bahkan ketika berhasil merebut beberapa posisi, saya tidak pernah merasa percaya diri."

"Motornya cukup tidak terduga, saya beberapa kali merasa was-was saat memacu motor dan tidak bisa menemukan alur atau ritme yang biasanya saya miliki."

"Kami perlu memahami apa yang salah dan mengambil hal positif dari akhir pekan ini."

"Kami sudah menunjukkan kecepatan yang baik sebelumnya, jadi potensi jelas ada dan kami akan belajar dari ini, terus berjuang, dan kembali lebih kuat,” ujar Perrone.

Hasil tersebut membuat Perrone juga turun peringkat di papan klasemen sementara menjadi di bawah Veda dengan terpaut dua poin.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.