Nasib MC Pria yang Diam saat Josepha Protes Juri LCC MPR, Beda dengan Shindy Lutfiana yang Dipecat
Listusista Anggeng Rasmi May 19, 2026 03:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Polemik besar yang terjadi dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 ternyata membawa nasib yang sangat berbeda bagi dua pembawa acara atau MC yang memandu jalannya kompetisi tersebut.

Nama Shindy Lutfiana kini menjadi sorotan tajam publik setelah ucapannya kepada peserta viral di media sosial dan menuai gelombang kritik dari warganet.

Sementara itu, rekannya sesama MC, Said Akhmad, justru tetap melanjutkan kariernya tanpa banyak kontroversi.

Situasi tersebut muncul setelah final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak berubah menjadi polemik nasional akibat keputusan juri yang dianggap tidak adil terhadap Regu C dari SMAN 1 Pontianak.

Dalam momen yang viral itu, siswi bernama Josepha Alexandra memprotes keputusan dewan juri karena jawabannya dianggap salah, padahal substansi jawabannya sama persis dengan peserta lain yang justru mendapat poin penuh.

Namun di tengah suasana panas tersebut, pernyataan Shindy justru memancing reaksi keras publik.

Ia meminta Josepha dan timnya menerima keputusan juri tanpa banyak perdebatan.

Shindy juga menegaskan bahwa dewan juri dari MPR RI dinilai sangat kompeten dalam menilai jawaban peserta.

Baca juga: Kontroversi Lomba Cerdas Cermat MPR Pontianak, Ternyata Ini Alasan Juri Tak Minta Maaf Langsung

POLEMIK MC LCC MPR - Bukan hanya Josepha Alexandra, Shindy Lutfiana pernah bikin nangis klien wedding.
POLEMIK MC LCC MPR - Bukan hanya Josepha Alexandra, Shindy Lutfiana pernah bikin nangis klien wedding. (TribunnewsBogor.com)

"Adik-adik mohon diterima keputusan dewan juri karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat kompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja. mungkin nanti bisa dilihat tayangan ulanganya setelah acara selesai," katanya.

Pernyataan tersebut langsung viral dan dianggap semakin memperkeruh suasana karena tayangan ulang justru memperlihatkan bahwa jawaban Josepha memang sama dengan jawaban peserta lain yang dinilai benar.

Gelombang kritik pun mengarah kepada Shindy hingga berdampak pada karier profesionalnya sebagai MC.

Sejumlah vendor wedding organizer dan pihak penyelenggara acara dikabarkan mulai memutus kerja sama dengannya setelah polemik tersebut meledak di media sosial.

Berbeda dengan Shindy, sosok Said Akhmad justru mendapat simpati dari banyak warganet.

Dalam video yang beredar, Said terlihat lebih banyak diam sambil menunduk menatap cue card di tangannya tanpa ikut memberikan komentar kepada peserta.

Sikap diamnya itu malah dianggap sebagai langkah paling aman dan bijak di tengah situasi yang memanas.

"Diam adalah emas," tulis netizen.

Komentar tersebut ramai diunggah ulang oleh pengguna media sosial yang menilai Said tidak ikut memperburuk suasana lomba.

Di tengah badai kritik yang menghantam rekannya, Said justru masih aktif menjalani pekerjaannya sebagai pembawa acara di berbagai kegiatan resmi.

Hal itu terlihat dari unggahan terbarunya saat menjadi moderator dalam sebuah acara organisasi bisnis dengan keterangan, "Moderator FORBISDA BPD HIPMI Kepulauan Bangka Belitung 2026 bersama Abangda @anthonyleong.id & Abangda @adejonaprasetyo" tulis dalam keterangan.

MC LCC MPR- Said Akhmad, MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tuai pujian disebut Diam itu emas di tengah polemik juri diprotes peserta. ((Ist)/Youtube/MPRGOID)

Baca juga: Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Tuai Polemik, Kini Bakal Digelar Ulang, Ketua MPR RI: Secepatnya

Tak Ada Lomba Ulang

MPR memutuskan tak ada final ulang setelah jalan keluar yang mereka siapkan itu ditolak oleh dua peserta lomba, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

"Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang. Dan hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Meski final ulang urung digelar, MPR berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar ke depannya.

Bahkan, juri yang melakukan aksi kontroversial pada LCC 4 Pilar kemarin, ke depannya tidak akan dilibatkan lagi.

"Termasuk mengevaluasi juri, tidak dilibatkan kembali. Oleh karena itu mungkin itu bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik," ujar Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

"Yang jelas sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan men genai sampai kapan (di-blacklist dari juri LCC). Tetapi yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik," imbuh dia.

Akbar mengatakan, MPR telah membaca seluruh aspirasi masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat kontroversi dalam final LCC 4 Pilar Kalbar.

Aksi juri yang menyalahkan jawaban SMAN 1 Pontianak, tetapi membenarkan SMAN 1 Sambas, dinilai sangat melukai hati masyarakat.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor/ Sanjaya Ardhi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.