Sekda Trenggalek Gaungkan Semangat Terus Bergerak Maju Bersama ke ASN saat Harkitnas 2026
Rendy Nicko May 20, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melakukan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan penuh khidmat. 

Upacara peringatan momentjm bersejarah ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto.

Sekda Edy usai memimpin apel mengatakan catatan sejarah membuktikan organisasi Boedi Oetomo telah berhasil membangkitkan kesadaran masyarakat untuk berbangsa.

Menurutnya, pada masa itu kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi. Langkah tersebut melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad sempat menjadi titik lemah perjuangan bangsa Indonesia.

Baca juga: 1.167 Anak Tidak Sekolah di Trenggalek Kembali Mengenyam Pendidikan dalam 5 Bulan Terakhir

"Semangat 1908 merupakan tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat," ujar Edy Soepriyanto, Rabu (20/5/2026).

Dalam momentum kali ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara khusus menyerukan pesan penting untuk menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara, sesuai dengan tema yang diusung.

Menurut Edy tema tersebut dinilai sangat sejalan dengan filosofi identitas peringatan tahun ini, yang merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga Ibu Pertiwi.

"Melalui perlindungan terhadap para tunas bangsa, masyarakat diajak untuk terus bergerak maju bersama," jelasnya.

Edy menambahkan secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis.

Istilah tersebut memiliki arti menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa harus kehilangan jati diri.

Ia melanjutkan kebangkitan berarti sebuah keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan serta ketertinggalan.

"Saat ini, tantangan nyata bagi bangsa Indonesia telah bergeser dari yang semula kedaulatan teritorial, kini menjadi kedaulatan informasi dan transformasi digital," akuinya.

Di sisi lain, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian bangsa kini diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.

Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis yang sudah berjalan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, guna membangun fondasi fisik generasi masa depan.

"Langkah strategis tersebut kemudian diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan. Melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi," bebernya.

Pria yang tidak lama lagi memasuki pensiun ini menerangkan cara membangun dari pemerintah mencakup perbaikan mutu guru. Pun penyediaan beasiswa guna memutus rantai ketimpangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Baca juga: Pemuda di Kediri Jadi Spesialis Bobol Bangunan Sekolah Tertutup, Polres Kediri : Pakai Pola Khusus

"Saat ini, kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan tengah dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh," terangnya.

Dikatakannya, melalui kebijakan ketat ini, pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak yang merupakan tunas bangsa dapat mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembang mereka.

Edy menegaskan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di era modern ini jauh lebih besar dan kompleks dibandingkan masa lalu.

"Tantangan bangsa saat ini lebih besar dan lebih kompleks. Untuk itu, perlunya kehati-hatian untuk menyusun dan menyiapkan regulasi yang tepat untuk melindungi bangsa ini," tutupnya. 

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.