Menurutnya, keterpurukan ini dipicu faktor domestik seperti defisit APBN, utang membengkak, dan hilangnya kepercayaan investor.
"Tapi faktor domestik jauh lebih memalukan. Defisit APBN yang terus melebar, cadangan devisa menipis, investor luar kabur karena mulai tidak percaya, utang negara membengkak, dan kebijakan yang tidak jelas," sambungnya.
"Mata uang lemah adalah pukulan telak bagi harga diri bangsa," pungkas Guntur.
(*)