Tribunlampung.co.id, Metro - Pemilik Sinau Farm, Muhammad Ashari, mengaku bersyukur sekaligus bangga setelah sapi limousin miliknya terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau Juni 2026 mendatang.
Sapi jantan berbobot 1.124 kilogram yang diberi nama “Si Tole” itu dibeli dengan harga Rp118 juta setelah hampir setahun dirawat intensif di kandang Sinau Farm, Kota Metro, Lampung.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena Si Tole dipercaya menjadi sapi kurban Presiden. Sapi ini sudah kami pelihara sejak Juli 2025, dan pada Mei ini resmi dipinang dengan harga Rp118 juta,” ujar Ashari saat ditemui di kandangnya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Ashari, menjaga kondisi sapi berbobot lebih dari 1,1 ton tetap sehat hingga waktu penyembelihan membutuhkan perhatian ekstra, terutama pada kekuatan kaki.
Beban tubuh yang sangat besar membuat sapi rentan mengalami gangguan gerak apabila pola perawatan tidak tepat.
“Yang paling penting adalah menjaga kekuatan kaki. Kami rutin menambahkan sodium pada pakan untuk mencegah asidosis maupun kaki pincang karena bobot sapi sangat berat,” jelasnya.
Selain itu, Sinau Farm menerapkan komposisi pakan yang terukur, yakni 50 persen hijauan, 30 persen karbohidrat, dan 20 persen protein. Pakan Si Tole terdiri dari onggok, daun singkong, pur kropil sawit, tetes tebu, serta tambahan mineral guna menjaga pertumbuhan dan stamina ternak.
Tidak hanya fokus pada nutrisi, pihak peternakan juga memperketat biosekuriti kandang demi mencegah penyebaran penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Seluruh area kandang rutin disemprot disinfektan, termasuk pekerja dan tamu yang keluar masuk lokasi.
“Setiap area kandang rutin disemprot disinfektan, termasuk setiap tamu atau pekerja yang masuk, dan ternak juga kami berikan antipiretik untuk menjaga imunitas,” tutur Ashari.
Keberhasilan Si Tole menembus pasar kepresidenan menjadi pencapaian kedua bagi Sinau Farm. Ashari menilai hal tersebut sekaligus membuktikan potensi besar sektor peternakan sapi di Kota Metro yang masih memiliki peluang pasar luas.
“Permintaan hewan kurban di Kota Metro hampir mencapai 1.000 ekor, sementara kapasitas peternakan kami baru sekitar 150 ekor. Artinya peluang bagi peternak lokal masih sangat terbuka,” katanya.
Menjelang Idul Adha 2026, Sinau Farm mencatat pesanan sekitar 150 ekor sapi dari berbagai daerah, mulai dari Lampung hingga luar provinsi seperti Karawaci, Tangerang, dan Lahat, Sumatera Selatan.
Konsumen disebut kembali melakukan pemesanan karena puas dengan kualitas daging yang dihasilkan.
Saat ini Sinau Farm memelihara 33 ekor sapi unggulan dari berbagai jenis, di antaranya Limousin, Simental dengan bobot sekitar 900 kilogram, serta Cross Belgian yang mencapai 925–930 kilogram.
Jenis Cross Belgian disebut menjadi salah satu yang paling menantang karena membutuhkan kualitas pakan tinggi agar pembentukan otot maksimal.
Meningkatnya kepercayaan konsumen setelah Si Tole dipilih Presiden membuat Sinau Farm menyiapkan pengembangan usaha dalam jangka panjang.
Peternakan yang sebelumnya bernama Ashari Farm itu berencana menambah kapasitas kandang dan memperluas lahan operasional.
“Kami berencana menambah kandang baru dan menyewa lahan tambahan. Tahun ini beberapa sapi masih dititipkan di kandang rekanan, tapi Insya Allah tahun depan semuanya bisa dikelola mandiri di bawah Sinau Farm,” pungkas Ashari optimistis.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)