Hari-hari menjelang pengumuman skuad tim nasional Jerman jauh dari kata tenang. Pelatih tim nasional Julian Nagelsmann menghadapi Piala Dunia dalam posisi yang melemah setelah mengalami penurunan performa yang mengejutkan. Sebuah komentar mendalam berikut ini menjelaskan situasinya.
Jerman tampaknya bisa bernapas lega—mereka sudah menemukan kambing hitam! Hal ini memiliki makna historis, karena setiap kali sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, selalu ada seseorang yang harus disalahkan. Jika tim nasional Jerman, dalam bentuk apa pun, gagal di Piala Dunia mendatang, penyebab utamanya sudah ditetapkan sejak awal.
Seperti halnya setelah tersingkir secara menyakitkan dari Piala Dunia 2022 di Qatar, para pengamat kini mulai melihat melampaui permainan di lapangan dan memeriksa gambaran yang lebih besar. Saat itu, perdebatan berfokus pada sikap politik tim dan pernyataan publik para pemain—faktor-faktor yang diyakini banyak pihak menghambat performa mereka.
Empat tahun kemudian, inti masalahnya kini muncul di masa kini, pada hari-hari terakhir musim Bundesliga. “Akan ada keputusan yang mungkin tidak akan dipahami banyak orang,” ungkap pelatih nasional Julian Nagelsmann kepada majalah kicker pada 1 Maret, terkait kebijakan seleksinya untuk Piala Dunia. Pernyataan itu menjadi kutipan utama dari wawancara panjang di mana Nagelsmann, berbeda dari kebanyakan pelatih nasional sebelumnya, memberikan kritik personal terhadap sejumlah pemain, beberapa di antaranya bahkan tanpa diminta.
Prediksi tersebut kini terbukti benar, meskipun skuad final untuk turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko belum diumumkan secara resmi. Salah satu penyebabnya adalah kekacauan komunikasi yang terjadi seputar kembalinya Manuel Neuer sebagai kiper utama—sebuah kekisruhan yang lepas kendali dan semakin mengguncang kredibilitas Nagelsmann di mata publik, dan hampir pasti juga di sebagian ruang ganti tim.
Nagelsmann kini tampak siap melangkah langsung ke dalam pusaran kontroversi.
Namun di sisi lain, perlu juga dicatat bahwa kebocoran informasi telah mengalir deras ke media selama beberapa hari terakhir, mengungkapkan siapa saja pemain yang akan dipanggil dan siapa yang bisa mulai merencanakan liburan mereka. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) tentu tidak akan senang dengan hal ini, dan dalam skala sebesar ini, kebocoran semacam itu tidak sehat—sesuatu yang jarang terlihat di negara sepak bola besar lainnya.
Akibatnya, pengumuman pada hari Kamis nanti kemungkinan tidak akan membawa kejutan besar; rasa penasaran publik sudah hilang. Penjelasan Nagelsmann nantinya akan diteliti dengan sangat cermat, terutama terkait alasan di balik keputusannya mengenai posisi penjaga gawang. Sudah ada beberapa jebakan yang menantinya, sebagaimana yang ditunjukkan oleh peristiwa sebelumnya.
Dari keputusan mengejutkan memindahkan Joshua Kimmich ke lini tengah, hingga pernyataan yang saling bertentangan mengenai peran Leon Goretzka dan terutama Aleksandar Pavlovic—yang sempat ia salah gambarkan di acara Aktuelles Sportstudio—hingga kisah seputar Deniz Undav, Nagelsmann telah melakukan sejumlah kesalahan strategis dan kini harus menanggung konsekuensinya.
Kemunculan Nagelsmann di acara bincang TV justru merusak reputasinya.
Ambil contoh penampilannya di kanal ZDF pada Sabtu lalu: patut diapresiasi bahwa Nagelsmann tidak membatalkan jadwal acara yang telah lama direncanakan, meskipun ia sebelumnya menunda pengumuman skuad selama beberapa hari. Namun, dengan kontroversi seputar Neuer dan Oliver Baumann—yang telah dibesar-besarkan media beberapa jam sebelumnya—kehadirannya di acara itu membawa ekspektasi tinggi.
Namun, ia gagal di semua aspek: tidak memberikan pernyataan berarti dan sama sekali tidak membahas isu personalia. Ia bahkan mengklaim belum melihat daftar skuad awal berisi 55 pemain yang harus diserahkan ke FIFA terlebih dahulu. Seandainya Nagelsmann memilih tetap di rumah pada malam itu dan melewatkan perjalanan ke studio TV di Mainz, mungkin reputasinya tidak akan tergerus seperti sekarang. Faktanya, penampilan itu jelas mencoreng citra publiknya.
Penurunan performa Nagelsmann kini terlihat jelas.
Perubahan itu tampak nyata di berbagai kolom komentar, baik di media maupun di kalangan penggemar. Nagelsmann telah kehilangan banyak kredibilitas dan mengalami kemerosotan yang tak disangka-sangka.
Dua tahun lalu, menjelang Kejuaraan Eropa di kandang sendiri, pelatih berusia 38 tahun itu menikmati peningkatan popularitas dan tingkat kepercayaan yang tinggi. Kini, pendekatannya banyak dikritik oleh para ahli dan bahkan oleh tokoh berpengaruh nasional seperti Uli Hoeneß, sementara opini publik berbalik tajam menentangnya.
Menjelang pengumuman skuad pada hari Kamis dan laga pembuka fase grup beberapa minggu kemudian, suasana optimisme dan euforia seolah menguap, meskipun Jerman tengah menikmati rekor tujuh kemenangan beruntun.
Pertandingan grup Jerman di Piala Dunia 2026