TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Eskalasi gerakan sipil di Kalimantan Timur kembali memanas, sangkut paut atas tindaklanjut isu hak angket DPRD Kaltim pasca demo 21 April 2026.
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim menggelar aksi konvoi besar-besaran dengan mendatangi kantor-kantor Dewan Pimpinan Tingkat Daerah/Wilayah (DPD/DPW) partai politik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (20/5/2026) sore.
Aksi maraton keliling kota ini merupakan gerakan lanjutan pasca-demonstrasi besar pada 21 April lalu.
Massa bergerak serentak untuk menagih komitmen nyata para wakil rakyat di Karang Paci (DPRD Kaltim) terkait usulan Hak Angket.
Baca juga: 3 Alasan Pendemo Kepung Markas 7 Parpol di Samarinda, Buntut Hak Angket DPRD Pasca-demo 21 April
Rangkaian aksi ini dipastikan mencapai puncaknya di Simpang Empat Lembuswana dengan rencana blokade jalan sebagai simbol totalitas pengawalan aspirasi rakyat.
Berikut adalah 5 fakta penting di balik aksi pengepungan markas parpol di Samarinda beserta jawaban langsung dari para pengurus partai:
1. Rute Maraton Menyisir Kantor 9 Partai Politik
Massa aksi memulai pergerakan dari titik start di GOR 27 September Universitas Mulawarman (Unmul).
Dari sana, ratusan demonstran melakukan konvoi maraton menyisir jalan-jalan protokol di Samarinda untuk mendatangi markas fisik parpol, dengan rute sebagai berikut:
Titik 1: Jalan M. Yamin (Kantor PKS)
Titik 2: Jalan Wahid Hasyim II (Kantor NasDem)
Titik 3: Jalan AWS (Kantor PDI-P)
Titik 4: Jalan Kadrie Oening (Kantor Gerindra)
Titik 5: Jalan Ir. H. Juanda (Kantor PPP)
Titik 6: Jalan Teuku Umar (Kantor PAN)
Titik 7: Jalan Mulawarman (Kantor Golkar) serta menyisir Jalan Bhayangkara (Kantor PKB dan Demokrat).
2. Tiga Alasan Utama Aliansi Rakyat Kepung Markas Parpol
Humas Aliansi Rakyat Kaltim, Bella Monica, mengungkapkan ada tiga alasan mendasar mengapa pihaknya memilih mendatangi kantor partai politik secara langsung, bukan gedung pemerintahan:
Menagih "Janji Manis" Hak Angket: Menuntut ketegasan sikap dari setiap fraksi di DPRD Kaltim agar tetap linear dengan tuntutan rakyat dan tidak balik arah di tengah jalan.
Memberikan peringatan keras secara langsung: Menyampaikan sinyal bahwa pergerakan ini serius.
"Aksi keliling ini untuk memperlihatkan kepada Pemprov maupun legislatif Kaltim bahwa kami benar-benar serius mengawal Hak Angket ini," tegas Bella.
Memastikan tuntutan dari gelombang demonstrasi 21 April lalu tidak menguap atau "dipetieskan" oleh konstelasi politik lokal.
3. Mayoritas Fraksi Parpol Tegaskan Sikap Konsisten
Dari hasil pertemuan singkat di masing-masing sekretariat parpol, mayoritas pengurus dan fraksi menyatakan tetap tegak lurus mendukung guliran Hak Angket di Karang Paci:
PKS:
"Belum ada perubahan sikap, artinya mendukung seperti yang disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS. Jadi, kami tidak akan mencabut hak angketnya," tegas Sekretaris Umum DPW PKS Kaltim, Wasis Riyanto.
Gerindra:
"Kami tetap konsisten dan tegas terkait hak angket ini," ujar Agus, perwakilan dari Partai Gerindra Kaltim.
PDI-P:
"Tetap dilanjutkan (hak angket) dan sampai hari ini PDI-P tetap mendukung hak angket ini secara konstitusional," terang perwakilan pengurus PDI-P Kaltim.
4. PKB Ingatkan Aturan Main Jumlah Kursi di Karang Paci
Meskipun menyatakan sikap yang sama untuk mendukung Hak Angket, perwakilan PKB Kaltim, Adam, mengingatkan adanya mekanisme kedewanan yang harus dilalui di legislatif. Untuk bisa meloloskan hak angket, diperlukan koalisi besar dari berbagai fraksi.
"Fraksi PKB tetap konsisten mendorong hak itu sesuai kapasitas kita. Langkah konkret ke depan, kita masih menunggu undangan Banmus (Badan Musyawarah). PKB memiliki 6 kursi, untuk bisa gol butuh total 42 kursi. Insyaallah kalau semua fraksi menyetujui, kami tidak ada masalah," jelas Adam.
5. Partai Golkar Pilih Bersikap Hati-Hati dan Tunggu Komando
Berbeda dengan parpol lain yang langsung memberikan jawaban tegas, Pengurus Harian Partai Golkar Kaltim memilih untuk bersikap hati-hati.
Pihaknya menyatakan belum bisa memberikan keputusan mutlak sebelum berkoordinasi dengan pimpinan daerah mereka.
Baca juga: Tuntut Hak Angket, Aliansi Rakyat Kaltim Siap Konvoi ke Kantor Parpol dan Blokir Simpang Lembuswana
"Nanti kami koordinasikan lagi dengan Ketua (Rudy Mas'ud). Kami menunggu sinyal dari ketua terlebih dahulu," ungkap Pengurus Harian Partai Golkar, Fajar.
Merespons dinamika tersebut, Jenderal Lapangan Aliansi Rakyat Kaltim, Fathur, menegaskan bahwa gerakan sipil ini tidak akan mengendurkan tekanan.
"Hari ini kita konvoi adalah untuk memperlihatkan bahwasanya pergerakan ini tidak akan berhenti sampai kita mendapatkan keadilan," pungkasnya. (*)