Penambang di Kawasan Nona Hoa Ratatotok Mitra Diduga Diusir Oknum Anggota Polda Sulut
Glendi Manengal May 20, 2026 07:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tambang di Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara kembali jadi perhatian.

Diketahui lokasi tambang Ratatotok tepatnya di kawasan Nona Hoa nyaris ricuh.

Hal tersebut dikarenakan diduga ada oknum anggota Polda Sulawesi Utara yang lakukan pengambilalihan paksa lokasi tambang..

Berdasarkan info yang didapatkan oknum tersebut yakni Bripka FRA diduga melakukan pengambilalihan paksa.

Sumber Tribunmanado.co.id berinisial AZ mengatakan Bripka FRA datang dengan sejumlah orang ke lokasi tambang emas Nona Hoa Ratatotok. 

Ia kemudian memasuki mess pekerja yang sebelumnya digunakan penambang setempat.

Bripka FRA lalu memindahkam sejumlaj terpal, kayu, pipa, hingga alat-alat penambang dari mess tersebut.

“Mess sudah tidak lagi ditempati pekerja sebelumnya. Beberapa perlengkapan kerja juga sudah tidak ada di lokasi,” ujar sumber, Selasa 19 Mei 2026. 

Para penambang tak bisa berbuat apa-apa karena Bripka FRA membawa nama institusi Polda Sulut. 

"Dia bawa nama petinggi Polda Sulut. Kami pikir ada penertiban, ternyata tidak," ujarnya. 

"Kami semua diusir dari lokasi, pekerjaan juga terhenti," tutur sumber.

Sumber lainnya berinisial SH mengaku tak bisa berbuat apa-apa. 

Ia juga menyebut adanya penyitaan barang seperti terpal, kayu, dan kabel listrik yang dilakukan oleh Bripka FA.

"Kami terpaksa turun dari lokasi karena dia datang bawa nama Polda Sulut," bebernya. 

Sementara itu, Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sulut AKBP Antonius Gea menegaskan belum ada kegiatan penertiban resmi dari pihaknya di lokasi tersebut.

“Tidak ada sama sekali,” tegasnya via telepon.

Ia juga mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. 

"Saya malah baru tahu," ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sulut Kombes Raimond Ukoli tampak kaget saat dikonfirmasi.

Menurutnya, tak ada operasi atau penertiban yang dilakukan Polda Sulut.

"Yang saya tahu tidak ada penertiban atau operasi di Ratatotok," ungkapnya.

"Makanya saya kaget soal info ada anggota Polda Sulut yang ke lokasi tambang Ratatotok," katanya lagi.

Ia berjanji akan mencari tahu informasi terkait anggota tersebut. 

"Saya akan cari tahu. Karena kalau bicara penertiban artinya itu ranah saya juga," aku dirinya. 

Dari penelusuran Tribunmanado.co.id, Bripka FRA diketahui merupakan anggota Resmob Ditreskrimum Polda Sulut. 

Hal ini memunculkan pertanyaan terkait keterlibatan Bripka FRA yang bersinggungan dengan fungsi Tipidter Polda Sulut dan diluar ranah operasi resmi yang digelar Mabes Polri. 

Bripka FRA saat dikonfirmasi membantah keterlibatannya dalam penertiban tidak resmi tersebut.

Namun ia belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kehadirannya di lokasi tambang emas Nona Hoa Ratatotok. (Nie)

Baca juga: Harga Jual Beli Emas di Pegadaian Pagi Ini Rabu 20 Mei 2026, Buyback Rp 2,6 Jutaan per Gram

(TribunManado.co.id/Nie)

_

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.