TRIBUNNEWS.COM - Barcelona berpeluang kembali menerapkan aturan “1:1” untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir jelang bursa transfer musim panas 2026.
Sinyal positif tersebut bahkan mulai disampaikan langsung oleh pihak La Liga.
Selama beberapa musim terakhir, Barcelona terus mengalami masalah finansial yang membuat mereka kesulitan mendaftarkan pemain baru.
Akibatnya, Blaugrana tidak bisa bebas berbelanja di bursa transfer karena masih berada di luar batas gaji yang ditetapkan La Liga.
Namun situasi itu kini mulai berubah.
Dalam beberapa bulan terakhir, manajemen Barcelona disebut hanya membutuhkan tambahan pemasukan sekitar 11-12 juta euro untuk kembali masuk ke aturan 1:1, seperti yang dilaporkan Football Espana.
Aturan tersebut sangat penting karena menentukan fleksibilitas klub dalam melakukan transfer dan mendaftarkan pemain baru.
CEO La Liga, Javier Gomez, bahkan memberikan sinyal bahwa kondisi finansial Barcelona mulai membaik.
Menurutnya, sejumlah faktor dapat membantu Barcelona kembali masuk ke dalam batas gaji musim depan.
“Ada data publik. Auditor telah menerima sekitar 70 juta euro (sekitar Rp1,4 triliun) dari VIP box,” kata Gomez seperti dikutip Sport.
Ia juga menyinggung kemungkinan berkurangnya beban gaji besar di skuad Barcelona musim depan.
“Salah satu pemain dengan biaya gaji tinggi mungkin tidak akan ada lagi musim depan,” lanjut Gomez.
Baca juga: Pengorbanan Marcus Rashford Demi Dipermanenkan Barcelona, Rela Potong Gaji hingga Kontrak Panjang
Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan tersebut tertuju ke Robert Lewandowski yang memiliki salah satu gaji terbesar di skuad Barcelona.
Dikutip dari Capology, Lewandowski memiliki gaji sebesar 20,8 juta euro (sekitar Rp429 miliar) selama satu musim.
Bahkan itu masih belum bonus yang diterima 5,1 juta euro atau sekitar Rp105 miliar.
Selain itu, pembukaan tribun baru di Camp Nou juga diperkirakan akan meningkatkan pemasukan klub secara signifikan.
Aturan 1:1 berarti klub berada dalam batas gaji resmi La Liga sehingga bisa menggunakan seluruh pendapatan tambahan mereka.
Misalnya, jika klub menjual pemain atau menghemat gaji, maka seluruh dana tersebut dapat dipakai untuk membeli dan mendaftarkan pemain baru.
Sebaliknya, klub yang masih melampaui batas gaji hanya diperbolehkan menggunakan sebagian kecil dari pendapatan tambahan tersebut.
Dalam kasus Barcelona selama beberapa tahun terakhir, mereka hanya bisa memakai sekitar 60 persen dari hasil penghematan atau penjualan pemain.
Karena itu, kembali ke aturan 1:1 akan menjadi kabar besar bagi Barcelona.
Situasi tersebut bisa memberi keleluasaan lebih besar bagi Blaugrana untuk aktif di bursa transfer musim panas nanti.
Meski demikian, belum ada keputusan resmi dari La Liga terkait status akhir batas gaji Barcelona musim depan.
Javier Gomez juga menegaskan bahwa hampir semua klub baru memiliki gambaran kasar terkait situasi finansial mereka untuk musim 2026/2027.
Artinya, Barcelona masih harus menyelesaikan sejumlah detail finansial sebelum benar-benar dinyatakan kembali masuk ke aturan 1:1 secara penuh.
(Tribunnews.com/Ali)