TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Gabriela Dwi Kopong (30) menceritakan detik-detik pelaku menjambret dirinya di kawasan Suprau, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Pencurian dengan kekerasan (curas) itu terjadi tepat di turunan jalan SMPN 5 Kota Sorong.
Awalnya Dwi pulang dari arah Tanjung dan hendak menuju kawasan SUPM menggunakan sepeda motor.
Baca juga: Ini 5 Lokasi Pelaksanaan Salat Idul Adha 2026 di Kota Sorong
Saat perjalanan, ia meletakkan telepon genggamnya di dashboard sebelah kiri motor karena sedang menggunakan headset.
“Saya tidak sadar ternyata saya sudah dibuntuti pelaku dari belakang,” ujar Dwi dalam program Saksi Kata TribunSorong.com yang dipandu jurnalis Ismail Saleh di kediamannya, Selasa (19/5/2026).
Sampai di SMP 5, pelaku tiba-tiba mendekat dari sisi kiri dan berusaha mengambil handphone miliknya.
“Saya tidak lihat mukanya, cuma tiba-tiba ada tangan masuk ke dashboard ambil HP,” katanya.
Dwi mengaku sempat melawan dengan memukul tangan pelaku saat mencoba mengambil barang miliknya, namun situasi di jalan menurun membuat dirinya kehilangan kendali.
“Saya sempat lawan, terus saya refleks mau kabur dengan ngegas motor. Tapi tiba-tiba saya oleng, saya tidak tahu apakah ditendang atau setir saya dipegang. Saya langsung nyungsep di turunan,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Gabriela terpental dan mengalami luka hingga berlumuran darah.
Dalam kondisi setengah sadar, ia masih sempat meraba mencari handphone untuk menghubungi keluarganya.
“HP sempat keluar dari dashboard. Saya masih sempat raba-raba cari HP, tapi posisi sudah pusing dan darah banyak,” ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Remaja Pelaku Jambret Viral di Tanjung Kota Sorong: Pernah Rampas HP Turis Argentina
Beruntung, sejumlah warga yang melintas langsung memberikan pertolongan.
Seorang ibu bersama dua anak kecil yang kebetulan lewat menggunakan sepeda motor membantu mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat.
“Tidak ada barang yang sempat diambil. Mereka gagal ambil HP,” jelasnya.
Baca juga: Puluhan Mama-Mama Papua Demo di Kantor Wali Kota Sorong, Sampaikan 4 Tuntutan
Insiden tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya.
“Kalau ada motor lewat dekat saja saya langsung refleks takut. Trauma itu sampai sekarang belum hilang,” ucapnya.
Ia bahkan mengaku belum berani bepergian jauh seorang diri menggunakan sepeda motor sejak kejadian tersebut.
“Sempat bawa motor lagi, tapi cuma sekitar kompleks saja,” katanya.
Selain trauma, Dwi juga mengaku masih menjalani pemulihan akibat luka yang dialaminya.
“Puji Tuhan untuk saat ini saya sudah agak membaik. Cuma masih ada sedikit-sedikit seperti gigi masih goyang, belum normal, terus saya masih pusing-pusing kalau duduk terlalu lama,” tuturnya.
Baca juga: Polisi Ungkap Modus 4 Tersangka Kasus Mafia Tanah di Kota Sorong
Ia sempat menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit karena mengalami benturan cukup keras pada bagian tubuhnya.
“Tadi juga seharian saya ronsen di rumah sakit karena dada sempat terpukul,” katanya.
Sebelumnya, pada 18 Mei 2026 Tim Elang Polsek Sorong Barat menangkap satu orang terduga pelaku kasus jambret tersebut.
Baca juga: Kantor Pertanahan Kota Sorong Paparkan Hasil Ukur Lahan TNI AD di Malawei yang Dikuasai Warga
Pelaku diketahui masih berstatus di bawah umur.
Terkait proses hukum, Dwi memilih menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
“Saya tidak mau ada penyelesaian kekeluargaan,” tegasnya. (tribunsorong.com/ismail saleh)