Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya Takonai Susumu memaparkan keunikan budaya kerja warga Jepang kepada mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej).

Mahasiswa FISIP tersebut berkesempatan memperoleh wawasan mengenai pengembangan sumber daya manusia dan budaya kerja Jepang melalui kegiatan Visiting Lecture bertema Discipline, Innovation and Excellence: Insight From Japan’s Human Development Model di Aula FISIP Unej, Rabu.

“Budaya kerja Jepang merupakan salah satu faktor yang membuat Jepang maju," kata Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu dalam paparannya.



Kegiatan visiting lecture tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan Jepang, khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM), budaya kerja, serta kemajuan teknologi dan ekonomi Jepang pasca-Perang Dunia II yang kemudian mampu melakukan lompatan teknologi dan ekonomi yang melampaui negara-negara Eropa.

"Sistem budaya Jepang lebih baik dibandingkan negara-negara lain di Eropa," tuturnya

Berbeda dengan model di Amerika Serikat, secara historis perusahaan-perusahaan di Jepang jauh lebih memprioritaskan pengembangan karyawan dalam jangka panjang untuk menciptakan SDM yang kompeten dan adaptif.

Bukan sekadar teori normatif, Takonai membeberkan data konkret bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang pada tahun 2025 berhasil menyentuh angka 4,2 persen.

"Capaian impresif itu diraih justru di tengah tantangan berat penurunan jumlah usia produktif. Kuncinya terletak pada keunikan budaya kerja yang berbasis disiplin, loyalitas tinggi, serta model pengembangan SDM jangka panjang yang berbeda dari pendekatan korporasi Amerika Serikat," katanya.

Selain kuliah umum, pada kesempatan tersebut Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya juga menyerahkan hibah sebanyak 174 buku berbahasa Inggris kepada FISIP Unej.

Buku-buku tersebut memuat berbagai kajian mengenai politik, ekonomi, hubungan internasional, dan kebudayaan, yang nantinya ditempatkan di perpustakaan fakultas sebagai tambahan referensi akademik mahasiswa.

Sementara Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unej Budi Santoso mengatakan bahwa kegiatan akademik yang melibatkan narasumber internasional penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait perkembangan global dan dunia kerja.

Ia menyampaikan apresiasi atas hibah buku yang diberikan kepada FISIP Unej. “Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian buku untuk mahasiswa FISIP yang nantinya diletakkan di perpustakaan," ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara Indonesia dan Jepang maupun FISIP dengan Jepang dapat berjalan dengan baik, sehingga FISIP menjadi fakultas yang memberikan kebermanfaatan bagi mahasiswanya.

Kegiatan visiting lecture itu diharapkan tidak hanya memperluas wawasan internasional mahasiswa, tetapi juga memperkuat budaya akademik, literasi global, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja serta tantangan global di masa depan.