Moskow (ANTARA) - Perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa sangat penting bagi Belanda, dengan ketidakpastian saat ini yang mempersulit perdagangan bisnis lokal dengan AS, kata Menteri Perdagangan Luar Negeri Belanda, Sjoerd Sjoerdsma.

Para pejabat dari Uni Eropa dan AS akan mengadakan pembicaraan pada Selasa mengenai kerangka legislatif untuk kesepakatan perdagangan tersebut.

"Tidak seorang pun di Belanda menginginkan tarif dan hambatan perdagangan. Terutama bukan perusahaan-perusahaan kami," kata Sjoerdsma seperti dikutip oleh portal berita Nieuws.nl.

Sjoerdsma mengatakan bahwa bisnis di Belanda sangat tidak puas dengan ketidakpastian seputar perjanjian perdagangan tersebut.

"Situasi ini sangat mempersulit melakukan bisnis dengan AS dan juga mempersulit model bisnis mereka. Oleh karena itu, bagi kami, ini berarti kepatuhan terhadap perjanjian tersebut sangat penting," kata menteri tersebut.

Pada 27 Juli 2025, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan perdagangan, di mana tarif 15 persen akan berlaku untuk hampir semua ekspor Uni Eropa ke AS.

Pada Mei, Trump menyatakan bahwa dia telah berbicara dengan von der Leyen dan setuju untuk memberinya waktu hingga 4 Juli bagi Brussels untuk memenuhi bagiannya dalam kesepakatan perdagangan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti