Pemilik Jualan Biapong Tuding Ada Pilih Kasih Saat Penertiban oleh Satpol PP Minut, Sempat Adu Mulut
Alpen Martinus May 20, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Adu mulut sempat mewarnai penertiban tempat jualan biapong atau bakpau, di jalan Ringroad-intercenge Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (20/5/2026).

Dua orang perempuan, pemilik tempat jualan dan penjual biapong terlibat adu mulut sambil saling tunjuk.

Penjual menggunakan pakaian jersey warna merah dengan nomor 8 di depan dan belakang jersey.

Baca juga: Satpol PP Minut Lakukan Penertiban Tempat Jualan Biapong di Jalan Ring Road - Interchanges, Ada 12

Adu mulut kedua perempuan beda usia itu, dipicu pelaksanaan penertiban tempat jualan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Minut.

Menurut Gledis pemilik tempat jualan biapong warga Desa Maumbi Kecamatan Kalawat, ada tempat jualan disamping miliknya sudah empat kali disambangi Satpol PP untuk pindahkan dari bahu jalan namun tak diindahkan.

"Kalau mau pembersihan (penertiban) harus sama, peneriban semua," kata Gledis dengan suara marah.

Adu mulut kembali berlangsung antara Gledis dengan seorang penjual biapong, yang menyampaikan mengapa sampai tempatnya belum di tertibkan Satpol PP Minut.

Penyampaian si penjual itu tak di hiraukan Gledis, pasalnya tempat jualan miliknya di titik lainnya sudah di tertibkan oleh Satpol PP dan ia turuti.

"Namanya aturan harus di tertibkan," cetus Gledis saat adu mulut dengan penjual.

Ia menambahkan, suami juga sebagai seorang Satpol PP di Pemkot Manado saat menertibkan tempat jualannya tak pandang kalau itu milik istrinya.

Lagi ia menegaskan dalam wawancara dengan wartawan terkait penertiban harus sama tidak pilih kasih.

Di tempat miliknya hanya meja yang di bahu jalan, saat ditertibkan ia pindahkan sementara ada yang sudah seperti tenant tak kunjung di tertibkan Satpol PP Minut.

Sementara penjual yang menggunakan jersey warna merah nomor 8, yang tempat jualannya tak kunjung di tertibkan bebar alasannya.

"Di belakang tempat jualan kami sudah tidak ada space, beda dengan tempat jualan lainnya ada space," katanya.

Ia pun meminta kelonggaran akan memindahkan tempat jualannya tidak di bahu jalan sampai Kamis (22/5/2026) besok (hari ini).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.