TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) menerima kunjungan delegasi perempuan dari People’s Action Party (PAP) Women’s Wing Singapura, dalam agenda diskusi dan pertukaran gagasan mengenai penguatan kepemimpinan perempuan di bidang politik dan pemerintahan.
Delegasi Singapura dipimpin oleh Sim Ann, Senior Minister of State Ministry of Foreign Affairs & Ministry of Home Affairs Singapura.
Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) adalah organisasi sayap Partai Demokrat yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pendidikan politik, didirikan tahun 2005 oleh Ani Yudhoyono.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua PIA Fraksi Demokrat DPR RI Aliya Rajasa Yudhoyono bersama jajaran pengurus dan kader perempuan Partai Demokrat.
Ketua Umum PDRI Vitri C. Mallarangeng, mengatakan Indonesia dan Singapura memiliki semangat yang sama dalam memperkuat peran perempuan dalam demokrasi dan pembangunan bangsa.
“Indonesia dan Singapura memiliki komitmen bersama untuk terus mendorong keterlibatan perempuan dalam politik dan pemerintahan. Perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” kata Vitri, Selasa (19/5/2026).
Vitri menegaskan, PDRI sebagai organisasi sayap perempuan Partai Demokrat terus berupaya memperkuat partisipasi politik perempuan melalui berbagai program pendidikan politik, pengembangan kepemimpinan, hingga advokasi kebijakan responsif gender.
“PDRI berkomitmen menciptakan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif, baik di tingkat nasional maupun regional,” ucapnya.
Dalam diskusi tersebut, kedua delegasi juga membahas perkembangan keterlibatan perempuan dalam politik Indonesia pascareformasi. Reformasi dinilai telah membuka ruang lebih besar bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik, termasuk melalui kebijakan kuota 30 persen keterwakilan perempuan.
Saat ini, keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia disebut meningkat dari sekitar 9 persen pada 1999 menjadi sekitar 21 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, forum turut membahas pengembangan kader perempuan muda, program mentorship, pendidikan kepemimpinan, serta peluang kerja sama bilateral antara organisasi perempuan Indonesia dan Singapura.
PDRI berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat kolaborasi regional dalam mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kawasan ASEAN.