Klarifikasi Pemkot Surabaya Soal Viral Truk Kopdes Merah Putih Diduga Ambil Barang di Gudang Swasta
Putra Dewangga Candra Seta May 21, 2026 08:32 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya akhirnya buka suara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan truk bertuliskan “Koperasi Desa Merah Putih” mengambil barang dari gudang perusahaan swasta.

Video tersebut ramai diperbincangkan warganet setelah diunggah akun Threads @emaknyaab dan memicu berbagai spekulasi soal distribusi barang untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Dalam video yang beredar, terlihat dua truk putih bertuliskan “Koperasi Desa Merah Putih” keluar dari area pergudangan dengan gerbang berwarna biru.

Unggahan itu disertai keterangan, “Keciduk, mobil Kopdes mengambil barang di PT Indomarco.”

Isu tersebut kemudian memancing perhatian publik karena dikaitkan dengan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam pengelolaan distribusi barang untuk koperasi desa.

Pemkot Surabaya Mengaku Belum Pastikan Lokasi Video

TRUK KDMP - Puluhan truk fuso bantuan operasional yang disalurkan secara simbolis bagi 42 KDMP di halaman Kodim 0811/Tuban, Rabu (25/3/2026). 
TRUK KDMP - Puluhan truk fuso bantuan operasional yang disalurkan secara simbolis bagi 42 KDMP di halaman Kodim 0811/Tuban, Rabu (25/3/2026).  (Surya.co.id/Muhammad Nurkholis)

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Reza Fahreddy, mengaku belum bisa memastikan lokasi dalam video yang viral tersebut.

“Kalau (video truk Koperasi Desa Merah Putih) itu di (Pergudangan) Rungkut, saya kurang tahu,” kata Reza saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Meski demikian, Reza membenarkan adanya kerja sama antara PT Agrinas Pangan Nusantara dengan PT Indomarco terkait pengadaan barang untuk Koperasi Desa Merah Putih.

PT Agrinas Disebut Gandeng Indomarco dan Indofood

Menurut Reza, PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola KDMP memang bekerja sama dengan jaringan distribusi milik Indofood.

“Kalau versinya Indofood, Indomarko itu distributornya Indofood, ke kami dinas (Dinkopumdag) menginformasikan Indofood sebagai prinsipal sudah bekerja sama dengan PT. Agrinas,” ujarnya.

Ia menilai kemungkinan besar aktivitas pengambilan barang oleh truk KDMP di gudang Indomarco memang benar terjadi.

Sebab, Indomarco merupakan distributor resmi produk Indofood yang menjadi salah satu pemasok barang.

“Jadi ya kemungkinan betul, kan begitu. Tapi yang saya tahu bahwa Indofood adalah salah satu prinsipal yang ditunjuk oleh Agrinas begitu, sama untuk mengisi gerai,” ujarnya.

Pemkot Surabaya Hanya Menangani Aset, Bukan Distribusi Barang

Reza juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam menentukan produk yang dijual di gerai Koperasi Desa Merah Putih.

Peran pemerintah daerah disebut lebih fokus pada pembangunan aset dan fasilitas pendukung.

“Infonya dari pusat itu kita yang pemerintah daerah yang membayar biaya pembangunan dan macam-macamnya itu. Berarti harus ada surat terima dulu baru nanti kita perjanjian lagi,” kata Reza.

Ia menegaskan pengelolaan distribusi dan penentuan mitra pemasok sepenuhnya berada di bawah kendali PT Agrinas.

“Yang menentukan (barangnya) bukan kita, Agrinas yang mengelola. Agrinas bekerja sama dengan pabrik mana saja, tahunya kita ya salah satunya sama Indofood,” pungkasnya.

Video Viral KDMP dan Transparansi Distribusi Barang

Viralnya video truk Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap program distribusi barang dan pengelolaan koperasi berbasis desa.

Di tengah derasnya arus informasi media sosial, transparansi kerja sama antara BUMN, pemerintah daerah, dan perusahaan swasta menjadi sorotan utama masyarakat.

Kerja sama distribusi dengan perusahaan besar sebenarnya bukan hal baru dalam rantai pasok modern.

Namun, munculnya video viral tanpa penjelasan lengkap kerap memunculkan asumsi liar di ruang digital.

Karena itu, komunikasi publik yang terbuka dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai mekanisme operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut dilakukan usai agenda peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo.

Momentum peresmian Koperasi Desa Merah Putih itu terasa spesial bagi Prabowo, karena bertepatan dengan hari ulang tahun kakeknya, Margono Djojohadikusumo, yang lahir pada 16 Mei 1894.

"16 Mei kebetulan ulang tahun kakek saya," kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo menjelaskan, sang kakek dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan gerakan koperasi di Indonesia. Semangat itu, menurutnya, kini diteruskan melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

"Jadi habis ini saya akan ke peresmian koperasi desa dan kelurahan seluruh Indonesia," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan koperasi desa harus menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa, terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Menurutnya, persoalan klasik petani selama ini berkaitan dengan pupuk, akses modal, hingga distribusi hasil panen.

"Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pikap sendiri. Bisa mengantar hasil panen ke pasar yang diinginkan," ujarnya.

Prabowo menyebut, fungsi koperasi desa nantinya tidak hanya sebatas pusat perdagangan sembako. KDMP juga akan menjadi penyalur pupuk subsidi, elpiji, layanan logistik, penyalur bantuan pemerintah, pembelian gabah petani hingga penyedia apotek murah bagi masyarakat desa.

Ia juga menyoroti persoalan pembiayaan masyarakat kecil melalui program pinjaman ultra mikro.

Menurut Prabowo, pemerintah telah menurunkan bunga pinjaman PNM Mekar dari sebelumnya sekitar 22 hingga 24 persen menjadi 8 persen.

"Masa pengusaha besar dapat kredit 9 persen, sedangkan emak-emak di kampung bunga 24 persen. Itu tidak benar. Kami ubah," paparnya.

Prabowo menargetkan pembangunan koperasi desa terus dipercepat. Pemerintah menargetkan minimal 20 ribu hingga 30 ribu unit koperasi sudah beroperasi pada Agustus 2026.

"Kalau kita punya kehendak, strategi dan kerja sama, kita mampu berbuat luar biasa," terangnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.