SURYA.CO.ID, SURABAYA - Satu per satu korban dugaan arisan bodong yang menyeret nama penyanyi dangdut Novita Amanda mulai angkat bicara.
Mayoritas korban ternyata merupakan rekan sesama profesi pelaku. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo hingga Jombang.
Sebelum melapor ke Polrestabes Surabaya pada Senin (18/5/2026), sejumlah korban yang didampingi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, sempat mendatangi rumah Novita Amanda di kawasan Sememi.
Bahkan, mereka menyeret kakak dan suami terduga pelaku untuk dimintai penjelasan terkait dugaan arisan bodong tersebut.
Baca juga: 8 Biduan Surabaya Jadi Korban Arisan Bodong Rugi Rp1,8 Miliar, Wadul Armuji
Salah satu korban, Ema Ayunda, mengaku para korban sebagian besar merupakan penyanyi dangdut yang cukup lama mengenal Novita Amanda, karena sering tampil bersama dari panggung ke panggung.
“Korbannya sekitar 84 sampai 100 orang. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban terus bertambah,” ujar Ema saat dikonfirmasi SURYA.co.id melalui telepon, Selasa (19/5/2026).
Biduan dangdut asal Semampir Surabaya berusia 23 tahun itu, mengaku mulai tertarik mengikuti arisan sejak pertengahan April 2026.
Ia tergiur setelah dijanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Dia menjual kuota arisan nama fiktif, dengan iming-iming bunga 10 sampai 20 persen keuntungannya. Dalam waktu yang sangat singkat satu minggu. Misal kalau kami setor Rp1.000.000, kami dapat Rp1.200.000,” bebernya.
Menurut Ema, dirinya sempat menyetor Rp2 juta dan memperoleh keuntungan Rp2,8 juta hanya dalam waktu satu minggu.
Namun saat kembali menyetor uang pada akhir April 2026, pembayaran mulai macet dan banyak korban mulai mengeluh.
“Saya ikut lagi akhir April 2026 kasih uang, ternyata sampai tanggal 28 April dikeluhkan beberapa korban karena macet. Saat itu saya tetap setor, hingga saya tidak bisa mencairkan uang jelang Mei 2026,” imbuhnya.
Baca juga: Fakta Baru Arisan Bodong Penyanyi Dangdut Rp 1,8 M, Novita Amanda Diusir Mertua
Kecurigaan korban semakin besar, setelah mengetahui Novita Amanda diduga bukan pihak utama dalam arisan tersebut.
“Kami kira dia orang pertama. Makanya kami ikut dan tergiur, karena kami anggap tidak mungkin dia sampai tega menipu gitu,” kata Ema.
Korban juga mengaku pernah mentransfer uang ke rekening atas nama kakak terduga pelaku, yakni Jafar.
Mereka menduga dana arisan digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Korban pernah transfer ke rekening kakaknya. Kami curiga jangan-jangan uang kami dipakai keperluan lain. Kemarin kami dapat info bahwa uang itu dipakai modal nikah adiknya,” tuturnya.
Ema memperkirakan, total kerugian seluruh korban mencapai lebih dari Rp2 miliar, jika dihitung bersama keuntungan yang dijanjikan.
Korban lain, Hima Arshita, mengaku mengalami kerugian hingga Rp14 juta.
Biduan dangdut asal Menganti, Gresik, itu mulai ikut arisan sejak akhir Februari 2026 dengan modal awal Rp1 juta dari hasil pekerjaannya menyanyi.
“Awal tergiurnya dia sering posting hasil dari arisan di WhatsApp. Saya tertarik ikut. Hari pertama berjalan tepat waktu. Tapi kok lama-kelamaan tidak beres. Ternyata yang merasakan banyak,” ujarnya.
Hima berharap Novita Amanda segera ditemukan, dan bertanggung jawab atas kerugian para korban.
“Harapannya semua uang dari korban segera dikembalikan. Kalau tidak bisa dikembalikan, aset milik Novita bisa disita,” tandasnya.