TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kabar gembira bagi masyarakat perbatasan.
Kini pembayaran tiket transportasi laut di Pelabuhan Liem Hie Djung, Nunukan, Kalimantan Utara, mulai beralih ke sistem digital menggunakan QRIS.
Langkah modernisasi ini resmi diperkenalkan melalui soft launching yang digelar bersama Bank Indonesia, dan mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Plh Sekda Nunukan, H Muhammad Amin, menyebut penerapan QRIS menjadi tonggak baru dalam peningkatan pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi laut.
“Pemerintah Kabupaten Nunukan sangat menyambut baik penggunaan QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung.
Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk pelayanan transportasi laut yang lebih modern dan memudahkan masyarakat,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu 20 Mei 2026.
Menurutnya, sistem pembayaran digital akan membuat transaksi menjadi lebih cepat, aman, praktis, dan efisien.
Baca juga: Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terapkan QRIS, Warga Sambut Baik tak Perlu Bawa Uang Banyak
Masyarakat kini tidak perlu lagi repot membawa uang tunai saat melakukan pembayaran di pelabuhan.
Tak hanya itu, penggunaan QRIS juga diyakini mampu meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan, karena seluruh transaksi tercatat secara digital dan lebih transparan.
“Selain memudahkan masyarakat, pencatatan transaksi juga menjadi lebih baik sehingga mendukung tata kelola pelayanan yang lebih profesional,” jelasnya.
Muhammad Amin mengungkapkan, penerapan QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung bukanlah akhir.
Pemerintah daerah berencana memperluas sistem pembayaran digital ke berbagai fasilitas publik lainnya.
Bahkan, Pemkab Nunukan sudah menyiapkan pengembangan QRIS di Pelabuhan Penyeberangan Sei Jepun, serta sejumlah dermaga yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.
“Tidak menutup kemungkinan fasilitas-fasilitas milik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten juga akan menerapkan hal yang sama ke depannya,” katanya.
Ia menambahkan, digitalisasi menjadi bagian penting dalam perkembangan zaman, terutama bagi wilayah perbatasan seperti Nunukan yang terus berkembang.
Karena itu, pemerintah daerah mengajak masyarakat mulai membiasakan diri menggunakan transaksi non tunai, demi mendukung pelayanan yang lebih modern dan efektif.
“Kami berharap QRIS tidak hanya diterapkan di pelabuhan, tetapi juga di berbagai layanan publik lainnya agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi digital,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkab Nunukan akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, untuk memperluas penerapan sistem pembayaran digital di berbagai sektor pelayanan masyarakat.
“Digitalisasi adalah bagian dari perkembangan zaman.
Tinggal bagaimana kita bersama-sama memanfaatkan teknologi ini agar pelayanan kepada masyarakat semakin mudah dan efektif,” tutupnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid