Peluang Kerja Michael Carrick, 'LinkedIn' Liam Rosenior & Upaya Bruno Fernandes Meraih Pemain Terbaik Musim Ini - Para Pemenang dan Pecundang dari Kemenangan Besar Man Utd atas Chelsea
Hendra Wijaya May 21, 2026 06:21 AM

Chelsea sebenarnya wajib menang dalam laga Premier League pada Sabtu malam melawan Manchester United. Namun kenyataannya berbeda. Mereka kalah lagi. Dan tanpa mencetak gol. Lagi. Kini The Blues mencatat empat pertandingan beruntun tanpa gol dalam empat kekalahan berturut-turut — rekor terburuk mereka sejak November 1912. Akibatnya, tim asuhan Liam Rosenior tetap berada di posisi keenam klasemen Premier League, tertinggal empat poin dari Liverpool di posisi kelima yang masih menyimpan satu laga lebih sedikit.

Dengan hanya lima pertandingan tersisa, risiko Chelsea gagal lolos ke Liga Champions musim depan sangat nyata — yang bisa berdampak buruk bagi klub. Sebaliknya, Manchester United kini berada di ambang memastikan tiket kembali ke kompetisi elite Eropa berkat satu-satunya gol dari Matheus Cunha di Stamford Bridge yang memperlebar jarak menjadi 10 poin dari tuan rumah.

Meskipun The Red Devils tidak tampil gemilang, mereka berhasil mempertahankan gawang tanpa kebobolan meski tidak memiliki satu pun bek tengah senior karena cedera dan skorsing. Hasil ini tentu memperkuat peluang Michael Carrick untuk mendapatkan posisi manajer permanen.

Berikut, GOAL merangkum para pemenang dan pecundang dari hasil penting di London barat ini...

PEMENANG: Upaya Bruno Meraih Pemain Terbaik Musim Ini

Ada anggapan bahwa pemain terbaik musim ini seharusnya selalu berasal dari tim juara. Namun pandangan itu jelas keliru. Sepak bola memang olahraga tim, tetapi penghargaan ini bersifat individual — dan pemain terbaik liga tidak selalu bermain di klub terbaik.

Musim ini menjadi contoh nyata. Declan Rice tampil luar biasa bagi Arsenal yang berpeluang finis pertama, sementara Erling Haaland terlibat langsung dalam lebih banyak gol dibanding siapa pun dan masih berpeluang mengangkat trofi Premier League bersama Manchester City.

Namun, Bruno Fernandes pantas dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Musim Ini. Meski karakternya tidak selalu disukai, tidak ada pemain lain di liga yang begitu vital bagi timnya seperti gelandang Portugal ini.

Ia kembali membuktikannya di Stamford Bridge dengan menciptakan satu-satunya gol untuk Matheus Cunha lewat aksi brilian di sisi kanan lapangan, yang membuat total assist-nya musim ini mencapai 18 — hanya dua lagi untuk menyamai rekor sepanjang masa Premier League.

Kita sedang menyaksikan sejarah tercipta — dan itu layak mendapatkan pengakuan.

PECUNDANG: Alejandro Garnacho

Gol kemenangan United terasa semakin memuaskan bagi fans tamu karena Bruno melewati tantangan setengah hati dari Alejandro Garnacho dalam proses terciptanya gol. Pemain asal Argentina ini memang lulusan akademi muda Old Trafford setelah datang dari Atletico Madrid, tetapi para pendukung United tidak punya rasa hormat sedikit pun terhadap mantan winger mereka itu.

Bahkan sebelum Garnacho masuk menggantikan Estevao yang cedera di menit ke-15, para suporter tamu sudah melontarkan ejekan terhadapnya, sesuatu yang tampaknya semakin memotivasinya untuk membuktikan diri melawan mantan klubnya.

Namun, Garnacho justru memperlihatkan bahwa United memang benar menjualnya musim panas lalu. Pemain berusia 21 tahun itu tampil sangat tidak efektif dan bahkan gagal menandingi performa rata-rata Diogo Dalot.

Beberapa fans United sempat khawatir klub menjual Garnacho terlalu murah, tetapi delapan bulan berselang, £40 juta ($55 juta) tetap terlihat sebagai bisnis yang sangat baik untuk pemain yang ternyata tidak sebaik yang ia bayangkan — sesuatu yang kini dirasakan sendiri oleh Chelsea.

PEMENANG: Peluang Kerja Carrick

Hasil yang diraih manajer interim bisa menyesatkan. Manchester United tahu itu lebih dari siapa pun. Mudah untuk terbuai oleh mantan idola suporter saat masa bulan madu.

Namun, meski masih ada keraguan apakah Michael Carrick benar-benar sosok tepat untuk salah satu pekerjaan tersulit di sepak bola, yang jelas, proses "wawancara"-nya sejauh ini berjalan sangat baik.

Sejak mengambil alih pada 13 Januari, Carrick mengumpulkan lebih banyak poin dibanding manajer Premier League lainnya. Berkat hal itu, United kini semakin dekat dengan tiket Liga Champions — sesuatu yang tampak mustahil di bawah Ruben Amorim pada paruh pertama musim.

Carrick berhasil menanamkan kejelasan, kohesi, dan karakter ke dalam skuad. Meski sempat mengalami kemunduran besar dengan kekalahan dari Leeds United, respons mereka di Stamford Bridge luar biasa.

Carrick harus pergi ke London tanpa Lisandro Martinez dan Harry Maguire yang diskors, serta Matthijs de Ligt yang cedera jangka panjang, bahkan Lenny Yoro juga absen karena cedera.

Meski kehilangan jantung pertahanannya, Carrick mampu membawa tim meraih kemenangan penting — sekaligus clean sheet pertama dalam lima laga — dengan menurunkan Ayden Heaven yang baru berusia 19 tahun berduet dengan bek sayap Noussair Mazraoui.

“Kami harus bekerja keras dalam satu setengah hari terakhir untuk mempersiapkan tim dengan lini pertahanan baru,” ujar Carrick kepada TNT Sports. “Saya pikir Ayden Heaven dan Noussair Mazraoui tampil luar biasa, terlebih Ayden masih sangat muda dan Noussair bukan bek tengah alami. Saya harus memberikan pujian besar kepada staf pelatih yang menyiapkan mereka.”

Carrick juga pantas mendapat pujian besar karena, bahkan dengan efek manajer baru, mengambil alih tim di tengah musim bukan hal mudah...

PECUNDANG: Liam Rosenior

Liam Rosenior bisa dibilang kebalikan dari Carrick. Ia juga mengambil alih tim besar Premier League pada Januari, tetapi tidak seperti rekannya itu, justru membuat tim yang sebelumnya tidak terlalu buruk menjadi jauh lebih buruk — terbukti dengan hanya satu kemenangan dalam delapan laga Premier League terakhir.

Banyak pihak menunjuk bahwa masalah Chelsea lebih besar dari sekadar pelatih — terbukti dengan aksi protes lebih dari 500 suporter terhadap pemilik klub sebelum pertandingan Sabtu malam.

Namun, salah satu alasan fans kehilangan kepercayaan terhadap Todd Boehly dan rekan-rekannya adalah keputusan mereka memecat Enzo Maresca hanya enam bulan setelah memenangkan dua trofi, lalu menggantikannya dengan manajer muda tanpa pengalaman juara.

Rosenior adalah pilihan internal yang murah, sosok yang bersedia fokus hanya pada tim utama. Tapi kini jelas ia terlalu cepat naik jabatan.

Para pemain memang belum berbalik melawannya, tetapi banyak figur penting di ruang ganti yang secara terbuka menyesali pemecatan Maresca — hal ini sudah cukup menunjukkan segalanya.

Dengan bahasa manajemennya yang penuh istilah dan gaya "LinkedIn", Rosenior pandai berbicara, tetapi ini adalah bisnis berbasis hasil. Jika Chelsea gagal lolos ke Liga Champions musim depan, posisinya kemungkinan besar akan berakhir.

PEMENANG: Rival Chelsea di Lima Besar

Kemenangan 1-0 United di Stamford Bridge tidak hanya memperbesar peluang mereka ke Liga Champions, tetapi juga disambut gembira oleh para pendukung Aston Villa dan Liverpool (meski mungkin mereka tidak ingin mengakuinya!).

Saat ini, Villa berada di posisi keempat Premier League dan bisa menyamai poin United jika mengalahkan Sunderland di kandang pada Minggu sore. Namun itu bukan hal mudah, karena Sunderland dikenal sulit ditaklukkan, apalagi Villa baru bermain di Liga Europa tiga hari sebelumnya. Dalam konteks itu, kekalahan Chelsea sedikit meringankan tekanan bagi Villa yang unggul tujuh poin dari The Blues.

Bagi Liverpool, kekalahan Chelsea bahkan lebih menguntungkan. The Reds sedang dalam performa buruk dan kehilangan Hugo Ekitike untuk sisa musim 2026 akibat cedera Achilles saat kalah dari Paris Saint-Germain di Liga Champions tengah pekan lalu.

Lebih buruk lagi, mereka kini harus menghadapi derby Merseyside melawan rival sekota yang juga sedang berjuang menuju Eropa.

Pertandingan Minggu nanti menjadi sangat penting bagi skuad Arne Slot dalam berbagai aspek, tetapi juga memberi sang juara bertahan Inggris yang akan segera lengser kesempatan emas untuk menjauh tujuh poin dari Chelsea dalam perebutan posisi kelima.

PECUNDANG: Proyek BlueCo

Jika Chelsea gagal lolos ke Liga Champions (atau bahkan gagal ke kompetisi Eropa sama sekali, mengingat Brentford, Bournemouth, Brighton, Everton, dan Sunderland hanya terpaut dua poin), tidak heran bila beberapa pemain kunci mulai memikirkan untuk hengkang.

Mantan pemain nomor 10, Joe Cole, bahkan mengatakan dalam analisis pasca laga di TNT Sports bahwa ia yakin beberapa pemain akan langsung menghubungi agen mereka untuk “keluarkan saya dari sini”.

Di sisi lain, Cole Palmer menegaskan dalam wawancara sebelum laga melawan United bahwa dirinya tidak berniat meninggalkan London dan percaya Chelsea tidak “terlalu jauh” dari level untuk bersaing memperebutkan trofi bergengsi secara reguler.

Namun, 48 poin dari 33 laga Premier League dan kekalahan agregat 8-2 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions menunjukkan sebaliknya.

Palmer mengatakan bahwa Chelsea hanya perlu “mendatangkan pemain yang tepat” musim panas ini — tetapi hal itu akan sulit dilakukan jika mereka finis di luar lima besar.

Lebih dari itu, masalah terbesar Chelsea dalam skenario buruk ini adalah mempertahankan pemain bintang mereka. Enzo Fernandez bukan satu-satunya pemain penting yang mempertimbangkan masa depannya.

Menurut laporan terbaru, Chelsea akan menyesuaikan kebijakan rekrutmen musim panas nanti, namun tampaknya langkah itu akan datang terlambat. Bisa jadi ketika United kembali ke Stamford Bridge, Palmer justru akan mengenakan seragam tim tamu, bukan tuan rumah!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.