TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI – Tiga pekerja dilaporkan tewas saat melakukan perbaikan di dalam palka tongkang KM TS Daya Niaso yang tengah bersandar di aliran Sungai Batanghari, kawasan Niaso, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/5/2026) pagi.
Ketiganya diduga keracunan gas berbahaya di dalam ruang tertutup (confined space) kapal tersebut.
Ketiga korban diidentifikasi bernama Zulkarnain, Popo, dan Rudiansyah. Hingga Rabu siang, Tim SAR Gabungan masih berjibaku melakukan proses evakuasi yang berlangsung dramatis di dalam lambung tongkang.
Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula sekitar pukul 08.55 WIB. Saat itu, ketiga pekerja masuk ke dalam palka untuk melakukan aktivitas perbaikan rutin. Namun selang beberapa saat, ketiganya mendadak lemas dan tidak memberikan respons sama sekali saat dipanggil.
Situasi di atas tongkang seketika panik.
Menyadari adanya bahaya, pemilik kapal, Sani, langsung menghubungi pihak berwenang dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Jambi pada pukul 09.15 WIB.
Mendapatkan laporan darurat, Kantor SAR Jambi bergerak cepat dengan mengerahkan satu Search and Rescue Unit (SRU) yang beranggotakan delapan personel rescue menuju lokasi kejadian.
“Tim langsung diberangkatkan pukul 09.35 WIB menuju lokasi kejadian di kawasan Niaso,” tulis keterangan resmi Kantor SAR Jambi, Rabu (20/5).
Lokasi tongkang tersebut berada di koordinat 1"\circ34'47.99''\text{S}-103"\circ37'55.90''\text{E} atau berjarak sekitar 13,5 kilometer dari Kantor SAR Jambi.
Untuk mencapai titik lokasi, tim harus menempuh jalur darat dan air dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 45 menit.
Operasi penyelamatan ini berjalan di bawah kondisi cuaca berawan namun memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi. Hal ini dipicu oleh dugaan kuat adanya paparan gas beracun yang mengendap di ruang terbatas kapal.
Untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan terhadap personel, Tim SAR Gabungan menerjunkan perlengkapan khusus Confined Space Rescue (CSR), termasuk alat deteksi gas dan alat perlindungan pernapasan (Self-Contained Breathing Apparatus).
Selain itu, tim juga menyiagakan Rescue Car, Rigid Buoyancy Boat (RBB), perlengkapan medis, alat komunikasi, hingga drone thermal untuk memantau suhu dan kondisi di dalam palka. (*)
Baca juga: Kronologi Penumpang Ojek Tewas Terlindas Truk CPO di Depan Terminal Alam Barajo