Pep Guardiola dipastikan akan meninggalkan Manchester City di akhir musim ini, dan pertanyaan besar pun muncul: ke mana langkahnya berikutnya?
Selama hampir dua dekade penuh kesuksesan tanpa henti, Pep Guardiola telah menegaskan dirinya sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa.
Dari tim Barcelona yang mendefinisikan satu era, kemudian Bayern Munchen yang memecahkan banyak rekor, hingga satu dekade gemilang bersama Manchester City, pelatih berusia 55 tahun ini telah memenangkan banyak trofi di setiap klub yang ia tangani.
Namun, dengan kepergiannya dari Manchester City yang akan terjadi musim panas ini, spekulasi mulai bermunculan mengenai tujuan berikutnya. Berikut adalah beberapa kandidat utama menurut Betfair.
Persaingan sengit antara Manchester City dan Liverpool asuhan Jurgen Klopp menjadi rivalitas terbesar di era Guardiola, dengan kedua klub finis di dua besar Liga Premier dalam tiga dari empat musim antara 2018 hingga 2022.
Pelatih Liverpool saat ini, Arne Slot, tengah berada di bawah tekanan di Anfield meski baru saja membawa klub meraih gelar liga ke-20 mereka setahun lalu. Namun, kecil kemungkinan Guardiola tertarik mengambil pekerjaan lain di Liga Premier dalam waktu dekat — terlebih di klub yang merupakan rival langsung City.
Tidak banyak klub elit di Eropa yang sedang berada dalam kondisi sebaik Paris Saint-Germain saat ini. Juara Prancis tersebut tengah mempersiapkan diri untuk mempertahankan gelar Liga Champions mereka melawan Arsenal pada final 30 Mei mendatang.
Pelatih Luis Enrique — yang merupakan rekan Guardiola saat keduanya masih di Barcelona, baik sebagai pemain maupun pelatih — telah membangun tim luar biasa yang dipenuhi talenta muda dan kekuatan menyerang di ibu kota Prancis. Kontrak Enrique akan berakhir musim panas depan, tetapi laporan menyebut ia akan menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun, sehingga peluang kursi ini kosong dalam waktu dekat sangat kecil.
Pilihan pertama dari empat kemungkinan pekerjaan di level internasional adalah bersama juara dunia Argentina, yang pelatihnya Lionel Scaloni akan habis masa kontrak setelah Piala Dunia 2026.
Guardiola memiliki hubungan yang sangat baik dengan kapten Albiceleste, Lionel Messi, sejak masa mereka di Barcelona. Ia juga pernah memberi isyarat tertarik melatih tim nasional dalam wawancara dengan koki Spanyol Dani Garcia di kanal YouTube Desmontadito: “Memulai dari tempat baru, dengan segala proses latihan dan sebagainya... tidak, tidak, tidak! Mungkin tim nasional, tapi itu berbeda.”
Pekerjaan internasional lain yang mungkin menarik bagi Guardiola adalah tim nasional Spanyol, di mana ia mencatatkan 47 caps selama karier bermainnya.
Namun, hal ini bisa menjadi rumit karena dukungan Guardiola terhadap kemerdekaan Catalonia. Ia bahkan pernah berpidato di sebuah acara yang mendukung referendum di wilayah otonomi tersebut.
Jika Guardiola memilih untuk tetap di level klub, ia mungkin ingin keluar dari hiruk-pikuk sepak bola Eropa yang telah menyita 18 tahun hidupnya.
Setelah meninggalkan Barcelona pada 2012, ia mengambil cuti selama satu tahun di New York. Tidak menutup kemungkinan ia tergoda untuk kembali ke Amerika Serikat untuk melatih klub di MLS, liga yang kini dihuni banyak bintang termasuk Messi di Inter Miami milik David Beckham.
Guardiola memenangkan tiga gelar Bundesliga dan dua DFB Pokal selama tiga musimnya di Bayern Munchen, namun berbeda dengan masa di Barcelona dan City, ia gagal menjuarai Liga Champions.
Hal itu bisa membuatnya merasa masih memiliki urusan yang belum selesai di Bavaria, meski saat ini Bayern dilatih oleh Vincent Kompany — mantan kapten Guardiola di tiga musim pertamanya di Etihad Stadium — yang baru saja memenangkan gelar liga keduanya secara beruntun dan terikat kontrak hingga 2029.
Klub tempat segalanya dimulai: Barcelona. Guardiola diangkat menjadi pelatih kepala Barca pada musim panas 2008 setelah sukses bersama Barcelona B, dan dalam empat musim penuh kejayaan ia menyapu bersih berbagai gelar.
Dengan Messi, Xavi, dan Andres Iniesta sebagai tulang punggung, gaya bermain tiki-taka Barca menjadi tak tertahankan dan membawa tiga gelar La Liga beruntun serta dua trofi Liga Champions. Mengambil kembali pekerjaan di Camp Nou mungkin pilihan paling romantis, namun apakah Guardiola berani mengambil risiko merusak warisannya di sana?
Pilihan romantis lainnya bagi Guardiola adalah Brasil, tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan lima gelar.
Pelatih City ini kabarnya sudah lama tertarik menangani Selecao, namun ia mungkin harus menunggu cukup lama karena Carlo Ancelotti baru saja memperpanjang kontraknya hingga Piala Dunia 2030.
Pekerjaan internasional yang mungkin paling masuk akal saat ini adalah Italia, negara dengan tradisi sepak bola hebat namun gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia terakhir.
Ada beberapa alasan mengapa opsi ini tampak realistis: Azzurri saat ini belum memiliki pelatih permanen, Guardiola pernah bermain di Italia selama dua tahun di penghujung kariernya bersama AS Roma dan Brescia, serta laporan menyebut Federasi Sepak Bola Italia telah menghubungi perwakilan Guardiola bulan lalu. Layak dinantikan kelanjutannya.
Setelah sepuluh tahun terakhir berkarier di Inggris, melatih tim nasional Inggris bisa menjadi langkah logis berikutnya bagi Guardiola.
Ia sempat dikaitkan dengan posisi tersebut musim panas lalu sebelum Thomas Tuchel diumumkan sebagai pelatih, dan meski pelatih asal Jerman itu memiliki kontrak hingga Euro 2028, Guardiola mungkin bersedia mengambil cuti dua tahun jika tahu pekerjaan itu menantinya.