BOLASPORT.COM - Amar Brkic, pemain diaspora dari Jerman akhirnya kembali membela timnas kelompok umur, yakni timnas U-19 Indonesia setelah terakhir kali 3 tahun silam saat berseragam timnas U-17 Indonesia.
Ajang ASEAN U-19 Championship 2026 menandai comeback Amar Brkic ke timnas Indonesia kelompok umur.
Diaspora asal Jerman tersebut kembali setelah terakhir kali membela timnas U-17 Indonesia pada gelaran Piala Dunia U-17 2023.
Konfirmasi ini dinyatakan Nova Arianto selaku pelatih timnas U-19 Indonesia.
Selain Amar Brkic, ada 6 diaspora lain yang bergabung ke timnas U-19 Indonesia untuk ASEAN U-19 Championship 2026.
Mereka adalah Mathew Baker (Melbourne City/Australia), Timothy Baker (Western United/Australia), Zinadein Ardiansyah (Sydney FC/Australia), Eizar Tanjung (Sydney FC/Australia), Welber Jardim (São Paulo/Brasil) dan Igor Sanders (FC Eindhoven/Belanda).
"Saat ini ada tujuh ya, tujuh pemain kecuali ada (Mathew) Baker yang belum bergabung," kata Nova Arianto.
"Tetapi semua sudah datang termasuk Welber (Jardim), termasuk si Eizar (Tanjung), Zinaedine (Ardiansyah) semua udah datang."
"Dan kita lihat karena sekali lagi semua menjadi kesempatan yang sama."
"Kalau mereka bisa menunjukkan secara performa yang baik ya pasti kita akan bawa nanti di AFF," imbuhnya.
Khusus Amar Brkic, momen comebacknya kali ini kembali mendapat sambutan hangat karena sudah 3 tahun absen membela timnas Indonesia.
Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani mengabarkan bahwa Amar sudah berada di Indonesia melalui postingannya pada Rabu (20/5/2026).
"Mohon doa restu dan dukungannya untuk Amar Brkic yang akan berlaga dalam Turnamen Sepak Bola Piala AFF U-20 2026." tulis Lilis.
"Turnamen ini akan diikuti 11 negara dan menjadi ajang pembuktian bagi Timnas Indonesia U-20 yang ditargetkan menjadi juara," tambahnya.
Amar Brkic memang punya darah Kebumen yang mengalir dari ibunya, dr. Diyah Nahdiyati MKes, SpA.
Ia merupakan seorang dokter spesialis anak yang membuka praktik di Frankfurt, Jerman.
Dilansir BolaSport.com dari laman resmi Muhammadiyah, dr. Diyah juga merupakan tokoh penting Muhammadiyah karena merupakan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman.
Sementara ayah Amar Brkic adalah seorang dokter juga keturunan Bosnia-Jerman bernama Moamer Brkic.
Kembali ke Amar Brkic yang comeback, pemain yang kini berusia 19 tahun itu juga membawa posisi main baru.
Saat membela timnas U-17 Indonesia bermain sebagai winger, kini Amar adalah seorang bek kiri.
Jika sebelumnya ia bermain untuk Hoffenheim U-17, Amar juga sudah berpindah ke Darmstadt U-19.
Dalam data transfermarkt, Amar Brkic sudah tampil 10 laga bersama Darmstadt U-19 di kompetisi U-19 DFB-Nachwuchsliga-Hauptrunde Liga B 2025-2026.