SURYAMALANG.COM, MALANG - Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota menelusuri identitas pengendara motor pelat merah yang terlibat kecelakaan dengan pesepeda di Jalan Raya Segaran, Kota Malang, Minggu 17/5/2026).
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, petugas akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas berupaya mencari pengendara sepeda motor yang kabur selepas kecelakaan.
Dikatakan Rio, petugas akan memeriksa rekaman CCTV, hingga menelusuri data kendaraan dan pengendaranya untuk mencari tahu identitas terkait.
“Kami telah terima laporannya, setelah itu lakukan olah TKP."
"Cek CCTV dan menelusuri keterangan data kendaraan," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (19/5/2026).
Polisi telah mengantongi informasi awal pelat nomor.
Namun, masih perlu waktu untuk mendalami lebih jauh informasi identitas.
“Kami akan telusuri sampai pemilik terakhir. Kami cari datanya," paparnya.
Baca juga: Kecelakaan dengan Motor Pelat Merah, Pengendara Sepeda Lapor Polresta Malang Kota Malah Dicuekin
Rio mengatakan, kemungkinan pengendara yang kabur berasal dari daerah sekitar.
Dugaan itu diidentifikasi karena pengendara tidak menggunakan helm.
“Sekilas dari informasi yang ada, kemungkinan pengendaranya orang sekitar situ. Itu juga akan kami telusuri,” katanya.
Rio memastikan laporan masyarakat tetap diterima dan ditangani lebih dulu oleh Polresta Malang Kota.
Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan berkolaborasi dengan Polres Malang.
Pasalnya, lokasi kejadian dekat dengan wilayah Kabupaten Malang.
Rio memastikan akan memanggil pengendara ketika identitasnya diketahui.
“Nanti akan dilakukan pemeriksaan awal dulu."
"Kenapa bisa terjadi dan kenapa pergi atau tidak berkomunikasi dengan korban dulu,” jelasnya.
Nurulloh Rizka Setiadi, suami korban telah datang ke Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota, Selasa (19/5/2026).
Ia telah diterima oleh petugas dan menceritakan kronologi peristiwa tersebut.
"Laporan saya ke polisi tujuannya agar bisa dipertemukan dengan pengendara."
"Saya ingin ini diselesaikan baik-baik, secara kekeluargaan," ujar Rizka.
Akibat peristiwa tersebut, Verra mengalami luka di lutut, tangan, dan bagian wajah kanannya.
Diceritakan Verra, peristiwa itu terjadi ketika ia sedang mengendarai sepeda dari arah Kabupaten Malang menuju Kota Malang.
Dari arah berlawanan, sepeda motor berpelat merah menyeberang menuju sebuah bengkel pinggir jalan.
Dalam kesaksiannya, Verra mengatakan pengendara sempat memarkir sepeda motor.
Namun belum sepenuhnya terlepas dari sepeda motor, tubuh pengendara miring ke kiri atau masuk badan jalan.
Verra yang melaju tidak bisa menghindar sehingga setir sepedanya bertabrakan dengan tangan kiri pengendara.
“Akibatnya, setir saya mengenai tangan kiri orang itu. Saya tidak bisa mengendalikan sepeda dan jatuh,” ujar Verra.
Verra mengendarai sepeda gigi tetap atau fixed gear. Sepeda yang dikendarai Verra terjatuh ke arah kiri, namun tubuhnya jatuh ke arah kanan.
“Itu karena kaki kanan saya terpasang pedal strap,” katanya.
Setelah peristiwa tersebut, Verra dibantu oleh beberapa orang.
Ia meminggirkan diri ke pinggir jalan.
Suaminya, Nurulloh Rizka Setiadi yang sempat berkendara di depannya balik dan ikut menolong.
“Saat itu, pengendara sepeda motor sempat minta maaf, lalu pergi ke toko untuk beli kapas. Suami saya beli obat merah,” ujarnya.
Saat sedang dalam proses penanganan setelah kecelakaan itulah, pengendara sepeda motor yang belum ia ketahui namanya tersebut hilang.
Verra dan suaminya tidak bisa menemukan pengendara tersebut, sekalipun mencoba menanyakan ke beberapa orang.
Baca juga: Serangan Jantung, Napi Lapas Malang Meninggal Dunia saat Perawatan di RSSA